Menu

Sutan Riska Sosok Pemimpin Muda yang Merakyat, Asrul Syukur: Lanjutkan Pembangunan Dharmasraya

  Dibaca : 205 kali
Sutan Riska Sosok Pemimpin Muda yang Merakyat, Asrul Syukur: Lanjutkan Pembangunan Dharmasraya
Presiden Joko Widodo didampingi Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno dan Bupati Sutan Riska saat menyambangi Kabupaten Dharmasraya Beberapa waktu yang lalu..

DHARMASRAYA  METRO
Pejabat Bupati Kabupaten Dharmasraya periode 2004-2005, Asrul Syukur angkat bicara perihal majunya petahana, Sutan Riska Tuanku Kerajaan pada kontestasi Pilkada 2020. Asrul Syukur menyoroti capaian prestasi yang diraih Sutan Riska sejak dilantik tahun 2016 yang lalu menjadi Bupati Dharmasraya hingga kini telah banyak perubahan untuk kemajuan daerahnya yang lebih baik.

“Selaku anak muda,  Sutan Riska berhasil memimpin dan membangun Kabupaten Dharmasraya dengan sungguh- sungguh. Dalam kondisi sekarang, posisi Sutan Riska sangat pas dalam memimpin Dharmasraya,” kata bupati pertama Dharmasraya ini melalui telepon seluler, Minggu (27/9).

Menurutnya, Sutan Riska adalah anak muda yang ramah dan santun kepada semua orang. Kepribadian yang tidak dibuat- buat,  membuat orang mudah sayang kepada pemimpin muda tersebut.

“Sutan Riska pemimpin yang merakyat, turun kebawah menjemput aspirasi masyarakat, murni tidak basa- basi. Lain halnya dengan kebayakan politisi sekarang ini, di saat Pilkada baru bisa tertawa, tersenyum untuk mengambil simpati masyarakat,” ungkapnya

Bahkan, lanjutnya, Sutan Riska sudah dianggap seperti anak sendiri oleh presiden lantaran kepribadiannya yang ramah dan santun. Begitu pun menteri- menteri kabinet Jokowi, sangat dekat pula dengan anak muda cerdas ini.

“Sutan Riska pandai mendekati pemerintah pusat. Saya lihat menteri yang paling dekat dengan dia adalah menteri PUPR. Kementerian PUPR memiliki dana yang besar untuk infrastruktur. Sutan Riska piawai memanfaatkan ini serta membawa dana APBN dengan jumlah yang pantastis ke Dharmasraya, sampai triliunan rupiah,” terangnya.

Ia menambahkan, Sutan Riska sudah memiliki jaringan ke pusat guna menggaet dana APBN secara mudah dan gampang. Jalan yang sudah dibuat seharunya diteruskan.

“Jika dipilih lagi yang baru, otomatis akan mencari – cari  jalan kembali atau meraba-  raba, nah ini tentunya bakal berdampak pada kemajuan Dharmasraya. Karena untuk mencari jalan ke pusat itu tidak mudah,” ujarnya.

Katanya, selaku individu yang turut berjuang memekarkan kabupaten ini dari induknya, Kabupaten Sijunjung pada waktu itu, situasi ini tentu membanggakan sekaligus menjadi pengingat untuk berpikir jernih oleh siapapun sebelum menentukan pilihan.

“Karena, untuk menjadi seorang Bupati meskipun harus bersusah payah meraih dukungan masyarakat melalui pemilihan langsung, namun tidak lah sesulit ketika jabatan tersebut bisa diraih,” tegasnya.

Sederetan regulasi, lanjutnya, kepungan kepentingan para pendukung yang menagih janji, serta kewajiban untuk tetap menjalankan roda pemerintahan yang harus mendahulukan penerapan pelayanan prima sebagai hak publik akan menjadi beban berat bagi para pemenang kontestasi lima tahunan itu.

Ketika ditanyakan tentang perkembangan pembangunan Kabupaten Dharmasraya dimasa sekarang ini, ia menilai sudah berjalan mantap dan hendaknya tetap dilanjutkan.

“Tidak bisa dipungkiri, nilai APBD murni yang dimiliki Dharmasraya tidak akan sanggup menanggung beban kebutuhan dalam memenuhi hak masyarakat akan pembangunan, harus mengandalkan dana-dana lainnya, dari APBN melalui pihak kementerian terkait,” ungkapnya.

Diulasnya lebih jauh, menyikapi hal itu, komposisi partai pengusul dan pendukung juga harus menjadi perhatian bagi masyarakat pemilih karena untuk melakukan pendekatan ke pemerintah pusat, tentu harus didukung dengan penyusunan program yang pas serta kekuatan politik yang kuat agar mampu menembus jantung lembaga kementerian yang menjadi sasaran program.

Apalagi, lanjutnya, sekarang ini Indonesia dipimpin oleh Presiden Joko Widodo, dengan kabinet yang diisi oleh kader-kader terbaik sejumlah partai besar serta manusia-manusia cerdas yang sebagian juga adalah anak-anak muda.

Ia mengimbau kepada seluruh masyarakat pemilih di daerah itu, agar mempertimbangkan baik buruknya sebelum menggunakan hak suara, dengan mempelajari lebih dalam tentang kemampuan sosok yang akan dipilih serta memastikan ia mengenal baik karakter masyarakat dalam kultur tatanan sosial budaya dan kemasyarakatan di Dharmasraya.

Menurutnya, menjadi pemimpin bermodal usia muda saja tidak cukup, pintar saja juga belum cukup, berani saja juga masih jauh dari cukup, karena yang dibutuhkan Dharmasraya itu adalah pemimpin yang memiliki pengalaman mumpuni sebagai pelayan masyarakat, mampu melakukan terobosan dan percepatan pembangunan, serta memiliki gagasan bernas untuk kemajuan daerah yang dipimpinnya.

“Sejauh ini, sosok ideal calon pemimpin Dharmasraya itu masih tertumpang pada individu Bupati Petahana, Sutan Riska Tuanku Kerajaan,” tegasnya (g)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional