Close

Tak Terima Agamanya Dihina, Napoleon: Saya Bisa Dihina, tapi Tidak pada Allah-ku

DIPERIKSA— Irjen Pol Napoleon Bonaparte akan menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri terkait kasus dugaan penganiayaan terhadap Muhammad Kece, Selasa (21/9) hari ini.

JAKARTA, METRO–Irjen Napoleon Bona­parte telah dilaporkan Muhammad Kece ke Bares­krim Polri atas tindakan penganiayaan. Napoleon pun buka suara terkait tindakan yang dilakukannya itu.  Hal ini disampaikan mantan Kadiv Hubinter Polri tersebut melalui surat terbuka yang dibuatnya sendiri dan dibenarkan oleh kuasa hukumnya, Gu­nawan Raka. Dalam surat terbukanya diketahui motif utama melakukan penganiayaan terhadap Muhammad Kece. Napoleon sebagai seorang muslim tak terima agamanya dihina oleh Muhammad Kece.

 “Siapa saja bisa menghina saya, tetapi tidak kepada Allah-ku, Alquran , Nabi Muhammad SAW dan akidah Islam-ku. Karenanya saya bersumpah mela­ku­kan tindakan terukur apa pun kepada siapa saja yang berani melakukannya,” kata Napoleon.

Napoleon mengaku se­ba­gai seorang muslim yang­ dibesarkan orang tua dengan agam Islam yang taat. Selain itu, dia menilai perbuataan penghinaan Muhammad Kece sangat berbahaya bagi kerukunan umat Islam.

Dia juga menyoroti si­kap pemerintah yang ter­kesan lamban dalam me­nyi­kapi konten di media sosial berbau SARA yang telah dibuat Muhammad Kece.  Terakhir, mantan Kadiv Hubinter Polri ini mengaku siap mendapat hukuman atas tindakannya terhadap Muhammad Ke­ce.“Akhirnya, saya akan mempertanggungjawabkan semua tindakan saya terhadap Kece, apapun risikonya,” ujar perwira Polri yang menjadi terpidana kasus suap Djoko Tjandra itu.

Irjen Napoleon Bonaparte Diperiksa Hari Ini

Penyidik Bareskrim Polri berencana memeriksa Irjen Napoleon Bonaparte terkait kasus dugaan penganiayaan terhadap Muhammad Kece. Pemeriksaan dijadwalkan pada Selasa (21/9) hari ini.

Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi mengatakan, ini adalah perdana Napoleon diperiksa sebagai terlapor. “Pemeriksaan NB (Napoleon Bonaparte) dijadwalkan besok (21/9),” ujar Andi Rian kepada wartawan, Senin (20/9).

Pemeriksaan terhadap Napoleon dilakukan setelah penyidik memeriksa saksi yang merupakan na­ra­pidana lain dan sipir. Nantinya, keterangan Napoleon dan para saksi lain akan dicocokan sehingga dapat disimpulkan tindakan penganiayaan itu dilakukan seorang diri atau ada orang lain.  “Tunggu saja nanti hasil pemeriksaannya,” imbuh jenderla bintang satu itu.

Diketahui, Muhammad Kece membuat laporan usai dianiaya di dalam Rutan Bareskrim Polri pada 26 Agustus 2021. Dalam laporan itu, eks Kadiv Hubinter Irjen Napoleon Bonaparte menjadi terlapor.

Kotoran Manusia sudah Dipersiapkan

Penyidik Bareskrim Polri sudah memeriksa sejumlah saksi kasus pengania­yaan yang dialami Muhammad Kece. Dari pemeriksaan sementara terungkap bahwa Muhammad Kece tidak hanya dipukuli tetapi juga dilumuri kotoran ma­nusia oleh terduga pelaku Irjen Napoleon Bonaparte.

Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi membenarkan hal ter­sebut.

Menurut dia, kotoran manusia dilumurkan ke wajah dan tubuh Muhammad Kece, bersamaan de­ngan aksi pemukulan. “Ja­di, dia (Napoleon) sambil memukul juga melumuri kotoran manusia,” kata Andi Rian ketika dikonfirmasi, Senin (20/9).

Jenderal bintang satu ini menuturkan, kotoran manusia itu ternyata sudah disiapkan oleh Napoleon Bo­na­parte sebelum memulai aksi penganiayaan.  “Kotoran itu disiapkan sen­diri oleh NB (Napoleon Bo­na­parte),” ujar Andi Rian. Namun, Andi Rian enggan membeberkan lebih rinci soal kronologis pengania­yaan.

Sebab saat ini pemeriksaan terhadap sejumlah saksi masih terus berlangsung.  “Nanti setelah pemeriksaan saksi saya ja­wab,” imbuh Brigjen Andi Rian. Diketahui bahwa fakta ini baru terungkap setelah sejumlah saksi diperiksa. Selain dianiaya, Muhammad Kece juga dilumuri kotoran di dalam tahanan. Pelakunya adalah Irjen Napoleon Bonaparte yang juga merupakan tahanan di Rutan Bareskrim Polri. Aksi penganiayaan ini diduga terjadi pada 26 Agustus 2021 lalu. (cuy/jpnn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top