Menu

Tagihan Listrik Membengkak, Emosi Warga Menggelinjang

  Dibaca : 978 kali
Tagihan Listrik Membengkak, Emosi Warga Menggelinjang
Kantor PLN Rayon Sitiung Kabupaten Dharmasraya.

DHARMASRAYA, METRO
Beberapa warga Dharmasraya seakan emosinya mengelinjang-gelinjang pada saat mengetahui tagihan listriknya membengkak tinggi. Mereka mangaku merasa “Dirampok” dengan besarnya tagihan listriknya itu tanpa ada kejelasan yang pasti dari pihak terkait.

Warga bernama Roni Aprianto (38) ini mengatakan belum ada kejelasan atas kenaikan tarif listrik tersebut. “Kalau seperti ini, kami merasa dirampok secara terang terangan. Mana ekonomi sedang bsrmasalah, eh tarif listrik malah membengkak,” ujar Roni yang juga Korda media harian Singgalang tersebut.

Selain itu sambungnya, biasa tagihannya hanya sekitar Rp 221 ribu perbulan, namun setelah dicek untuk bulan ini, naik menjadi Rp. 307 ribu. “Sekarang baru tanggal 06 Juni tarifnya sudah naik dari bulan kemaren, palagi nanti tanggal 14 Juni. Karena saya bayar per tanggal 14 setiap bulannya,” jelas Roni saat ditemui di rumahnya di Pulau Punjung.

Roni menambahkan, banyak masyarakat Dharmasraya yang mengeluhkan hal ini, baik di media sosial maupun bertanya langsung ke konter pembayaran PLN. Sehingga menjadi tanda tanya dan meresahkan bagi masyarakat.

“Kami meminta adanya campur tangan pemerintah daerah Dharmasraya untuk mempertanyakan hal ini ke PLN, karena ini juga menyangkut ekonomi masyarkat Dharmasraya,” pungkasnya

Hal yang sama juga dialami Dayat (46), warga Pulau Punjung. Ia menyebutkan bahwa pihaknya menuntut kejelasan atas naiknya tarif listrik rumahnya.

“Kami harapkan ada keterangan resmi dari pihak PLN Sitiung Dharmasraya mengenai kenaikan tarif listrik non subsidi,” ujar Dayat, Minggu (7/6), di Pulau Punjung.

Dayat menjelaskan kenaikan tarif listrik non subsidi yang dialaminya naik hingga tiga kali lipat atau 300 persen. “Biasanya rumah kami hanya membayar Rp.200 ribu perbulan, sekarang jadi Rp. 700 ribu. Kenapa bisa begini,” tanyannya

Terpisah, Kepala Rayon PLN Sitiung Kabupaten Dharmasraya, Adi Saputra mengatakan bahwa 2 bulan yang lalu yaitu maret dan april petugas tidak melakukan pencatatan karena sesuai anjuran protokol covid 19.

“Jadi perhitungan rekeningnya diambil dari pemakaian rata rata tiga bulan sabalunnya, sahingga pemakaian yang ditagihkan kepada pelanggan tidak real sesuai dengan kenyataan,” ujar Adi saat dihubungi awak media pada Minggu (7/6)

Adi menambahkan ada dua kamungkinan terjadinya lonjakan tarif ini. Pertama, pelanggan yang selama anak sekolah libur pulang kampung, sahingga rumah kosong, tetap ditagih pemakaian seperti biasanya dan pembayaran rekening Juni hanya biaya beban saja.

Kedua, pelanggan yang selama anak sekolah libur pemakaian maningkat. Namun ditagih sesuai pemakaian rata rata, sehingga ditagihan bulan Juni setelah petugas mancatat kembali, ada pemakaian manumpuk, dan itu yang mambuek tagihan mambengkak.

Dia juga berharap PLN pusat untuk menjelaskan dan menindaklanjuti laporan serta komplain terhadap lonjakan tagihan  listrik yang tidak dilindungi lonjakannya.“Kita diminta untuk menindak lanjuti lonjakan pelanggan dengan mengkomunikasikan ke pelanggan dan memberikan penjelasan mengapa terjadi lonjakan,” sebutnya.

Katanya, kebijakan melindungi lonjakan tagihan rekening pelanggan sudah dilakukan dan di rilis PLN.  dengan kriteria,  khusus bagi pelanggan yang rekening bulan sebelumnya menggunakan rata-rata 3 bulan, bila kenaikannya minimal 20 persen, maka di rekening bulan Juni 40 persen ditagihkan dibulan juni sedangkan 60 persen kenaikannya lagi dicicil 3 bulan masing masing 20 persen, ada sekitar 1.8 Juta pelanggan.

“Diperkirakan hari ini sudah bisa diakses pelanggan untuk mulai melalukan pembayaran. Namun diluar hal tersebut, ada sekitar 2.5 juta pelanggan yang juga mengalami lonjakan. Ini informasi yang kita dapatkan dari pusat,” jelasnya.

Adi menghimbau bagi pelanggan yang rekeningnya naik, dapat menyampaikan ke posko pengaduan PLN.  “Kita sudah mambuat posko untuk manerima komplain, silahkan datang ka kantor dan petugas akan memberikan keterangan,” pungkasnya.(g)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional