Menu

Tak Jera, Pemalak Sopir Angkot masih Beroperasi

  Dibaca : 274 kali
Tak Jera, Pemalak Sopir Angkot masih Beroperasi
PREMAN DIAMANKAN— Dua preman yang kerap memalak sopir angkot di kawasan Pasar Raya diamankan personel Sabhara Polresta Padang yang sedang berpatroli.

PADANG, METRO
Meski pihak kepolisian telah menangkap belasan preman yang diduga terlibat dalam aksi pemalakan sopir angkot di kawasan Air Mancur, Pasar Raya, Padang, ternyata belum memberikan efek jera bagi preman lainnya. Buktinya, dua preman yang diduga melakukan pungutan liar terhadap sopir-sopir angkot di kawasan Pasar Raya Padang kembali ditangkap, Minggu sore (20/9).

Jajaran Polresta Padang menangkap dua preman tersebut karena kepergok sedang melakukan pemalakan sopir angkot dengan modus menjual makan dan minuman.

Saat mengetahui kedatangan personel Sabhara yang sedang patroli di kawasan itu, kedua preman berinisial AJ (43) dan Ip (31) sempat berusaha melarikan diri. Namun, keduanya langsung dikejar hingga berhasil diamankan. Setelah itu, kedua preman itu dibawa menggunakan mobil patroli Sabhara ke Polresta Padang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolresta Padang AKBP Imran Amir mengatakan, dari hasil penangkapan dua preman pemalak itu, pihaknya menyita barang bukti berupa uang tunai hasil pemalakan terhadap sopir angkot serta beberapa jenis makanan dan minuman yang digunakan sebagai modus memalak.

“Untuk AJ diamankan di Simpang Mulia Pasar Raya Padang dan Ip yang diamankan di kawasan Air Mancur Pasar Raya Padang. Preman-preman ini sering memeras di kawasan Pasar Raya Padang. Sasarannya pengemudi Angkutan kota (Angkot) dan juga masyarakat yang memiliki mobil pribadi,” kata AKBP Imran Amir.

Dijelaskan AKBP Imran, beragam modus mereka melakukan pungli, di antaranya dengan menggunakan pengharum ruangan yang disemprotkan ke dalam mobil, kemudian mereka meminta sejumlah uang kepada pengemudi. Lalu, mereka juga menjual makanan serta minuman, kemudian mereka memaksa pengemudi angkot atau mobil pribadi untuk membeli.

“Mereka juga memberikan harga yang tinggi untuk makanan dan minuman yang dijual tersebut. Masyarakat yang merasa resah dengan ulah ‘preman tukang palak’ ini akhirnya melaporkan ke kami. Laporan itu langsung kami respon dengan melakukan penindakan,” ungkap Imran.

Dijelaskan AKBP Imran Amir, dalam sepekan ini, jajarannya telah mengamankan belasan orang preman yang di duga telah melakukan aksi premanisme berupa pemalakan di kawasan Pasar Raya Padang. Sebelumnya Rabu (16/9) diamankan sebanyak empat orang.

“Selanjutnya, senin (14/9) diamankan sebanyan 13 orang, jadi total hingga saat ini telah 19 orang diamankan dan namanya telah kami data oleh Satreskrim Polresta Padang,” ujar AKBP Imran.

AKBP Imran menuturkan, terkait penanganan perkaranya, mereka dilakukan pendataan dan pemeriksaan oleh penyidik. Jika terbukti melakukan tindak pidana, maka akan diproses huku. Namun, jika tidak terbukti, akan dilakukan pembinaan, kemudian langsung diminta untuk pulang dan tidak kembali ke lokasi untuk melakuan perbuatan yang sama.

“Kami tidak akan tanggung-tanggung dalam memberantas yang namanya premanisme yang di nilai sangat meresahkan masyarakat. kepada masyarakat diharapkan, apabila menemukan adanya hal-hal yang berbau premanisme agar melaporkan kepada Kepolisian terdekat,” tukas AKBP Imran. (r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional