Menu

Syekh Abdullah al Minangkabawi Doakan Mahyeldi Melayani Masyarakat Padang dan Sumbar

  Dibaca : 248 kali
Syekh Abdullah al Minangkabawi Doakan Mahyeldi Melayani Masyarakat Padang dan Sumbar
Syekh Abdullah al Minangkabawi

PADANG, METRO
Wali Kota Padang dua periode yang juga bakal calon Gubernur Sumbar H Mahyeldi Ansharullah SP mendapatkan banyak doa dan dukungan dalam kegiatannya sehari-hari. Bahkan, ulama Syekh Abdullah al Minangkabawi juga mendoakan Mahyeldi diberikan kesehatan melayani masyarakat Kota Padang dan Sumbar ke depan.

Komunikasi kedua ulama Sumbar dan Arab Saudi itu terjadi Rabu (16/9) lalu. Dimulai dengan silaturahim Mahyeldi didampingi ulama lainnya H Mulyadi Muslim Lc MA dengan perantau luak Limapuluh Kota yaitu H Yopi, pengusaha pakaian dengan merek Oxigen dan H Hendri yang berasal dari Kabupaten Agam.

Saat berdialog itulah terungkap, kalau Hendri masih ada hubungan famili dengan Syekh Abdullah Al Minangkabawi, ulama di Arab Saudi. Abdullah adalah cucu Syekh Ahmad Chatib al Minangkabawi, pria asal Agam yang ke Makkah pada usia 11 tahun. Menjadi imam besar Masjidil Haram pertama yang nonketurunan Arab.

Saat berdialog terbersit nama Abdullah, Mulyadi Muslim yang juga juru bicara (Jubir) Mahyeldi-Audy dan fasih berbahasa Arab langsung mengontak Dr Abdullah Alminangkabawi. Dalam pembicaraan via telepon, Abdullah merasa bahagia bisa berkomunikasi dengan H Hendri dan juga Mahyeldi yang pernah ditemuinya di Kota Padang 2017 silam. Saat itu digelar pertemuan ulama antarnegara atau Multaqa III tingkat Asia Tenggara dan Afrika di Masjid Raya Sumbar.

Awalnya, dialog yang berisikan bahasa Arab dan sedikit Indonesia itu, Mahyeldi bercerita tentang kegiatan keagamaan yang telah digagas selama menjadi Wali Kota Padang. Termasuk di antaranya pertemuan dai tingkat Asia Tenggara dan Afrika yang dihadiri oleh Abdullah yang tinggal di Jeddah Arab Saudi itu.

Nostalgia pertemuan dai tahun 2017 lalu itu ternyata bagi Abdullah merupakan kunjungan perdana ke kampung halaman kakeknya. Tentunya sebuah pengalaman yang tidak terlupakan bagi Abdullah.

Abdullah mendoakan Mahyeldi agar diberikan kesehatan dan kemudahan oleh Allah dalam melayani masyarakat Kota Padang dan juga Sumbar ke depannya. Ia juga menitip salam untuk masyarakat Sumbar. “Semoga masyarakat Sumbar semakin religius dan bahagia,” harap Abdullah.

H Hendri mengaku bahagia bisa berkomunikasi dengan dunsanaknya di Arab Saudi itu. Dia mengaku cukup salut karena Mahyeldi punya kenalan yang juga seorang ulama di Arab Saudi. “Pak Mahyeldi adalah sosok pemimpin yang kharismatik dan sangat dekat dengan ulama. Karena dia juga seorang ulama,” kata Hendri.

H Yopi juga berterima kasih kepada Mulyadi Muslim yang juga tokoh muda Limapuluh Kota yang telah memasilitasi pertemuan dengan Mahyeldi. “Semoga silaturahmi tetap terjaga. Kami melihat, pak Mahyeldi adalah sosok yang sederhana dan pemimpin bersahaja,” katanya.

Mulyadi Muslim menambahkan, Achmad Khatib al Minangkabawi lahir 26 Mei 1860 di Agam. Meninggal dunia di Makkah, 13 Maret 1916. Bermukim di Makkah sampai usia 15 tahun kemudian balik ke Agam. Dua tahun kemudian kembali lagi ke Mekkah. Di Tanah Suci dia terus belajar. Menikah di sana dan memiliki 3 orang anak. Semua pria dan menjadi tokoh-tokoh penting di Arab Saudi.

Sebagai ulama besar, Achmad Khatib al Minangkabawi juga memiliki murid-murid yang menjadi besar di Indonesia. Sebut saja Abdul Karim Amrullah (Haji Rasul) ayah dari Buya Hamka, Syaikh Muhammad Jamil Jambek, Bukittinggi, Syaikh Sulaiman Ar-Rasuli, Candung, Syaikh Muhammad Jamil Jaho, Padang Panjang, sampai K H. Hasyim Asy’ari dan K.H. Ahmad Dahlan, pendiri Nahdatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. (uki)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional