Menu

Tak Ingin Mati Konyol, Patuhi Protokol Kesehatan

  Dibaca : 462 kali
Tak Ingin Mati Konyol, Patuhi Protokol Kesehatan
AWASI—Kepala UPT PKB Dishub Padang Muswaldi, awasi para sopir untuk menjalankan protokol kesehatan Tim Gugus Tugas Covid-19 sebelum masuk areal KIR.

PADANG, METRO
Memasuki Masa Tatanan Normal Baru Produktif (New Normal) dan Aman Covid-19 pasca berakhirnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), para pemilik kendaraan dan sopir mendukung langkah Dinas Perhubungan Padang untuk menjalankan protokuler kesehatan tim Gugus Tugas Covid-19. Buktinya, sejak sepekan lalu ditetapkanya New Normal dan Aman Covid-19, wajib naik sekitar 35 hingga 40 persen, jika dibandingkan bulan lalu sangat menurun.

“Alhamdulillah, proses uji KIR di UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Dinas Perhubungan Kota Padang yang dilakukan melalui protokul atau protap kesehatan tim Gugus Tugas Covid-19 dapat membentengi, para sopir dari virus,” ujar Aciak (51), sopir truk trayek Padang-Jakarta kepada POSMETRO. kemarin.

Dikatakan Aciak, bahwa pentingnya menjaga kesehatan dan menjalankan protap kesehatan yang sudah dianjurkan, bagi kami sangatlah mutlak sekali. “Kami tak ingin mati konyol. Apalagi pemerintah saat ini sedang gencar gencarnya melakukan sosialisasi, seperti yang dilakukan pihak Unit Pelaksana Teknis , Pengujian Kendaraan Bermotor (UPT PKB) Dishub Padang.

Sebelum kendaraan masuk ke areal pengujian, sopir harus turun untuk mencuci tangan dan memakai masker. Selain itu kendaraanpun disemprot dengan cairan kimia atau disinfektan. Seluruh kendaraan dan para sopir melalui protokol kesehatan Tim Gugus Tugas Covid-19.

“Itupun setiap kali pergerakan kendaraan selalu diawasi oleh petugas KIR, sehingga kami merasa aman jadinya. Kami mendukung apa yang dilakukan oleh pihak Dishub Padang,” beber Aciak.

Sementara itu Syahrial (56), pemilik kendaraan mengaku mendukung kegiatan itu. Sejak dua bulan lalu, kami tak bias berbuat apa apa. Namun setelah adanya New Normal, barulah bias begerak sedikit. Makanya pada KIR saat ini, terlihat ada peningkatkan jumlah kendaraan yang uji KIR.

“Meski demikian, yang anamnya aturan memang tetap dijalankan. Jika tak layak uji KIR, yach,,, harus melengkapi persyaratannya,” tandas Syahrial, warga Kecematan Pauh ini.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Padang, Ir Dian Fakri MSP, didampingi Sekretaris Dishub Padang Yudi Indra Syani S.SiT, MT dan Kepala UTD PKB Muswaldi kepada POSMETRO mengatakan, memasuki tatanan normal baru produktif ini, kenaikan wajib uji KIR saat ini naik sekitar 35 hingga 40 persen. Namun saat PSBB dilakukan yang sempat diperpanjang, hampir dikatakan nyaris lengang.

Sebenarnya, uji KIR ini wajib bagi setiap kendaraan. Menjamin kelayakan kendaraan yang beroperasi harus lulus uji berkala atau KIR yang dilakukan sekali 6 bulan. Uji KIR sendirii dilakukan pemerintah lewat Kementerian Perhubungan, namun pada praktiknya masih ada saja pemilik mobil yang lalai. “Hal ini tentu bisa membahayakan pengendara lain di jalan, karena mobil yang tidak diuji KIR berpotensi mengalami masalah dan bisa menimbulkan kecelakaan,” sebutnya.

Ditambahkan Kepala UPT PKB Dishub Padang Muswaldi, dalam uji KIR kendaraan akan di beberapa bagian penting seperti lampu, emisi gas buang, sistem kemudi, kaki-kaki, speedometer, sistem pengereman, kelayakan ban, kaca, klakson dan keadaan mobil yang wajib tidak boleh dimodifikasi. Peraturan uji KIR tertuang dalam Undang-Undang No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Pasal 53 ayat 1.

Perpanjangan uji berkala selanjutnya setelah uji KIR perdana dilakukan 6 bulan dan dilakukan terus menerus setiap 6 bulan sekali. Sanksi bagi yang lalai uji kir diatur dalam UU LLAJ pasal 76 ayat 1.

“Setiap orang yang melanggar ketentuan pasal uji berkala dikenakan sanksi administratif, berupa peringatan tertulis, pembayaran denda, pembekuan izin, dan pencabutan izin”.

Sementara sanksi bagi pemilik kendaraan berupa dicabutnya sertifikat kompetensi dan tanda kualifikasi teknis penguji kendaraan bermotor. Jadi sangat jelas kegunaan KIR ini. “Dan saat ini di UPT PKB Disbhub Padang jika melalui KIR akan ada protap kesehatan yang telah ditetapkan tim Gugus Tugas Covid-19,” tegas Muswaldi. (ped)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional