Close

Syarat Masuk Surga

Muhammad Mahzum Dosen UPI YPTK Padang.

Menurut pandangan agama orang yang cerdas itu kata Rasulullah adalah seseorang yang selalu mengingat akan kema­tian. Oleh karena ia tahu akan meninggalkan dunia ini maka yang perlu di­siapkannya adalah bekal amal dan ibadah. Karena yang paling setia me­nemani kita kelak dikubur adalah amal dan ibadah tersebut. Ketika kita su­dah meninggal nanti yang mengantarkan ke kubur ada tiga unsure yaitu ke­luarga, harta dan amal ibadah.

Setiap sesudah sholat kita selalu berdoa “Rab­bana atina fiddunya hasanah wa fil akhirat hasanah, wa­qina adzabannar.” Artinya “Ya Tuhan kami, berilah kami kebahagiaan di dunia dan kebahagian  di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.” (Al-Baqarah: 201).” (HR Bukhari).

Ukuran kebahagiaan dunia yaitu tenang hatinya, tentram jiwanya, anak-anak patuh dan sholeh, rizki yang diterima berkah, jiwa dan raga sehat selalu serta terasa hidup ini berman­faat untuk orang lain (Rah­matan lilalamiin).  Kebaha­giaan hidup akhirat yang selalu kita idam-idamkan itu ialah masuk surganya Allah.

Masuk ke surganya Allah perlu disiapkan bebe­rapa persyaratan  selaku  seorang muslim dikutip dari firman Allah di dalam Alquran. Ada empat sya­rat­nya, yakni, iman dan amal adalah dua sisi mata uang yang memiliki hubu­ngan dan keterkaitan yang sangat erat, antara iman dan amal diibaratkan seba­tang pohon. Iman adalah batangnya sedangkan amal adalah buahnya.

Orang yang beriman selalu menjaga gerak dan langkahnya dihadapan Allah, semakin kuat imannya maka semakin ia mawas diri, dan semakin banyak ibadah dan amal yang di­kerjakannya  seperti sho­lat, puasa, berzakat, berin­fak, bersedekah, rizki yang diperoleh dibelan­jakan di­ja­lan sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah.

Firman Allah dalam Alquran, artinya, “Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebaji­kan, mereka itu penghuni surga. Mereka kekal di dalamnya”. (Al-quran surat Albaqarah ayat 82).

Selanjutnya, berkorban dengan harta dan jiwa. Di zaman sekarang ini, jihad dengan jiwa sepertinya tidak diperlukan karena Islam jauh dari gangguan kemusyrikan, akan tetapi yang dibutuhkan adalah pengorbanan harta untuk memperbaiki kehidupan sosial ekonomi masyara­kat islam, berupa zakat, infak, shodoqah, untuk fakir miskin dan orang-orang yang teraniaya, serta ban­tuan untuk pembangunan masjid, pesantren, majelis talim serta bantuan sosial­nya yang bermanfaat un­tuk orang banyak.

Andaikan jihad ini su­dah dilakukan, Allah ber­janji sesuai dengan firman­nya di dalam Alquran,  arti­nya :”Wahai orang-orang yang beriman maukah ka­mu Aku tunjukkan suatu perdaga­ngan yang dapat menye­lamatkan kamu dari azab yang pedih?. Niscaya Allah mengampuni dosa-do­samu dan memasukkan ke dalam surga yang me­ngalir di bawahnya sungai-sungai, dan ke tempat-tempat ting­gal yang baik di surga di dalam surga ‘Adn. Itulah kemenangan yang agung. (Surat As-Shaff ayat 10-12).

Syarat selanjutnya un­tuk masuk surga yakni, bertaubat. Bertaubat arti­nya kembali, yaitu ketika seseorang itu bertaubat ia kembali dijalan yang benar sesuai dengan tuntunan Al-quran dan Sunnah.  Kalau kita sudah bertaubat Allah berjanji sesuai dengan fir­mannya, Yaaayyuhallazina âman tobû ilallâhi tauba­tan nasuha, ‘asâ rabbu­kum ay yukaffira ‘angkum say­yi`âtikum wa yudkhi­lakum jannâtin tajrî min tatihal-an-hâru. (Surat At-Tahrim ayat 8).

Kemudian, bertakwa. Secara harfiyah takwa arti­nya memelihara diri, para ulama sepakat memberi­kan definisi taqwa yang artinya adalah melaksa­nakan sega­la perintah Allah dan men­jauhi segala larangannya. Bagi orang yang bertakwa Allah se­diakan tempatnya kelak di surga. Seba­gai­mana Fir­man Allah: “Dan bersege­ralah kamu mencari am­punan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang ber­tak­wa (Surat Ali Imran ayat 133).

Andaikan ke empat sya­­rat ini sudah disiapkan ketika hidup di atas dunia ini kelak diakhirat Allah berjanji dimasukkan ke surganya, tinggal bagai­mana kita mempersiapkan syarat-syarat itu agar ke­hidupan yang hakiki se­lamat dan penuh dengan kebahagiaan. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top