Menu

Tak Ada Biaya, 18 Anggota Gafatar asal Sumbar Sulit Pulang

  Dibaca : 580 kali
Tak Ada Biaya, 18 Anggota Gafatar asal Sumbar Sulit Pulang
LUSTRASI— Aksinasi Covid-19.

Logo Gafatar
PADANGPARIAMAN, METRO–Sebanyak 18 anggota ormas Gafatar asal Nagari Kapalo Hilalang, Kecamatan 2X11 Kayutanam, Padangpariaman yang tinggal di Camp Gafatar Kalimantan Tengah, kemarin, menyatakan keinginan kembali ke Padangpariaman. Namun keinginan tersebut mengalami kendala.

“Mereka mengalami ketiadaan biaya perjalanan untuk kembali dari Kalimantan Tengah ke Padangpariaman, menjadi penyebab 18 orang tersebut masih bertahan. Diketahui, 18 masyarakat Nagari Kapalo Hilalang menetap di Camp ormas Gafatar di Desa Tengkehen, Kecamatan Banama, Kabupaten Pulang Pisau Palangkaraya, Kalimantan Tengah,” kata Wali Nagari Kapalo Hilalang Taufik, kepada POSMETRO, kemarin.

Dijelaskan Taufik, awalnya pemerintah nagari tidak mengetahui informasi pasti keberangkatan 18 orang warganya yang bergabung dengan ormas Gafatar ke Kalimantan. Minimnya informasi disebabkan oleh keluarga yang masih tertutup memberikan informasi.

Namun, belakangan keluarga mulai terbuka setelah  ada komunikasi keluarga di kampung dengan warga yang pindah ke Kalimantan. Diperkirakan, 18 orang masyarakat Nagari Kapalo Hilalang yang bergabung dengan ormas Gafatar Padangpariaman diperkirakan telah berada di Kalimantan sejak Juni 2015 yang lalu.

”Awal keberangkatannya tidak terlalu tahu persisnya kapan, awal-awalnya keluarga agak tertutup saat kita tanya-tanya. Namun selang setelah itu, komunikasi lancar, dan ketika itu salah seorang anak anggota Gafatar melaporkan ke nagari bahwa warga kita yang di sana ingin pulang, namun tidak ada uang,” jelasnya.

Ditambahkan Taufik, saat ini, kondisi masyarakat anggota Gafatar tersebut sangat memprihatinkan. Tidak hanya mengalami kekurangan makanan, namun juga mengalami gangguan kesehatan. Meskipun tidak mendapat penolakan secara fisik oleh masyarakat sekitar camp Gafatar, namun masyarakat setempat memboikot membeli hasil perkebunan dan ladang hasil garapan pengikut Gafatar di sana.

”Dulu mereka (anggota Gafatar) hidup dari pertanian di kebun dan ladang yang mereka garap, kini kondisi di sana semakin sulit bagi warga, karena hasil kebun diboikot, warga tidak mau membeli hasil kebun karena mereka anggota Gafatar, tentu jika tidak dibeli tidak ada uang untuk membeli kebutuhan pokok lain,” ulasnya lagi.

Taufik mewakili keluarga anggota Gafatar berharap dukungan dan pemulangan warganya yang terlantar di camp Kalimantan itu. Sebelum mengajukan proposal permohonan bantuan dana pemulangan anggota Gafatar asal Kapalo Hilalang, ia mengaku telah melaporkan persoalan tersebut kepada Wakil Bupati Padangpariaman, Suhatri Bur.

”Saya sudah laporkan ke pak wakil bupati, didukung kita dan diarahkan untuk mengajukan permohonan bantuan melalui Baznas Padangpariaman sembari dilakukan pengkajian untuk pemulangan warga kita disana. Soal waktu pemulangan, kita harapkan dapat dilaksanakan secepatnya, makin cepat makin baik,” pintanya.

Wakil Ketua Baznas Padangpariaman, Baharkirman ketika dikonfirmasi POSMETRO mengaku telah menerima surat permohonan Wali Nagari Kapalo Hilalang untuk bantuan dana pemulangan masyarakat yang tergabung ormas Gafatar di Kalimantan Tengah itu. Terkait dengan pemulangan masyarakat, ia mendukung agar dapat dilakukan secepatnya.

Menurut Baharkirman, permohonan yang diajukan akan diproses sesuai dengan SOP Baznas dan melakukan koordinasi dengan instansi terkait seperti, Muspina nagari Kapalo Hilalang, Dinas Sosial, Kanwil Kamenag Padangpariaman, MUI Padangpariaman dan Polres Padangpariaman.

“Suratnya sudah, selanjutnya diproses sesuai ketentuan. Kemudian, untuk pemulangan tentu dikoordinasikan dengan instansi terkait, seperti wali nagari, Dinas Sosial, MUI, Kakanwil Kemenag dan kepolisian. Kita inginkan secepatnya,” ujarnya.

Menurut Bahar, bantuan dana pemulangan harus dikelola oleh keluarga atau perwakilan yang melakukan penjemputan ke Kalimatan, bukan diserahkan atau ditransfer ke anggota Gafatar di Kalimatan agar terakomodasi dengan baik.

Dalam 18 orang Gafatar asal Kapalo Hilalang, 2 orang merupakan pengurus utama ormas DPD Gafatar Padangpariaman, yang memiliki peranan kuat dalam melakukan perekrutan anggota ormas Gafatar di Padangpariaman.
Terpisah, Wakil Bupati Suhatri Bur mengatakan, Pemkab mendukung upaya pemulangan masyarakat Nagari Kapalo Hilalang kembali ke Padangpariaman. Percepatan pemulangan diperlukan untuk menghilangkan pengaruh idiologi Gafatar yang diketahui mengakar itu.

”Saya sudah dapat informasi dari wali nagari. Sementara ini kita arahkan untuk mengajukan permohonan melalui Baznas Padangpariaman, selanjutkandi lakukan koordinasi terkait dengan rencana pemulangan ini,” jelasnya.

Sebagai langkah awal, Pemkab atau pemerintah nagari sebelum dilakukan proses penjemputan, terlebih dahulu melakukan klarifikasi atau pengecekan ke lokasi camp untuk memastikan keberadaan dan kondisi 18 warga Padangpariaman itu. Setelah dilakukan klarifikasi, setelah itu baru dilakukan penjemputan.

Menurut Suhatri Bur, paska pemulangan anggota Gafatar harus memiliki treatment lanjutan. Bukan sekadar mengsyahadatkan kembali saja. Pensyahadatan kembali 18 orang pengikut Gafatar harus dibarengi dengan pembinaan aqidah berkelanjutan agar masyarakat tersebut tidak kembali bergabung dengan ormas Gafatar. Ia juga meminta masyarakat dilingkungan tempat tinggal anggota Gafatar untuk tidak mengucilkan setelah kembali ke kampung halaman. (efa)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional