Close

Susun RDTR Kawasan Perkotaan Pasar Usang

Pemerintah Daerah Kabupaten Padangpariaman bekerja sama dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang, kemarin, menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) penjaringan isu kewilayahan dan isu prioritas pembangunan berkelanjutan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) kawasan perkotaan Pasar Usang.

PADANGPARIAMAN, METRO–Pemerintah Daerah Kabupaten Padangpariaman bekerja sama dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang, kemarin, menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) penjaringan isu kewilayahan dan isu prioritas pembangunan berkelanjutan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) kawasan perkotaan Pasar Usang.

Wakil Bupati Padangpariaman Rahmang mengu­capkan terima kasih kepada Kementerian Agraria dan Tata Ruang yang telah mengalokasikan pelaksaaan kegiatan bantuan teknis penyusunan RDTR kawasan perkotaan Pasar Usang  di Kabupaten Padang­pariaman.

“Kami akan mendukung dan memfasilitasi pelaksa­naan kegiatan ini dengan sepenuhnya serta ber­komitmen untuk melanjutkan kegiatan penyusunan RDTR ini sampai dengan penetapan Peraturan Bupati tentang RDTR Perkotaan Pasar Usang ini. Kami menyadari bahwa dokumen RDTR ini merupakan pedoman dan acuan dalam proses perizinan yang harus disusun oleh Pemerintah Daerah sebagai amanat UU cipta kerja,” ujar Rahmang

Di sisi lain, Sekretaris Daerah, Rudi Repenaldi Rilis mengatakan seiring dengan semakin pesatnya dinamika pembangunan di Provinsi Sumatera Barat khususnya di Kabupaten Padangpariaman dan telah direvisinya RT RW Kabupaten Padangpariaman serta telah lahirnya perda nomor 5 tahun 2020 sebagai payung hukum RT RW Kabupaten Padangpariaman 2020-2040.

Sehingga katanya, penataan ruang di Kabupaten Padangpariaman menjadi hal yang sangat penting demi mewujudkan ruang untuk kehidupan yang nyaman, produktif, berkelanjutan dan berkualitas.

“Penataan ruang secara umum yakninya proses perencanaan, pelaksanaan rencana dan pengendalian pelaksanaan rencana tata ruang yang bertujuan terselenggaranya pengaturan pemanfaatan ruang dengan mengacu kepada RTRW kabupaten maka sesuai amanat undang-undang setia RTRW wajib mempunyai RDTR sebagai turunannya yang nantinya bisa terintegrasi denga sistem Online Single Submis­sion(OSS) dalam pemberian perizinan penggunaan dan pemanfaatan ruang,” terangnya

Ia berharap semua peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh dan memberikan kontribusi masukan yang informatif dan konstruktif dalam FGD penyusuan RDTR Kawasan Perkotaan Pasar Usang ini, demi terwijudnya sebuah daerah yang tertata dan dapat memberikan efek positif terhafap perkembangan perekonomian daerah sehingga tidak ada lagi masalah pelanggaran terhadap tata ruang sebagaiman telah diatur dalam RTRW dan RDTR sebagai alat untuk menciptakan ruang yang nyaman, produktif dan sebagai pedoman arahan investasi didaerah yang terus berkembang, berkelanjutan serta berkualitas.(efa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top