Menu

Tahun Ajaran Baru, Sekolah Terapkan Protokol Kesehatan

  Dibaca : 369 kali
Tahun Ajaran Baru, Sekolah Terapkan Protokol Kesehatan
PROTOKOL KESEHATAN DI SEKOLAH— Sekolah-sekolah di Padang sudah mengikuti aturan protokol kesehatan di masa kenormalan baru ini untuk mencegah penularan Covid-19.

KAYU KALEK, METRO
Meski pembelajaran tatap muka belum diterapkan di Kota Padang, namun kegiatan di sekolah di tahun ajaran baru di masa pandemi Covid-19 ini, berbeda dibanding biasanya. Sejumlah sekolah di Padang telah menerapkan protokol kesehatan sesuai Perwako Nomor 49 Tahun 2020 tentang Pola Hidup Baru Dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Pantauan POSMETRO Selasa (14/7), protokol kesehatan yang disediakan sekolah itu antara lain wastafel, thermo gun, hand sanitizer, sabun cair, alat penyemprotan, face shield dan masker. Peralatan protokol kesehatan ini berada tidak jauh dari pintu masuk kelas. Kecuali masker dan face shield yang langsung dipakai guru dan karyawan sekolah.

Jumlah peralatan protokol kesehatan tersebut beraneka ragam di sekolah. Ada yang jumlahnya dua unit seperti tempat cuci tangan, alat ukur suhu dan lain sebagainya.
Penyediaan protokol kesehatan ini, dalam rangka mencegah penyebaran virus corona di sekolah, sehingga PBM bisa berjalan aman.

Kepala SMPN 26, Reflijon mengatakan, di sekolah tersebut, peralatan protokol kesehatannya sudah lengkap tersedia. Baik itu bagi gurunya maupun untuk siswa sebelum masuk ruangan kelas.

“Bangku dan meja siswa dibuat berjarak antara kanan dan kirinya 1,5 meter dengan jumlahnya setengah dari daya tampung satu lokal,” ujar Reflijon.

Untuk saat ini terangnya, sekolah sedang melaksanakan sosialisasi belajar daring pada anak dan didampingi wali muridnya. Pelaksanaan sosialisasi akan berlangsung tiga hari ke depan. “Kita membagi jumlah anak dan wali murid yang datang ke sekolah. Ini diharapkan tidak terjadi penularan Covid-19,” paparnya.

Terpisah, Kepala SMPN 21, Yan Hendrik mengatakan, pihaknya juga telah menyediakan protokol kesehatan di sekolahnya, meskipun saat ini proses belajar tatap muka ditiadakan.

“Alhamdulillah protokol kesehatan kita cukup. Kita juga minta kesadaran wali murid dalam mematuhi dan menjalankannya. Ini demi keamanan dan menghindari penyebaran virus corona,” tandasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Padang, Wismar Pandjaitan mengapresiasi langkah sekolah-sekolah dalam menyediakan protokol kesehatan. Menurutnya, hal itu memang harus diterapkan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di sekolah. “Kita berharap sekolah lainnya juga menyediakan protokol kesehatan,” ujar kader PDI P ini.

Kemudian, Wismar mengharapkan kepatuhan orang tua, siswa, guru dan karyawan sekolah dalam menjalankan protokol kesehatan ini. “Jangan anak disuruh pakai masker, malah gurunya tidak,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, bahwa pembelajaran tatap muka belum diterapkan saat ajaran baru tahun 2020/2021 di Padang. “Kota Padang masih zona orange, belum hijau, makanya bisa dipastikan tetap secara online,” ujar Wawako Padang, Hendri Septa beberapa waktu lalu.

Ia menambahkan, meskipun pembelajaran masih secara online, Dinas Pendidikan Kota Padang sudah menyiapkan sarana prasarana pembelajaran tatap muka. Dengan metode belajar empat jam di sekolah dengan satu shiftnya diikuti 50 persen peserta didik.

“Dengan metode empat jam belajar, satu shift 50 persen dari jumlah belajar. Kemudian, waktu belajarnya hanya dua jam, tiga hari dalam seminggu untuk SMP dan SD,” ungkapnya.

Ia menambahkan, untuk PAUD disiapkan skema pelajaran tatap muka dua kali dalam seminggu. “Ini sudah disiapkan cuma kita tidak berada pada zona yang ditetapkan sesuai arahannya,” tandasnya. (ade)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional