Menu

Tabrak Gundukan Tanah, lalu Digilas Truk, Polsuska Tewas Bersimbah Darah 

  Dibaca : 1076 kali
Tabrak Gundukan Tanah, lalu Digilas Truk, Polsuska Tewas Bersimbah Darah 
TEWAS— Petugas Unit Laka Lantas Polresta Padang melakukan olah TKP kecelakaan yang mengakibatkan pengendara sepeda motor tewas dengan luka parah di kepala akibat terlindas truk. (romi/posmetro)

PADANG, METRO – Sungguh nahas. Hendak pergi kerja, pemuda yang berprofesi sebagai Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) ini tewas dengan luka parah di kepala setelah sepeda motor yang dikendarainya mengalami kecelakaan di Jalan DPR Ujung, Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Selasa (18/6) sekitar pukul 05.00 WIB.

Tragisnya, kecelakaan itu diawali saat korban bernama Sefri Yaldi (24) mengendarai sepeda motor Yamaha Vixio BA 4470 CT hilang kendalai usai menabrak gundukan material tanah milik warga yang dibiarkan begitu saja menutupi setengah badan jalan. Saat itu juga, korban hilang kendali dan kemudian terpental bagian depan dump truk yang datang dari arah berlawanan hingga terlindas.

Seketika korban terkapar bersimbah darah yang mengalir dari bagian kepalanya. Saking kerasnya benturan dan tergilas, helm yang dikenakan dikepalanya pecah. Warga sekitar yang mengetahui adanya kecelakaan berdatangan ke lokasi mengerumuni korban. Setelah itu, jasad korban korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M. Djamil Padang.

Pihak kepolisin dari Unit Laka Lantas Polresta Padang yang mendapatkan informasi adanya kecelakaan itu langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Disana petugas melakukan olah TKP dengan memintai keterangan saksi-saksi dan mengamankan sepeda motor dan truk BA 8909 AM yang terlibat kecelakaan ke kantor Unit Laka Lantas untuk kepentingan penyelidikan.

Kepala Unit Laka Lantas Polresta Padang, Iptu Efriadi mengatakan terkait kasus kecelakaan lalu lintas itu pihaknya sudah melakukan upaya kepolisin. Pengemudi truk dan juga pemilik material tanah sudah dilakukan pemeriksaan oleh penyidik. Sedangkan korban sudah dibawa ke rumah sakit dan kemudian diserahkan kepada pihak keluarga.

“Jadi kecelakaan ini disebabkan korban menabrak material tanah yang ditaruh di jalan. Setelah itu, korban terpental bagian depan truk yang datang dari arah berlawanan hingga akhirnya tergilas. Barang bukti kendaraan yang terlibat kecelakaan sudah kita amankan, termasuk saksi-saksi. Setelah itu baru kita tetapkan tersangka,” kata Iptu Efriadi.

Iptu Efriadi menjelaskan dalam kecelakaan itu mengakibatkan satu orang meninggal dunia. Kondisinya mengalami luka parah di bagian kepala akibat dilindas truk.

Korban merupakan Polsuska atau petugas pengamanan kereta api dan pada saat kejadian dalam perjalanan menuju tempat kerjanya ke Stasiun Simpang Haru.

“Penyebab awal memang karena material tanah. Ini yang masih kita dalami, karena material tanah menutupi setengah badan jalan. Apakah dikasih tanda atau tidak kita akan periksa saksi dan pemilik. Sedangkan sopir truk bernama Redi (37) juga sudah kita amankan dan dimintai keterangan,” ujar Iptu Efriadi.

Dari hasil olah TKP, Iptu Efriadi menjelaskan di lokasi kondisi jalan beraspal baik, pandangan tidak terhalang, jalan datar dan terdapat tumpukan material serta permukaan jalan kering. Kerugian material yang ditimbulkan diperkirakan Rp 1 juta rupiah.

“Dengan adanya kejadian ini, agar tidak kembali terulang, kita menghimbau kepada masyarakat untuk tidak membiarkan gundukan material tanah menutupi badan jalan karena sangat berbahaya bagi orang lain. Selain itu, diharapkan pengendara untuk terus berhati-hati saat berkendara,” pungkasnya. (r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional