Menu

Tambang Clay Gunung Sarik Menelan Korban, Dua Pekerja Tewas Tertimbun

  Dibaca : 715 kali
Tambang Clay Gunung Sarik Menelan Korban, Dua Pekerja Tewas Tertimbun
PENCARIAN— Proses pencarian dua orang pekerja tambang clay yang tewas tertimbun tanah longsor di kawasan Gunung Sarik menggunakan excavator dan menjadi tontonan ribuan warga. (romi rahmat/posmetro )

PADANG, METRO – Aktivitas tambang clay (tanah liat) di kawasan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, menelan korban jiwa. Akibat tanah terban, dua pekerja tewas bersama satu unit truk yang akan mengangkut galian tertimbun material longsor. Kamis (14/11) sekitar pukul 12.30 WIB.

Dua pekerja yang tewas tersebut diketahui bernama Sukri atau biasa di panggil Pak De (50), warga Siteba, Kecamatan Nanggalo yang merupakan sopir truk pengangkut tanah, dan Arif (21), warga Kampung Tangah, Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji yang merupakan kernek excavator (alat berat).

Dua korban ditemukan dalam waktu yang berebeda. Jenazah pak De ditemukan sekitar pukul 13.30 WIB dengan kondisi terhimpit truk. Mayatnya pun langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat. Sementara Arif, ditemukan lima jam kemudian. Sekitar pukul 18.30 WIB.

Informasi adanya pekerja yang tertimbun longsor di lokasi tambang clay Gunung Sarik tersebut sempat membuat warga di Kecamatan Kuranji geger. Khsusnya bagi warga perkampungan yang berdomisili dekat dengan daerah tambang.

Warga yang penasaran dengan kejadian itu, berbondong-bondong mendatangi lokasi kejadian untuk menyaksikan proses pencarian korban. Bahkan, terdengar suara tangisan pecah dari sejumlah keluarga korban yang ikut menyaksikan pencarian tersebut.

Sejumlah alat berat yang bekerja di lokasi tambang langsung difokuskan melakukan pencarian. Gundukan material tanah longsoran pun terus digali untuk berupaya mencari dan mengeluarkan truk dan dua korban yang terjebak di dalamnya.

Di lokasi pencarian, seorang pria paruh baya menggunakan peci dan baju batik terlihat sedang berdiri dengan air matanya berkaca-kaca. Ia terus memandangi eskapator yang bekerja di atas gundukan tanah yang longsor. Pria itu bernama Muslim Muis (63), dan dia ternyata ayah dari korban bernama Arif.

Katanya, sejak proses pencarian dia terus bertahan dilokasi dan terus berdoa dan berharap anaknya bisa ditemukan secepatnya dengan selamat. Namun apa daya, tuhan berkehendak lain. Anaknya ditemukan sudah dalam kondisi tak lagi bernyawa.

Diceritakannya, kejadian naas yang menimpa anaknya itu berawal ketika korban bekerja menggantikan kakaknya yang sedang beristirahat makan siang. Tempat istirahatnya, tidak jauh dari lokasi kejadian.

“Karena kakaknya istirahat makan siang, Arif yang menggantikan bekerja muat tanah ke dalam truk,” terangnya.

Sebenarnya, lanjutnya, sebelum kejadian, dari lokasi tempat istrihat, kakak arif sudah melihat ada bagian dari tebing yang mulai retak, ia pun mencoba menyoraki Arif untuk segera lari menyelamatkan diri.

“ Sayang Arif tidak sempat berlari dari lokasi, dia pun akhirnya tertimbun bersama alat berat. Begitu juga truk yang disinya beserta sopirnya,” ujar Muslim Muis.

Sementara itu, Humas Kantor SAR Padang Arief pratama yang di temui di lokasi kejadian mengatakan, pasca di temukannya korban atas nama Arif, akan di bawa ke rumah sakit, sembari menunggu kepastian dari keluarga untuk visum atau tidaknya.

“Korban tertimbun selama sekitar lima di dalam tanah sedalam empat meter. pihaknya juga masih menunggu dari pihak keluarga, untuk memastikan apakah korban akan dilakukan visum atau tidak,”ujar Arif.

Sementara itu, Kasi Pengusahaan Pertambangan Mineral Bukan Logam dan Batuan Dinas ESDM Sumbar, Azril A ST mengatakan, terdapat 6 Izin Usaha Pertambangan (IUP) di sekitar kawasan pertambangan tanah clay yang longsor. Di antaranya berinisial I, J, S, IJ dan PT T.

“Untuk kejadian hari ini, saya mendapat informasi sementara, kecelakaan terjadi di lokasi J,” kata Azril A ST, kemarin.

Pengakuan sementara dari J, memang peristiwa ini terjadi di lokasinya. Namun, dia belum mengonfirmasi siapa yang menambang di lokasinya tersebut. Sejauh ini, Azril mengatakan, anggotanya sudah turun ke lokasi tapi belum memberikan data kongkrit.

Mesti titik koordinat sudah dikirim, sebut Azril, pihaknya harus mengecek lebih lanjut untuk kebenarannya. Secara legal kegiatan, saya belum dapat informasi dari inspektur tambang yang turun mengenai siapa penanggung jawab lokasi tersebut.

“Biasanya secara aturan, bagi siapa yang memegang IUP, dialah yang menambang di lokasi tersebut,” jelas Azril A ST. (r/mil)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional