Menu

Tak Pakai Masker saat Berkendara, Pelanggar Perda AKB Kedapatan Bawa 6 Jeriken Tuak

  Dibaca : 128 kali
Tak Pakai Masker saat Berkendara, Pelanggar Perda AKB Kedapatan Bawa 6 Jeriken Tuak
BAWA TUAK— Pengendara sepeda motor yang tidak pakai masker terjaring razia Perda AKB dan kedapatan membawa enam jeriken tuak.

Payakumbuh, METRO
Diberhentikan petugas gabungan penegak Perda AKB karena tidak memakai masker, seorang pengedara sepeda motor kedapatan membawa enam jeriken tuak (minuman keras) saat melintas di kawasan Pasar Ibuh, Kota Payakumbuh, Sabu (24/10). Rencananya, tuak tersebut akan diedarkan di beberapa wilayah Kota Payakumbuh.

Pembawa tuak sebanyak enam jeriken dipastikan melanggar dua Perda sekaligus. Pertama Perda AKB nomor 6 tahun 2020 karena tidak menggunakan masker saat berada di luar rumah. Kedua, terkait  Perda Nomor 12 Tahun 2016 Kota Payakumbuh tentang pencegahan, penindakan, dan pemberantasan penyakit masyarakat (pekat), karena kedapatan membawa miras jenis tuak.

Kepala Satpol PP dan Damkar Kota Payakumbuh, Devitra mengatakan, warga yang tertangkap ini mengaku membawa tuak itu dari Belubus, Kabupaten Limapuluh Kota dan akan dibawa ke Labuah Basilang. Rencananya, tuak enam jeriken besar itu akan dijual di beberapa titik di Kota Payakumbuh.

“Jadi, pengendara sepeda motor ini ada dua perda yang dilanggarnya. Untuk Perda AKB, tadi dia memilih sanksi administrasi dengan membayar denda sebesar Rp 100 ribu, tapi penegakan Perda 12 Tahun 2016 tetap kita laksanakan. Pelaku akan kita tuntut ke pengadilan karena telah tertangkap tangan membawa minuman keras, jumlahnya lumayan banyak pula,” kata Devitra.

Disampaikan Devitra, pihaknya tidak main-main dalam penegakan Perda nomor 12 tahun 2016 terkait pekat untuk memproses secara hukum dengan membawanya ke Pengadilan. Terbukti, hampir setiap kasus pelanggaran pekat di Payakumbuh berujung putusan inkrah di PN Payakumbuh dengan sanksi beragam baik denda maupun kurungan.

Sementara itu, razia pelanggar Perda AKB yang dilakukan pada Sabtu (24/10), ada sebanyak 54 orang terjaring. Enam di antaranya memilih sanksi administrasi dengan membayar denda dan sisanya melakukan kerja sosial membersihkan jalan dengan dipakaikan rompi.

Salah satu warga, Tari kepada media menyampaikan apresiasi kepada petugas Covid-19 atas razia yang dilakukan tersebut. Menurutnya, operasi yustisi ini tak hanya dapat melawan Covid-19, juga melawan bentuk pelanggaran terhadap Perda lainnya, termasuk Perda penyakit masyarakat.

“Mantap ini pak, udah ndak pakai masker malah bawa tuak lagi. Rusak kampung kita sama aksi orang seperti ini, kami selaku warga menyampaikan terimakasih atas penegakan Perda yang dilakukan Satgas Covid-19. Jangan biarkan Covid-19 menyebar dan maksiat merajalela,” ungkapnya kepada Tim penegak hukum yang ada di Payakumbuh. (us)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional