Close

Tahun ini Dikucurkan Rp25 Miliar, Pemko Padang Bangun Jalan Lingkungan Sepanjang 67 Km

JALAN LINGKUNGAN— Salah satu pengerjaan jalan lingkung didaerah Kelurahan Piai Tangah, Kecamatan Pauh beberapa waktu lalu. Saat ini Pemko Padang terus menjalankan program jalan lingkungan sebagai proyek strategis. Total keseluruhan perbaikan jalan lingkung dalam lima tahun ini, sepanjang 67 km.

SUDIRMAN, METRO–Pemerintah Kota Padang terus menjalankan program jalan lingkung (jaling), yang merupakan pekerjaan infras­truk­tur strategis dengan mengu­payakan semua jalan lingkungan dilakukan betonisasi. Bahkan proyek ini masuk Rencana Pem­ba­ngunan Jangka Menengah (RPJM) Kota Padang 2020 – 2025.

Untuk tahun 2020, su­dah dilaksanakan pemba­ngu­nan jalan lingkung sepan­jang 21 km. Untuk tahun 2021 pembangunan jalan lingkung dilaksanakan se­panjang 15 km. Total ke­seluruhan perbaikan jalan lingkung dalam lima tahun ini, sepanjang 67 km.

“Berdasarkan rencana strategis (renstra), pada 2021 sepanjang 15 km terse­bar di seluruh kecamatan yang terbagi dalam 13 paket kegiatan. Total ang­garan yang kita kucurkan tahun ini sebesar Rp25 miliar,” kata Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawa­san Pemukiman dan Perta­nahan  Kota Padang Tri Hadiyanto melalui Kabid Prasarana Umum (PSU) Marzuki, Jumat (12/11).

Marzuki menjelas­kan, sumber pendanaan untuk pembangunan jalan ling­kung berasal dari APBD yang dialokasikan ke Dinas Perkim Kota Pa­dang. ”Ke­mudian ditambah dari dana pokok pikiran (pokir) Anggota DPRD Padang. Bah­kan ada juga sum­ber­nya dari dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) DPRD Sumbar,” katanya.

Lokasi perbaikan jalan lingkung ini, sebut Marzuki berasal dari usulan ang­gota dewan dan usulan masyarakat. Pekerjaan ma­s­ing-masing paket kegia­tan dibagi per kawasan, bukan per kecamatan. Hal ini dila­kukan untuk memudahkan rekanan untuk bekerja. Selain itu juga Perkim Pa­dang lebih mudah dalam melakukan pengawasan.

“Ada tiga sumber dana untuk perbaikan jalan ling­kung ini. Dari APBD dan dari Pokir Anggota DPRD Padang. Juga ada Pokir Anggota DPRD Sumbar yakni,  Rahmat Saleh dan Maigus Nasir melalui dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK),” terangnya.

Pihaknya memper­kira­kan, rata-rata, awal De­sember pekerjaan proyek tersebut selesai awal Desember. Namun untuk keseluruhan, akhir De­sember sudah selesai se­mua paket pekerjaan.

Namun begitu, Perkim Padang tetap memper­hatikan kualitas beton ser­ta metode pekerjaan se­suai dengan aturan yang ada. Agar ketahanan nya lebih lama dengan mutu pekerjaan yang mumpuni, serta tidak berdampak ne­gatif nantinya.

“Pekerjaan agak ter­lam­bat karena ada aturan baru. Sebenarnya Maret sudah kita lelang paketnya, karena aturan baru ini semua paket kegiatan kita lelang ulang pada Juni. Se­hingga pertengahan Agus­tus selesai proses lelang dan langsung bekerja,” ulas Marzuki.

Di sisi lain, ia juga me­minta kesadaran masyara­kat untuk menjaga jalan lingkung yang sudah di­per­baiki. “Dalam artian, jalan lingkung yang baru selesai dikerjakan, jangan dilewati dulu. Karena jang­ka waktu beton kering seki­tar 28 hari. Kurang dari jangka waktu tersebut, jal­an beton bisa mengalami keru­sakan apa­bila dilewati ma­sya­rakat,” pungkasnya. (hen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top