Close

Tak Terima Orang Tua Dicaci Maki, Leo Saputra Tusuk Korbannya Sebanyak 6 Lubang di Daerah Kota Padang

PELAKU PENUSUKAN— Leo Saputra (18) yang kabur selama dua bulan usai melakukan penganiayaan berat diamankan di Polsek Padang Timur.

PADANG, METRO–Sempat kabur ke luar Kota Padang, seorang pela­ku penganiayaan berat akhirnya diringkus Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Padang Timur saat ulang ke rumahnya di Jalan Belakang Pasar Sim­pang Haru, Kelurahan Sawahan Timur, Ke­camatan Padang Ti­mur, Senin (31/5) pu­kul 21.00 WIB.

Pelaku yang dike­tahui penganiayaan ber­­nama Leo Saputra (18) itu ditangkap gegara menikam korbannya beri­nisial A (20) menggunakan senjata tajam pisau seba­nyak enam lubang. Motif­nya, lantaran pelaku sakit hati kepada korban yang telah mencaci maki orang tuanya saat terjadi cekcok.

Kapolsek Padang Timur AKP Afrides Roema me­ngatakan, informasi yang dihimpun, kejadian penga­niayaan itu berawal ketika pelaku mendapat laporan bahwa korban bertengkar dengan orang tuanya dan memaki orang tua pelaku dengan kata-kata kotor.

“Pelaku yang tidak te­rima dengan perkataan korban pada Kamis (25/3) yang lalu sekira Pukul 15.30 WIB. Kemudian pelaku mencari korban, teryata korban berada di dalam sebuah angkot kawasan Simpang Haru, tidak me­nunggu lama, pelaku lang­sung mengarah ke kor­ban,” kata AKP Afrides Roema, Rabu (1/6).

Ditambahkan AKP Afri­des Roema, menggunakan pisau yang telah disiapkan, pelaku langsung menusuk punggung korban seba­nyak enam kali hingga korban tergeletak bersim­bah darah di dalam mobil angkot. Setelah itu pelaku pun langsung kabur.

“Pelaku diduga kabur keluar kota usai melakukan aksinya tersebut, namun ketika pelaku pulang ke rumahnya, Tim Puma Pol­sek Padang Timur menda­pat informasi dan men­datangi rumah pela­ku. Pe­laku berhasil ditangkap di rumahnya dan menga­man­kan barang bukti pisau yang digunakan pelaku menganiaya korban,” ung­kap AKP Afrides Roema.

Dijelaskan AKP Afrides Roema, motif pelaku mela­kukan aksinya itu, tidak terima dengan perkataan korban dengan menge­luarkan kata kata kasar ketika korban bertengkar dengan orang tuanya. Aki­bat perbuatan pelaku, kor­ban sempat mendapatkan perawatan intensif di ru­mah sakit.

“Kepada pelaku, pasal yang disangkakan Pasal 351 KUHP. Penganiayaan diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling ba­nyak empat ribu lima ratus rupiah. Jika perbuatan me­ngakibatkan luka-luka be­rat, yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun. Kondisi korban sendiri saat ini telah pulih dengan me­nyisakan belas luka tususkan di punggung,” pungkasnya. (rom)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top