Menu

Tambah Rombel, Pendaftaran di SMP 12 Membeludak

  Dibaca : 658 kali
Tambah Rombel, Pendaftaran di SMP 12 Membeludak
Tambah Rombel, Pendaftaran di SMP 12 Membeludak

LAPAI, METRO
Jumlah pendaftar di hari pertama, Kamis (16/7), di SMP negeri sesuai zonasi yang menambah rombongan belajar (rombel), membeludak. Salah satunya yang ditemukan di SMP 12 Padang yang berlokasi di Kecamatan Nanggalo.

Yeti Yuliana (38), salah seorang wali murid yang mendaftarkan anaknya di SMP 12 Padang mengatakan, ia mendapat nomor urut 223, padahal datang pukul 10.00 WIB. “Saya telah daftar dan ternyata banyak peminatnya,” ujarnya.

Menurutnya, anaknya lulusan SD 19 Kurao. Pada tahap I, II juga telah melakukan pendaftaran di SMP 12 dan SMP 13. Namun tak lulus karena kendala usia yang baru berumur 12 tahun 2 bulan. Sementara yang diterima kebanyakan usia 14 dan 15 tahun. “Sekarang kita coba lagi daftar. Kita berharap anak lulus hendaknya,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, jarak rumahnya dengan sekolah lebih kurang 2 kilometer. Namun sekolah yang dipilih telah sesuai zonasi. Sementara itu, Kepala SMPN 12 Padang. Syafri Atmi mengatakan, jumlah peserta yang telah mengambil formulir dan menyerahkan kelengkapan berkas persyaratan mencapai 240 peserta. Padahal SMP 12 hanya menambah dua rombel dari sebelumnya sembilan.

“Pesertanya sudah melebihi kapasitas dari yang kita tetapkan. Kita hanya terima 64 siswa,” paparnya.

Ia mengatakan pendaftaran belum ditutup meskipun peserta sudah berlebih. Pendaftaran masih akan buka hingga batas waktu yang ditetapkan Disdik yaitu Sabtu (18/7). Pendaftaran dilakukan melalui Offline.

“Syarat pendaftaran, peserta harus sesuai zonasi, melampirkan surat kelulusan, KK, Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kemensos RI jika ada. Bila tidak melampirkan SKTM,” paparnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Habibul Fuadi mengatakan berlebihnya jumlah pendaftar dari daya tampung suatu sekolah, itu proses seleksinya belum di mulai dan waktunya m‘asih panjang. Jika semua proses telah usai, peserta banyak yang belum diterima, tindakan selanjutnya diserahkan pada wali murid. Apakah ke MTs dan SMP swasta.

“Disdik akan berusaha menampung semampunya serta akan koordinasi dengan Kemenag terkait hal ini,” ucapnya.

Ketua Komisi IV DPRD Padang, Azwar Siry meminta kepada Disdik untuk benar-benar menseleksi peserta dengan baik. “Daya tampung yang melebihi kapasitas, Disdik harus carikan solusi, agar masalah baru tak timbul,” ujar kader Demokrat ini.

Sebelumnya, enam SMP negeri di Padang membuka pendaftaran peserta didik sesuai zonasi untuk jalur afirmasi melalui offline dengan syarat nilai kelulusan siswa mulai Kamis (16/7). Pendaftaran ini diperuntukkan bagi siswa yang tak terima pada tahap II yang mendaftar beberapa waktu lalu.

Jalur afirmasi sendiri disediakan untuk siswa yang menerima program penanganan keluarga tidak mampu dari pemerintah pusat atau pemerintah daerah. Enam sekolah yang menerima peserta didik tersebut adalah SMP 18 dan SMP 28 di Kecamatan Kuranji, SMP 13 di Kecamatan Kototangah, SMP 12 di Kecamatan Nanggalo, SMP 24 di Kecamatan Lubukbegalung dan SMP 11 di Kecamatan Lubukkilangan. (ade)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional