Menu

Tahun 2020, Sumbar Tuan Rumah Miniterial Meeting IMT-GT

  Dibaca : 128 kali
Tahun 2020, Sumbar Tuan Rumah Miniterial Meeting IMT-GT
HADIRI PERTEMUAN—Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno menghadiri pertemuan tingkat Menteri (PTM) IMT-GT ke-25, pada 10 sampai 13 September lalu, di Krabi Thailand. (Ist)

PADANG, METRO – Kehadiran Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno menghadiri undangan pertemuan tingkat Menteri (PTM) IMT-GT ke-25, pada 10 sampai 13 September lalu, di Krabi Thailand berbuah manis. Provinsi Sumbar mendapatkan keistimewaan menjadi tuan rumah Miniterial Meeting IMT-GT Tahun 2020.

Irwan Prayitno menghadiri pertemuan tersebut atas undangan Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian Republik Indonesia. IMT-GT merupakan pertemuan tiga negara terdiri dari Thailand, Malaysia dan Indonesia.

Negara Thailand melibatkan 14 provinsi di bagian selatan Thailand. Yakni, Krabi, Nakhon Si Thammarat, Narathiwat, Pattani, Phattalung, Satun, Songkhla, Trang, Yala, Chumphon, Ranong, Surat Thani, Phang Nga, dan Phuket.

Juga ada Negara Malaysia melibatkan delapan negara bagian di semenanjung Malaysia yakni Kedah, Perlis, Perak, Penang, Selangor, Kelantan, Melaka, Negeri Sembilan. Sedangkan Indonesia melibatkan, 10 provinsi di pulau Sumatra, Indonesia. Yakni, Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Riau, Jambi, Bengkulu, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, dan Lampung.

“Ini sebuah kejutan, kita Sumbar mendapatkan keistimewaan direkomendasikan menjadi tumah rumah pertemuan tingkat menteri IMT ke 26 tahun 2020 nanti. Jelas ini kesempatan untuk Sumbar mengenalkan potensi kita pada tingkat regional,”sebut Irwan Prayitno, Minggu (15/9) di Padang.

Dikatakannya, kehadirannya di Thailand guna memenuhi undangan Menko Bidang Perekonomian. Pertemuan itu sendiri bertujuan menyediakan kerangka kerja regional untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dari provinsi-provinsi anggota IMT-GT. Kerangka kerjasama IMT-GT tidak hanya antar pemerintah saja. Tetapi juga melibatkan pihak swasta untuk berpartisipasi dan memegang peranan penting dalam kerjasama tiga negara ini.

Pertemuan Tingkat Menteri IMT-GT merupakan agenda Rutin IMT-GT yang diselenggarakan setiap tahun. Pertemuan Tingkat Menteri IMT-GT Tahun 2020 merupakan pertemuan yang ke- 25 sejak berdiri dan dimulainya kerjasama IMT-GT Tahun 1993.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno hadir didampingi Sekdaprov Sumbar Alwis, Asisten II Benny Warlis dan Asisten III Nasir Ahmad, Bappeda, Dinas Penanaman Modal, Biro Kerjasama Pembangunan dan Rantau dan Biro Humas Setdaprov Sumbar.

Pertemuan itu guna mengevaluasi capaian kegiatan IMT-GT selama tahun 2018-2019. Penyusunan Rencana Tindak lanjut Arahan Kepala Negara dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) IMT-GT ke-12 bulan Juni 2019 di Bangkok, Thailand.

Dengan mengikuti pertemuan ini, Provinsi Sumbar bisa pengetahui perkembangan pencapaian target Implementation Blue Print IMT-GT, dan Program kerja IMT-GT yang akan dilaksanakan pada tahun 2020. Provinsi Sumbar diharapkan dapat mengambil bagian dari IMT-GT Tahun 2020 dengan mengusulkan rencana kegiatan yang sesuai dengan program kerja dari masing-masing working group dan IMT-GT Blueprint.

Disamping itu, Provinsi Sumbar direncanakan akan menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan rangkaian Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) IMT-GT ke-26 tahun 2020. Peserta PTM IMT-GT ke 25 delegasi IMT-GT dari 34 Provinsi Anggota IMT-GT, kementerian/lembaga terkait dari negara IMT-GT.

Terkait kesiapan menjadi tuan rumah, Gubernur Irwan Prayitno sempat memaparkan tentang beberapa peluang investasi di Sumbar. Diantaranya pariwisata, dengan adanya marine tourism, cultural tourism, dan ecotourism. Membuka peluang investasi untuk private resort, camping ground, hotels, cottages, golf course, marina dan seaside plaza, dan fasilitas lainnya.

Kemudian, energi, peluang investasi untuk pengembangan geothermal, dan hydropower. Perikanan, peluang investasi pada komoditi perikanan seperti tuna, rumput laut, budidaya mutiara, budidaya udang. Serta peluang kerjasama untuk perdagangan dan ekspor, dimana kopi sebagai salah satu komoditi utama.

Sehubungan dengan telah ditandatanganinya MOU on Air Linkages oleh Menteri IMT-GT, dimana Indonesia mengusulkan lima bandara yaitu Medan, Banda Aceh, Padang, Silangit dan Tanjung Pandan, maka Provinsi Sumbar mengkonfirmasi tentang kesiapan Bandara BIM sebagai jalur penerbangan dari Thailand dan Malaysia dan mengusulkan pembukaan rute penerbangan dari Padang (Sumbar) ke Penang (Malaysia) dan beberapa kota lainnya di Thailand.

“Kita juga mengusulkan penambahan jalur wisata bagi wisatawan yang menggunakan cruise dan yacht dari sabang ke Padang. Dengan harapan potensi investasi ini dapat membuka peluang kerjasama kita dengan provinsi-provinsi lain di wilayah IMT-Gt,” ungkapnya.

Hasil IMT-GT

Disebutkannya, dari pertemuan yang dihadirinya di Thailand, ada tiga rekomendasi yang diberikan. Pertama rekomendasi pembentukan dewan bisnis bersama (Joint Bussiness Council), rekomendasi adanya pejabat senior di -IMT GT (Senior Officials’IMT-GT) dan Forum Menteri dan Gubernur (Chief Minister and Governors’ Forum). Masing-masing rekomendasi itu memiliki kesepakatan penting.

Sementara kesepakatan dari pertemuan tingkat menteri terdapat beberapa point, di antaranya mendukung pengembangan Koridor Ekonomi untuk meningkatkan sector pertanian, industry dan pariwisata. Menekankan pentingnya proyek infrastruktur konectivitas sebagai katalis dalam mempercepat kegiatan ekonomi di sepanjang lima Koridor Ekonomi IMT-GT.

Menegaskan kembali bahwa selain mengembangkan infrastruktur fisik, IMT-GT, perlu merampingkan aturan dan prosedur untuk meningkatkan efisiensi perdagangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi sub regional.

Kemudian mendesak semua negara anggota untuk mengambil peluang baru yang muncul dari ekonomi digital. Mendukung program pelatihan petani muda dan promosi produk pertanian dan memastikan produk pertanian khusus pangan yang aman dan bergizi. IMT-GT harus meningkatkan kekuatannya sebagai eksportir halal produk dan jasa dengan adanya standar sertifikasi halal.

Menyarankan kepada Workong Group Pariwisata, untuk mencari peluang promosi pariwisata bahari secara kreatif dan berkelanjutan. Menyetujui agenda Ministerial Meeting yang ke-26 tahun 2020 akan diselenggarakan di Indonesia. (adv)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional