Menu

Tak Didanai Pemprov, Laboratorium Unand Butuh Donasi, GWA Kawal Covid-19 Sumbar Galang Dana Gubernur Tak Melarang

  Dibaca : 159 kali
Tak Didanai Pemprov, Laboratorium Unand Butuh Donasi, GWA Kawal Covid-19 Sumbar Galang Dana Gubernur Tak Melarang
GALANG DONASI— Laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi FK Unand menggalang donasi setiap pengambilkan swab.

PADANG, METRO–Laboratorium Pusat Diag­nostik dan Riset Pe­nyakit Infeksi Fakultas Ke­dokteran Universitas An­dalas (Unand) yang selama pandemi Covid-19 ini me­lakukan pengujian spesi­men swab terpaksa meng­ga­lang donasi untuk setiap pengambilan swab agar tetap bisa beroperasi.

Hal itu, disebabkan, la­bo­ra­torium pimpinan Dokter Andani Eka Putra tersebut tidak lagi men­dapatkan pendanaan dari Pemprov Sumbar. Sontak saja, melihat kondisi labo­ratorium yang berperan penting dalam pena­nga­nan Covid-19 yang se­dang kesulitan dalam pen­da­naan, membuat ber­bagai pihak ikut berpartisipasi menggalang dana.

Yul Akhyari Sastra

Grup Whatsapp (GWA) Kawal Covid-19 Sumatra Barat (Sumbar) salah satu­nya yang spontan mem­buka donasi untuk mem­bantu laboratorium Unand itu. Mereka sedih dan ter­ketuk hati setelah menge­tahui, laboratorium yang dipimpin Dr Andani Eka Putra itu harus kesulitan dalam hal pendanaan.

Para inisiator dan ang­go­ta GWA yang sejak awal pandemi mengawal pe­na­nganan Covid-19 Sum­bar itu, terdiri dari para aka­de­misi, politisi, profesional,  tokoh masyarakat, penyin­tas Covid-19, kepala da­erah dan jurnalis.

“Seingat saya waktu talk show di Padang TV, jawaban dari pemprov, mereka tidak bisa meng­anggarkan karena ter­ben­tur aturan dari Kemenkes. Saya mau jawab bahwa Labor Unand itu tidak bera­da di bawah Kemenkes. Tapi sudahlah jika memang tidak ada niat, mari kita badoncek (kum­pulkan do­nasi, red) saja,” ujar Yul Akhyari Sastra, salah se­orang inisiator GWA Kawal Covid-19 Sum­bar.

Padahal, terang dia, Laboratorium FK Unand setiap hari selalu me­merik­sa ribuan sampel swab yang dikirim oleh peme­rintah daerah di ka­bu­pa­ten/kota. Hasil pe­me­rik­saan sampel swab tersebut di­butuhkan untuk menge­tahui masyarakat yang terpapar Covid-19 sehing­ga bisa langsung menjalani isolasi.

“Alhasil, mata rantai penularan Covid-19 di Sum­­­­bar bisa terputus. Na­mun, sejak tahun ini, dana ban­tuan dari Pemprov un­tuk laboratorium tidak ada lagi.  Saya tidak ingin me­nya­lahkan siapa pun da­lam hal ini. Tapi sebagai bagian dari masyarakat, dirinya ber­sama rekan-rekan yang lain yang terga­bung dalam Tim Kawal Covid-19 Sumbar tergerak untuk membantu Labo­ratorium FK Unand,” ujar­nya.

Pihaknya pun hari ini membuka donasi untuk membantu biaya peme­rik­saan swab di Laboratorium FK Unand. Sejak dibuka siang tadi hingga sore ini sudah terkumpul dana Rp60 juta. Dia pun menga­jak masyarakat, perantau, dan diaspora Minang untuk membantu memberikan donasi.

“Kita ingin sampaikan ini adalah gerakan moril karena labor ini sangat vital bagi penanganan Co­vid-19 di Sumbar. Kita tidak bisa bayangkan kalau labor ini tutup, bagaimana pena­nganan Covid-19 di Sum­bar,” jelas Yul.

Dikatakan Yul, bagi ma­syarakat yang ingin mem­bantu, bisa mengirimkan uang lewat nomor rekening 111008888667 atas nama Sari Lenggogeni via Bank Mandiri. Bantuan yang ter­kumpul akan diberikan ke­pada pihak laboratorium. “Insyaalah bantuan yang terkumpul akan kita per­tanggungjawabkan,” ujar­nya.

Bahkan, Yul juga akan berkoordinasi dengan be­berapa mahasiswa untuk turun ke jalan mengum­pulkan donasi yang akan diberikan ke laboratorium itu. “Kumpulkan koin ban­tuan untuk Laboratorium Unand,” imbuhnya.

Salah seorang member GWA Kawal Covid-19, Zikri Alhadi menyebutkan sebe­nar­nya Laboratorium Unand di bawah Kemen­dik­bud Ristek. Mekanisme pembiayaan, sebetulnya bisa saja dari pemda atau pihak lain yang mengacu pada regulasi yang ada.

Akademisi Unand An­dri Rusta mengatakan, da­lam kondisi darurat saat ini tidak ada gunanya lagi diskusi untuk membantu la­boratorium itu. “Lang­sung saja penggalangan donasi lagi. Kasihan nakes dan dokter-dokter kita,” imbuhnya.

Gubernur Tak Larang Penggalangan Donasi

Gubernur Sumbar, Mah­­­yeldi Ansharullah me­nga­takan, dirinya tidak bisa melarang orang yang mau menggalang donasi.  Na­mun, terkait Pemprov Sum­bar, Mahyeldi mene­gas­kan, surat dari FK Unand me­mang sudah ma­suk Juli 2021 untuk per­mintaan bantuan angga­ran.

“Ada Rp34 miliar tidak salah jumlah permin­taan­nya. Diproses setelah di­evaluasi oleh Inspektorat nantinya.  Anggarannya sesuai permintaan. Kan sifatnya bantuan. Ya untuk tahun 2021. Sama seperti tahun 2020 lalu, direa­lisa­sikan tahun 2021 se­hingga menjadi utang yang dil­u­nasi,” ucapnya.

Mahyeldi juga me­ne­gaskan, prosesnya cepat atau lambat cairnya dana bantuan tersebut nanti ter­gantung anggarannya.  Mah­yeldi juga men­jelas­kan ter­kait anggaran ban­tuan sebesar Rp5 miliar untuk FK Unand yang diba­has oleh DPRD Sumbar, ternyata Rektor Unand dan termasuk dr Andani sendiri terlibat dalam pemba­ha­san.

“Dokter Andani nya juga hadir waktu pemba­hasan kok. Semuanya me­lalui mekanisme. Semua­nya ada rapat dan pem­bicaraan dengan pihak ter­kait,” ungkap Mahyeldi.

“Jadi mau mau minta ke sana kemari silahkan. Orang mau minta kok. Ke­pada kita juga minta kok. Selama ini kita juga beri bantuan juga. Semuanya kita bantu tidak ada yang tidak peduli. Tapi ada me­kanisme. Kita bertemu Rek­tor Unand, Dekan Ke­dok­teran Unand juga hadir. Semuanya ikut. Kita sam­paikan semuanya. Kita ikut dalam pembahasan dan jadi kesepakatan ber­sama,­” tegas Mahyeldi.

Mahyeldi men­g­ingat­kan juga, kalau ada yang menilai dirinya be­kerja tidak peduli, tidak per­ha­tian silahkan saja publik menilai. “Kita juga tidak tidak akan menyangkal. Banyak kepala daerah dan dinas yang berurusan hu­kum ketika terkait dana bencana. Tentu ini juga  menjadi pembahasan dan jadi diskusi kita,” tegasnya.

“Kalau ada cara lebih cepat dan lebih baik tidak apa-apa kok. Seandainya apa yang dilakukan dib­i­carakan bersama, teman te­man di pemerintah da­erah kan juga manusia. Se­muanya bertang­gungja­wab kok, OPD ­berhari-ber­malam rapat. Kalau ada yang kurang-kurangnya sebagai manusia tentu ada kurangnya. Tentu yang kurang ini harus disem­purnakan,” ujarnya.

Ketua DPD RI Berharap Laboratorium Unand Di­dukung

Ketua DPD RI, AA LaN­yalla Mahmud Mattalitti, memberikan apresiasi ke­pada Laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Pe­nyakit Infeksi Fakultas Ke­dokteran Universitas An­dalas (Unand) yang tetap bekerja optimal meski da­lam kondisi terbatas.

Laboratorium Unand terpaksa menggalang do­nasi untuk setiap pengam­bilan swab lantaran tidak adanya anggaran.

“Betuk kepedulian yang diperlihatkan Labo­rato­rium Unand sangat luar biasa. Layak mendapat apresiasi. Meski dalam keterbatasan dana, se­mangat mereka tidak per­nah kendor,” kata LaN­yalla, Selasa (3/8/2021).

Senator asal Jawa Ti­mur itu berharap keseriu­san dan kerja keras labora­torium Unand bisa men­da­patkan dukungan.

“Stakeholder terkait ha­rus bisa melihat potensi yang dimiliki laboratorium Unand. Lab ini dapat di­mak­simalkan untuk mem­bantu mencegah penu­laran Co­vid-19,” terang­nya.

Laboratorium Unand harus menggalang donasi untuk memenuhi biaya untuk barang-barang con­su­mables. Seperti filter tip, tabung dan cup-cup.

“Mudah-mudahan ada kebijakan yang dapat me­ringankan beban lab. Se­hingga kinerja mereka lebih maksimal,” ujar man­tan Ketua Umum PSSI itu.

Sebelumnya, labo­rato­rium Unand  mendapat ang­garan sebesar Rp20 miliar dari Pemprov. Lab ini juga mendapatkan ang­garan dari DPRD sebesar Rp5 miliar. Namun, sejak Januari 2021 anggaran ter­sebut dihentikan.

“Mungkin ada fokus lain yang dilakukan pem­prov. Kita bisa pahami kon­disi tersebut. Namun, kita berharap ada kebijakan lain yang bisa membantu lab,” tuturnya. (fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional