Menu

Syarat Kelulusan SD dan SMP, Nilai Lima Semester Terakhir jadi Acuan

  Dibaca : 634 kali
Syarat Kelulusan SD dan SMP, Nilai Lima Semester Terakhir jadi Acuan
KUNJUNGAN— Komisi IV DPRD Padang melakukan kunjungan ke Dinas Pendidikan (Disdik), Jumat (17/4).

AZIZ CHAN, METRO
Nilai dari lima semester terakhir menjadi acuan Dinas Pendidikan (Disdik) Padang untuk kelulusan siswa SD, SMP negeri/swasta yang akan tamat tahun ini. Hal ini dikarenakan pelaksanaan ujian nasional (UN) tahun ini ditiadakan karena wabah Covid-19.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Habibul Fuadi mengatakan acuan diambilnya nilai tersebut sebagai syarat lulus anak berdasarkan mekanisme yang dikeluarkan oleh pusat atau Mendikbud RI.

“Kita menjalankan apa yang telah diinstruksikan pusat saja,” ujarnya saat diskusi bersama Komisi IV DPRD Padang yang berkunjung ke Disdik pada, Jumat (17/4).

Ia mengatakan, nilai dari lima semester terakhir juga digunakan untuk masuk sekolah ke tingkat berikutnya. Seperti tamatan SD untuk masuk ke SMP dan lulusan SMP ke jenjang SMA.

“Saat ini, majelis guru yang ada di sekolah-sekolah akan mengumpulkan nilai-nilai tersebut,” ucap mantan kepala BKPSDM Padang ini.

Habibul menambahkan, untuk proses belajar di rumah yang sedang berjalan, akan terus dilakukan hingga waktu yang kondusif aman. Selama Ramadhan, biasanya mereka ikut pesantren Ramadhan di masjid/mushalla masing-masing. Namun sekarang dialihkan ke rumah akibat pandemi Covid-19.

“Pesantren Ramadhan sama prosesnya dengan sistem pembelajaran yang dilaksanakan sekarang ini. Untuk mekanismenya tentu diatur oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Padang,” paparnya.

Habibul menjelaskan, terkait tugas majelis guru tetap seperti biasa. Yakni mengontrol tugas-tugas yang diberikan pada anak. Sementara kepala sekolah, wakil kepala sekolah dan operator diminta datang ke sekolah seperti biasa. Tujuannya mengerjakan apa yang bisa diselesaikan dan mengirimkan laporannya ke Disdik.

“Selama Ramadhan, majelis guru juga akan dilibatkan oleh Bagian Kesra dalam pelaksanaan pesantren Ramadhan,” katanya.

Selanjutnya, untuk gaji para guru honorer yang Maret 2020 terang Habibul, prosesnya telah sampai di BPKAD. Jika tak ada kendala dan kesalahan data guru, maka dua hari lagi masuk ke rekeningnya.

“Kepada wali murid diminta kerja samanya dalam proses belajar di rumah. Kemudian, larang anaknya keliaran di luar,” sebutnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Padang, Mastilizal Aye meminta kepada Disdik untuk tak memperlambat proses pencairan gaji para guru terutama honorer dan operator. Apalagi saat pandemi Covid-19 ini.

“Berikan saja hak mereka jika sudah harus dibayarkan. Jangan ditunda-tunda,” ujar kader Gerindra ini.

Lalu, soal pembelajaran di rumah ungkap Aye, Disdik diminta kurangi waktunya, agar tugas tak menumpuk dan anak tak stres nantinya. “Jangan sampai orang tua terbebani oleh tugas yang diberikan,” katanya.

Ketua DPRD Padang, Syafrial Kani meminta kepada Disdik mengajukan ke Wali Kota Padang untuk tak belajar melalui Android. Supaya ke depan moral anak tak rusak dan hal yang tak diinginkan tak terjadi.

“Demi masa depan anak, Wali Kota diminta tak terapkan belajar melalui handphone. Bagusnya melalui televisi yang disambungkan ke rumah,” ujar Koordinator Komisi IV DPRD Padang ini.

Hadir dalam kunjungan ke Disdik ini yaitu Azwar Siry, Muhidi, Zalmadi, Andi Wijaya Kusuma, Mukhlis, Wismar Pandjaitan, Faisal Nasir, Donal Ardi, Dewi Susanti. (ade)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional