Close

Syafrimai Bantu Jualkan Hp Hasil Jambret, Ngaku Dapat Fee Rp 200 Ribu di Kota Padang

BANTU PEJAMBRET— Pelaku Syafrimai (37) ditangkap Tim Klewang lantaran terlibat memperjualbelikan barang hasil jambret.

PADANG, METRO–Diduga ikut terlibat dalam perkara perto­lo­ngan jahat dengan cara memperjualbelikan ba­rang curian, seorang pria asal Kabupaten Padang­pariaman diciduk oleh tim Klewang Satreskrim Pol­resta Padang.

Tersangka bernama Syafrimai (37) warga Am­palu Tinggi, Kelurahan Lareh Nan Panjang, Keca­matan VII Koto Sungai Sariak, Kabupaten Pa­dang Pariaman diciduk Selasa (7/6) sekitar pukul 21.00 WIB di kediaman kelaurganya di kawasan Ampalu Tinggi, Kelu­ra­han Lareh Nan Panjang, Kabupaten Padang­pa­ria­man.

Kasatreskrim Polresta Padang Kompol Dedy Ad­riansyah Putra me­ngata­kan, terlibatnya tersangka dalam memperjualbelikan barang curian yang dila­kukan oleh dua orang ter­sangka pada hari Selasa (12/4) di jalan Olo, depan rumah makan Terang Bu­lan, Kecamatan Padang Barat Kota Padang.

“Berawal ketika korban sedang melintas di depan rumah makan Terang Bu­lan menggunakan sepeda motor. Kemudian datang dua orang laki-laki berna­ma Ivan Butet (telah dita­han dalam perkara lain) dan Sapri (DPO) dari arah belakang langsung men­jambret tas laptop yang dibawa oleh korban,” ujar Dedy.

Dikatakan Dedy, sete­lah itu kedua pelaku terse­but berhenti di pinggir ja­lan untuk memeriksa b­a­rang yang telah berhasil dicurinya dan setelah itu langsung menghubungi tersangka Syafrimai terse­but untuk minta bantu me­njualkan barang yang telah dicurinya.

“Selanjutnya, Ivan Bu­tet dan Sapri langsung per­gi ke daerah Pariaman me­nyusul tersangka Syafri­mai dan meninggalkan se­mua barang curiannya di sana. Tiga hari kemudian, tersangka Syafrimai serta Ivan Butet serta Sapri pergi ke daerah Solok tepatnya konter Hp AR STORE untuk menjualkan handphone yang dicuri,” ungkap Dedy.

Selanjutnya, dijelaskan Dedy, tersangka Syafrimai kemudian menyerahkan uang hasil penjualan sebe­sar Rp 1,5 juta kepada dua pelaku pencurian dan men­dapatkan fee sebesar Rp 200 ribu dari hasil pen­jualan tersebut.

Tim Klewang kemudian berhasil mengamankan tersangka diduga pelaku pertolongan jahat di dae­rah Pariaman tepatnya Ampalu Tinggi Lareh Nan Panjang, yang sedang tidur didalam sebuah rumah yang disangkakan meru­pakan rumah nenek dari Syafrimai.

“Tersangka mengakui perbuatannya membantu untuk menjualkan satu unit handphone merk Redmi Note 9 warna hijau milik korban, dan sampai saat ini handphone yang menjadi objek masih berada di dae­rah Solok. Selanjutnya ter­sangka dibawa dan dia­man­kan ke Polresta Pa­dang guna penyidikan lebih lanjut,” sebut Dedy. (rom)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top