Menu

Taher Selamat usai Bertarung dengan Penghuni Sungai Batang Nanggang

  Dibaca : 247 kali
Taher Selamat usai Bertarung dengan Penghuni Sungai Batang Nanggang
DITERKAM BUAYA— Muhammad Taher (37), warga Koto Marapak, Nagari Silareh Aia, korban terkaman buaya Sungai Batang Nanang, Kecamatan Palembayan, menjalani perawatan di RSUD Lubuk Basung.

AGAM, METRO
Muhammad Taher (37), warga Koto Marapak, Nagari Silareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam berhasil selamat setelah bertarung dengan penghuni Sungai Batang Nanggang, Kecamatan Palembayan yang begitu ganas.

Meski selamat, kaki sebelah kiri pencarian ikan itu sempat terluka di bagian betis karena diterkam buaya. Saat ini taher pun sedang menjalani perawatan di RSUD Lubuk Basung.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis (19/11) sekitar pukul 19.30 WIB. Awalnya Taher hendak menangkap ikan di Sungai Batang Nanggang. Tanpa dia sadari ternyata keberadaanya sedang diintai seekor buaya. Tidak berapa lama kemudian, sosok buaya itu tiba-tiba muncul dan langsung menerkam Teher.

Gigi tajam buaya tersebut mencengkram di bagian kaki kiri taher. Dia bahkan sempat terseret ke dalam sungai. “ Terkamannya begitu cepat dan terasa keras saat dia menyeret saya ke dalam sungai,” kata Tager.

Karena masih dalam kondisi sadar, taher pun terus berupaya dan berjuang melepaskan gigitan buaya tersebut. Bahkan dia butuh waktu untuk membaskan diri.

Taher terus mencengkram kepala buaya dan berupaya membuka mulut buaya tersebut. Upayanya pun tak sia-sia, tidak berapa lama bertarungan dalam air itu, Taher pun berhasil selamat.

Setelah taher berhasil melepaskan gigitan buaya tersebut, dia pun langsung berlari ke pinggir sungai dengan kondisi kaki terkoyak.

Dengan kondisi kakinya yang masih berlumuran darah dengan penuh rasa sakit, taher langsung menghidupkan sepeda motornya untuk menemui rekan-rekannya yang tak jauh dari lokasi kejadian dan kemudian membawanya ke rumah sakit untuk segera mendapatkan pertolongan medis.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Agam, Ade Putra, Jumat (20/11) membenarkan kejadian itu. Dia juga mengimbau warga sekitar agar tidak beraktivitas di dekat sungai untuk sementara.

“Kepada warga diharapkan tidak beraktivitas di sungai karena dikhawatirkan kejadian yang serupa terjadi lagi,” ungkapnya.

Ade juga mengatakan, BKSDA Agam dalam waktu dekat akan mendatangi lokasi kejadian. Selain menangani peristiwa penyerangan buaya itu, juga menangani konflik beruang di kelok 42 dan macan dahan di Palembayan. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional