Menu

Syahrul: Pejabat Gendut itu Lambang Kemakmuran

  Dibaca : 1485 kali
Syahrul: Pejabat Gendut itu Lambang Kemakmuran
RPW (38), warga Koto Langang, Kenagarian Punggaaan Timur, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan diamankan Polsek Lengayang Polres Pessel, usai korban R (40) melapor ke Polsek Lengayang. 
syahrul se msi - web

Syahrul.

M YAMIN, METRO–Harapan Wali Kota Padang Mahyeldi Dt Marajo, yang menginginkan para pejabat daerah memiliki berat badan ideal sepertinya tak akan kesampaian. Pasalnya, hingga saat ini, cukup banyak pejabat Pemko bertubuh tambun.

Para pejabat bertubuh gendut dan perut buncit di lingkungan Pemko ini berpendapat bahwa berat tubuh yang berlebih itu adalah lambang kemakmuran. Sepanjang tak mengganggu kinerja sehari-hari, maka kondisi seperti itu adalah yang patut disyukuri sebagai anugerah dari Allah SWT.

Seperti yang diungkapkan Kepala Badan Penelolaan Keuangan Daerah (BPKA) Kota Padang, Syahrul. Menurut Syahrul, tubuh gendut dengan rangka besar, sudah merupakan bawaan dirinya sejak kecil. Bahkan waktu lahir, Syahrul mengaku terlahir sebagai bayi dengan berat badan 5 kg. Dan, di umur 20 tahun saja, berat badannya terus bertambah dan mencapai 65 kilogram.

Hal itu tak bisa diubah karena sudah masuk dalam ranah keturunan dan pemberikan dari Allah.

Dengan bobot badan 98 kg, sampai saat ini, terang Syahrul, kondisi kesehatan dan geraknya masih baik-baik saja. Justru dia mengaku merasa nyaman dengan bobot itu. ”Dari dulu berat badan saya seperti ini-ini juga dan tak pernah berubah. Justru kalau saya paksakan untuk turun, bisa menyebabkan penyakit,” terang dia.

Menurut Syahrul, ukuran badan tak bisa dijadikan patokan kinerja. Terkadang orang kurus, memiliki kinerja yang jelek karena memang tidak sehat. ”Sekarang cukup banyak pejabat pemko yang dada dan pinggangnya sama rata alias gendut. Namun ada juga yang kurus ceking. Tapi kinerja mereka cukup bagus,” sebut Syahrul.

Idealnya, terhadap para pejabat pemko ini harus dilakukan tes kesehatan. Bagi pejabat yang bermasalah atau memiliki penyakit yang berbahaya, tentu saja menjadi pertimbangan dalam penempatannya.

”Bagusnya tes kesehatan yang dilakukan. Bukan melihat kondisi badan,” sebut Syahrul.

Hal sama juga diungkapkan pejabat lainnya, Yunisman. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM ini mengatakan, bahwa memiliki badan yang tambun sudah bawaan dari garis keuturunan. Dia bahkan menganggap bahwa ukuran tubuhnya cukup besar itu, sebagai implikasi atau lambang kemakmuran.

Akan tetapi, meski memiliki bobot badan yang besar gendut, menurutnya hal itu tak menjadi masalah. ”Alhamdulillah, saya jarang sekali sakit. Semangat bekerja masih seperti biasa,” sebut Yunisman. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional