Menu

Takut Terbongkar Punya Anak dari Hubungan Gelap, Ayah Ngaku Temukan Bayi

  Dibaca : 854 kali
Takut Terbongkar Punya Anak dari Hubungan Gelap, Ayah Ngaku Temukan Bayi
BUANG BAYI— Sepasang kekasih berinsial A dan L ditangkap atas kasus rekayasa pembuangan bayi penemuan bayi hasil hubungan di luar nikah menjalani pemeriksaan di Polsek Bukittinggi.

BUKITTINGGI, METRO
Takut diketahui orang banyak punya anak di luar nikah, menjadi alasan bagi pria remaja yang merekayasa kasus penemuan bayi di kawasan Tambuo Tigo Baleh, Minggu (7/6) lalu. Anehnya lagi, pria yang pertama kali menemukan bayi itu, ternyata ayah kandung bayi itu sendiri. Dengan sengaja ia merekayasa kasusnya dengan harapan bisa mengadopsi bayi tersebut tanpa ada yang tahu dia lah sebenarnya ayah kandung bayi itu sendiri.

Mesteri kasus penemuan bayi di kawasan Tambuo Tigo Baleh itu terungkap, setelah jajaran Opsnal Polsek Kota Bukittinggi, mengambang sedikit demi sedikit data dari keterangan saksi dan barang bukti yang didapatkan di lapangan. Sehingga, kecurigaan polisi pun mulai mengarah kepada seorang pria berinisial A (17), seorang saksi yang pertama kali menemukan bayi tersebut.

Sabtu (13/6), sekitar pukul 17.30 Wib, polisi langsung menangkap A di kawasan Kampung Cina Bukittinggi, tidak berapa lama sesudah itu, polisi kembali mengamankan seorang perempuan berinisal L (21), di sebuah kosan di kawasan Aur Kuning, tepatnya di Gang Cemara, RT 001, RW 001, Kelurahan Aur Kuning, Kecamatan ABTB Kota Bukittinggi.

A dan L ternyata ayah dan ibu kandung dari bayi itu, yang juga sebagai pelaku yang merekayasa kasus pembuangan bayinya sendiri di kawasan Tambuo Tigo Baleh, Minggu (7/6) lalu. A diketahui merupakan warga Ampang Gadang, sementara L warga Pasaman Barat.

Kapolsek Kota Bukittinggi, Dedy Adriansyah Putra, Minggu (14/6) membenarkan penagkapan tersebut. Ia menjelaskan, penangkapan kedua pelaku berawal dari laporan dari saksi pertama yang menemukan bayi tersebut, yang ternyata adalah ayah dari bayi itu sendiri.

“Dia mengaku sengaja merekayasa kasus penemuan bayi dengan melaporkannya ke RW setempat,” ungkap Dedy.

RW setempat yang mendapatkan laporan dari pelaku langsung melaporkan kejadian tersebut ke Mako Polsek tentang penemuan bayi yang di bungkus dengan kain, lalu dimasukan ke dalam kardus dan di tinggalkan di kawasan Tambuo Tigo Baleh.

Kapolsek melanjutkan, pihaknya usai mendapat laporan langsung ke TKP untuk mengefakuasi bayi munyil berjenis kelamin perempuan tersebut. Kemudian memintai keterangan dari berbagai saksi terkait penemuan bayi tersebut.

“Usai melakukan penyelidikan secara intensif, kita mencurigai, pelaku berinsial A.Orang yang pertama kali melaporkan kejadian ini ke R. Kecurian terhadap pelaku terkuak setelah diintrogasi,” terangnya.

Hasil dari introgasi itu, pelaku A mengaku secara sengaja merekayasa penemuan bayi itu, karena malu memiliki anak di luar pernikahan. Selama ini, ia bersama pacarnya L, telah berhubungan kurang lebih 1,5 tahun. Mereka juga sama-sama bekerja di kawasan Aur Kuning.

Awalnya, mereka berencana akan menikah usai lebaran Idul Adha nanti, namun sebelum menikah, bayi hasil hubungan gelap mereka sudah keburu lahir.

Usai mendengar keterang A, Jajaran Polsek lalu mengamankan L yang merupakan ibu dari bayi perempuan tersebut di kosannya di Gang Cemara RT 001 RW 001 Kelurahan Aur Kuning Kecamatan. ABTB Kota Bukittinggi.dan menggelandangnya ke Mako Polsek.

Dari keterangan L, ia melahirkan bayinya itu pada hari Sabtu (6/6) sekitar pukul 23.45 WIB, di salah satu bidan di Bukittinggi. Bayi perempuan itu rencananya akan dibawa ke orangtua si A di Ampang Gadang usai mengantarkannya L ke kosannya, namun pelaku A berubah pikiran dengan merekayasa penemuan bayi di Tambuo Tigo Baleh, di dalam sebuah kardus dan memberitahukannya ke RW setempat.

Dari pengakuan A, ia merasa takut karena memiliki anak di luar nikah, sebenarnya ia ingin tetap merawat bayinya itu. Dengan merekayasa menemukan bayi tersebut, dia berharap bisa mengadopsinya, sehingga orang tidak tau bahwa itu adalah bayinya sendiri.

Kapolsek menambahkan, untuk saat ini, kedua pelaku pembuang bayi berjenis kelamin perempuan itu sudah kita amankan di Mako Polsek untuk diproses lebih lanjut.

“Terhadap sang ayah berinisial A yang masih dibawah umur tersebut dipersangkakan melanggar pasal 77 Jo 76 b UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 305 KUH Pidana Jo UU 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak dengan ancaman 5 Tahun penjara sedang pelaku L dipersangkakan melanggar pasal pasal 77 Jo 76 b UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 305 KUH Pidana Jo Pasal 55 dan 56 KUH Pidana dengan ancaman 5 Tahun Penjara. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional