Menu

Susah Senang Belajar Daring di Tengah Pandemi

  Dibaca : 347 kali
Susah Senang Belajar Daring di Tengah Pandemi
BELAJAR DARING—Salah seorang anak mengikuti proses pembelajaran secara online di tengah pandemi Covid-19

Oleh: Richy Dara Perdana
Pandemi Global yang disebabkan oleh virus Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang menular secara langsung melalui cairan yang dikeluarkan melalui batuk dan bersin. Virus corona merupakan jenis virus yang menyebabkan penyakit mulai dari gejala ringan sampai berat. World Health Organization (WHO) mendeklarasikan Pandemi Global COVID-19 pada Maret 2020. Hingga saat ini, dicatat 377.541 orang yang positif COVID-19 di Indonesia, dengan angka kematian 12.959, tercatat sembuh 301.006, sementara di dunia dicatat ada 17.660.523 kasus terkonfirmasi dan 680.894 angka kematian (covid.go.id). Pandemi COVID-19 memiliki berbagai dampak serius di berbagai bidang, tidak hanya dalam bidang kesehatan, COVID-19 memberikan dampak bagi pendidikan.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menerbitkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pendidikan Dalam Masa Darurat Coronavirus Disease (COVID-19). Mendikbud menjelaskan Pembelajaran daring/jarak jauh difokuskan pada peningkatan pemahaman siswa mengenai virus corona dan wabah COVID-19. Adapun aktivitas dan tugas pembelajaran dapat bervariasi antar siswa, sesuai minat dan kondisi masing-masing.

Beberapa pemerintah daerah memutuskan menerapkan kebijakan untuk meliburkan siswa dan mulai menerapkan metode belajar dengan sistem daring (dalam jaringan) atau online. Kebijakan pemerintah ini mulai efektif diberlakukan dibeberapa wilayah provinsi di Indonesia pada hari Senin, 16 Maret 2020 yang juga diikuti oleh wilayah-wilayah provinsi lainnya. Tetapi hal tersebut tidak berlaku bagi beberapa sekolah di tiap-tiap daerah. Sekolah-sekolah tersebut tidak siap dengan sistem pembelajaran daring, dimana membutuhkan media pembelajaran seperti handphone, laptop, atau komputer.

Pembelajaran daring sendiri ialah sistem pembelajaran tanpa tatap muka, secara langsung antara guru dan siswa. Guru harus memastikan siswa tetap menjalani pembelajaran ketika berada dirumah. Guru dituntut lebih kreatif agar terciptanya suasana belajar daring yang menyenangkan bagi siswanya. Tersedianya koneksi internet merupakan hal vital dalam proses pembelajaran daring. Berbagai aplikasi media sosial seperi whatsApp, telegram, zoom dan google meet dapat digunakan sebagai media pembelajaran, dengan begini siswa bisa menjalani proses belajar dalam waktu yang sama di tempat yang berbeda-beda sesuai arahan dari gurunya.

Baik guru dan siswa dituntut agar memiliki smartphone agar menunjang proses pembelajaran daring ini. Siswa yang tidak memiliki smartphone merasa kebingungan, disini diharapkan peran sekolah untuk mencarikan solusi atas kejadian tersebut. Berbedanya sistem pembelajaran ini antara belajar daring dan tatap muka sering membuat guru dan siswa gelagapan menghadapi hal tersebut, siswa terkadang kurang mengerti dengan pelajarannya disaat menjalani pembelajaran daring. Untuk mengatasi hal tersebut perlu peran aktif orang tua agar selalu membimbing putra-putri mereka dalam pembelajaran daring tersebut. Perpindahan sistem belajar ini memang membuat baik guru dan siswa bingung, karena belum di persiapkan secara matang. Namun walau begitu pembelajaran diharapkan berjalan seefektif mungkin di tengah pandemi COVID-19 ini.

Jaringan internet yang stabil juga diperlukan dalam proses pembelajaran daring, tidak stabilnya jaringan internet, membuat siswa menjadi enggan untuk fokus belajar, karena terjadi hal-hal seperti, suara yang terputus-putus saat melakukan pembelajaran daring, lambatnya proses pengiriman pesan. Disini diharapkan peran aktif pemerintah dalam membantu proses pembelajaran daring, dari penyediaan wifi gratis ditingkat desa dengan mengutamakan protokol kesehatan saat belajar merupakan salah satu solusinya. Pemerintah diharapkan sesegera mungkin harus menyediakan kurikulum khusus pembelajaran online agar para siswa lebih memahami materi pembelajaran daring.

Ada beberapa hal yang menjadi rintangan dalam menjalankan pembelajaran daring, kesiapan guru dalam menggunakan teknologi. Bagi guru yang kurang bisa menggunakan teknologi, pembelajaran akan dirasa membosankan baik oleh guru dan siswanya sendiri. Pembelajaran daring dapat digunakan se-efektif mungkin bagi guru yang melek dalam teknologi dan dapat membuat metode pembelajaran sekreatif mungkin, perlu diketahui pembelajaran daring bukan hanya pemberian tugas dari guru ke siswa secara online dan siswa mengerjakan tugas yang menumpuk. Namun, dalam pembelajaran daring diperlukan inovasi yang akan membuat pembelajaran dirasa menyenangkan oleh siswa dan guru.

Siswa pun memiliki berbagai kendala saat melakukan pembelajaran daring, salah satunya lokasi tempat tinggal siswa yang tidak memiliki akses internet. Hal ini dapat menyebabkan siswa kesulitan dalam mengakses internet sehingga tidak dapat mengikuti pembelajaran secara maksimal. Mereka yang tinggal di daerah 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal) yang susah jaringan internet maupun listrik juga kesusahan dalam melakukan pembelajaran daring. Keadaan ekonomi orang tua yang tidak semuanya mampu, mengakibatkan kesulitan dalam membeli kuota internet dan membeli perangkat seluler yang akan digunakan dalam pembelajaran daring.

Berdasarkan penelitian yang di Surakarta mayoritas siswa merasa pembelajaran daring kurang efektif, karena dalam praktiknya guru lebih dominan dalam pemberian tugas bukan penjelasan materi. Siswa merasakan berbagai kekurangan dan kelebihan dalam belajar daring, untuk kelebihannya pembelajaran berlangsung lebih senang dan santai, tersedia banyak waktu yang bisa dihabiskan bersama keluarga dirumah. Kelemahannya sendiri dari pendapat siswa yang pertama kuota internet yang cepat habis ketika melakukan pembelajaran daring, materi yang disampaikan guru lebih sulit dipahami oleh siswa, kegiatan sosial yang terjadi antara para siswa berkurang. Para siswa tentu mengaharapkan proses belajar daring sistemnya dapat diperbaiki.

Menurut Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional ada beberapa kiat-kiat yang bisa dilakukan siswa agar pembelajaran daring dapat berjalan efektif :
1. Pengelolaan waktu sebaik mungkin
2. Belajarlah di tempat yang nyaman
3. Sediakan perangkat yang di butuhkan
4. Komunikasi dengan pengajar dan teman belajar
5. Jaga kebersihan

Dalam situasi pandemi seperti sekarang, dengan berbagai kendala yang dimiliki dari belum melek teknologi, lokasi yang tidak ada akses internet, dan tidak memiliki perangkat seluler dapat diatasi sebaik mungkin baik oleh guru dan peserta didik. Perlunya bantuan dari berbagai pihak terkait pembelajaran daring ini sendiri tidak bisa dipungkiri. Mulai dari peningkatan kecepatan internet di daerah, memberikan fasilitas perangkat seluler bagi peserta didik kurang mampu, dan pemberian kuota internet sudah dijalankan oleh Kemendikbud.

Presiden Jokowi menekankan peran guru dalam proses pembelajaran daring, guru diharapkan dapat memberikan motivasi kepada siswanya agar tetap semangat dalam proses pembelajaran jarak jauh melalui daring. Beliau menyebutkan pembelajaran daring masih dilakukan karena pemerintah memberikan prioritas terhadap keselamatan anak dan masyarakat dari penyebaran COVID-19.

Berbagai upaya juga dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan kebudayaan dalam proses belajar dirumah, dimana diadakannya program Belajar dari Rumah yang disiarkan melalui TVRI. Program ini ditujukan untuk siswa jenjang TK/PAUD, Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), serta Sekolah Menengah Atas (SMA). Tayangan pada TVRI ini diharapkan dapat membantu siswa yang mempunyai masalah ketika belajar daring. (Mahasiswa Universitas Malikussaleh yang sedang mengikuti Kuliah Kerja Nyata di bawah bimbingan Romi Asmara SH MHum)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

<span class="blue2 bdrblue">Fanpage</span> <span class="red">Facebook<span>

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional