Close

Tak Mau Bayar Retribusi, Pedagang dan Mitra Ditindak, Disdag Kota Padang Optimis Capai Target PAD Rp12,6 M

PENYEGELAN TOKO— Sejumlah toko di Pasar Alai, Pasar Tanah Kongsi, Pasar Lubuk Buaya, Pasar Ulak Karang dan pasar-pasar satelit di Kota Padang disegel tim Disdag Kota Padang. Penyegelan dilakukan karena penunggakan retrtibusi dan sudah dilayangkan Surat Peringatan l, 2 dan 3 tapi tidak diindahkan pemilik toko. Ada sekitar 27 petak toko yang disegel petugas.

KHATIB METRO–Capaian penerimaan retribusi Dinas Per­da­ga­ngan (Disdag) Kota Padang meningkat dua tahun ter­akhir. Pasalnya  menjelang berakhirnya tahun 2021, capaian penerimaan retri­busi Disdag Kota Pa­dang sampai awal Desem­ber sudah tercatat sebesar Rp9,1 miliar lebih atau sebesar 72,21 persen.  

Menurut Kepala Disdag Kota Padang, Andree Alga­mar, pada tahun 2019 lalu capaian penerimaan retri­busi dari Disdag berada di urutan 16 dari 16 Orga­nisasi Perangkat Daerah (OPD) penghasil PAD. 

“Sementara pada ta­hun 2020 urutan capaian retribusi kami berada di urutan 9 dari 16 OPD, dan tahun 2021 yang akan ber­akhir ini kami berhasil naik ke urutan 6 dari 16 OPD yang menghasilkan PAD di Kota Padang,” kata An­dree, Jumat (10/12).

Mantan Kasat Pol PP Kota Padang itu menam­bahkan, peningkatan ca­paian penerimaan retribu­si tersebut salah satunya disebabkan karena pera­lihan pemungutan pemba­yaran retribusi manual ke sistem online. Seperti peng­gunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang bekerjasama dengan perbankan. 

Andree Algamar Kepala Disdag Kota Padang.

Andree merinci, jumlah retribusi yang dikelola oleh Disdag di antaranya retri­busi jasa umum, retribusi jasa usaha, retribusi peri­zinan tertentu, retribusi daerah, dan PAD sah lain­nya. Di antaranya sumber retribusi tersebut, retribusi jasa usaha sebesar Rp 4,8 miliar lebih sampai awal Desember. 

“Penyumbang PAD dari retribusi jasa usaha be­rasal dari retribusi bulanan sebesar Rp1,5 miliar, piu­tang sebesar Rp 196 juta lebih, retribusi harian sebe­sar Rp2,5 miliar lebih, dan retribusi penyediaan kakus umum sebesar Rp 606 juta lebih,” ulas  Andree Alga­mar yang juga Ketua Purna Paskibraka Indonesia ( PPI) Sumbar itu.

Di sisi lain, Andree me­nyebutkan, sumber PAD lainnya berasal dari retri­bu­si jasa umum yang saat ini mencapai sebesar Rp245 juta lebih dan sudah melebihi target yang dibe­bankan yakni sebesar Rp 197 juta lebih. 

“Pendapatan itu diteri­ma dari retribusi layanan tera atau tera ulang yang meliputi retribusi timba­ngan, anak timbangan, ukuran panjang, takaran, pompa ukur BBM, flow me­ter, dan lainnya,” terang­nya.

Kemudian, kata An­dree capaian penerimaan PAD dari retribusi perizi­nan tertentu sampai awal Desember 2021 tercatat sebesar Rp22 juta lebih yang didapatkan dari retri­busi izin tempat penjualan minuman beralkohol golo­ngan B dan C. 

“Selanjutnya penda­patan dari retribusi hasil kerjasama pemanfaatan BMD sampai awal bulan Desember ini yakni sebe­sar Rp 4 miliar lebih dari target yang dibebankan yakni sebesar Rp4,093 mi­liar,” kata Andree.

Lebih lanjut, Disdag optimis capaian peneri­ma­an retribusi sampai akhir tahun bisa sedikit menca­pai target yang dibe­bankan pada tahun 2021 yakni sebe­sar Rp 12,6 miliar lebih. 

Ia menegaskan, salah satu langkah untuk men­dekati target retribusi ter­se­but yakni dengan mem­be­rikan tindakan tegas bagi pedagang maupun mit­ra yang tidak mau mem­bayar retribusi yang sudah men­ jadi kewajiban mereka. 

“Contohnya adalah be­berapa hari yang lalu kami menyegel puluhan toko yang berada di pasar yang mana pemilik toko tersebut menunggak pembayaran retribusi mereka,” tutup Andree yang juga meru­pakan Ketua Pengcab PGSI Padang ini. (hen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top