Menu

Survei NCID: Elektabiltas Mulyadi-Ali Mukni 18 Persen

  Dibaca : 163 kali
Survei NCID: Elektabiltas Mulyadi-Ali Mukni 18 Persen
Survei NCID: Elektabiltas Mulyadi-Ali Mukni 18 Persen

PADANG, METRO
Nurjaman Center Indonesia Demokrasi (NCID) merilis hasil survei terkait Pilgub Sumatra Barat. Hasilnya, elektabilitas empat pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatra Barat terbilang rendah karena minimnya informasi tentang visi dan misi paslon. Selian itu, kewajiban menjalankan protokol kesehatan juga menjadi kendala lain.

Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif Nurjaman Center Indonesia Demokrasi (NCID), Jajat Nurjaman merilis temuan survei terbaru di Pilgub Sumbar, Kamis (5/11).

“Survei NCID dilakukan pada 27-29 Oktober 2020 dengan menggunakan metode multistage random sampling, melalui wawancara tatap muka kepada 1.200 responden di 19 kabupaten/kota se-Sumbar. Survei ini memiliki margin of error sebesar 2,7 persen,” kata Jajat dalam keterangan tertulis.

Dikatakan Jajat, hasil survei yang dilakukan NCID terkait dengan tingkat popularitas kandidat menghasilkan Mulyadi-Ali Mukhni 76,42 persen, Nasrul Abit-Indra Catri 42,60 persen, Mahyeldi-Audy 40,16 persen, dan Fakhrizal-Genius Umar 34,7 persen. Adapun sisanya menjawab tidak tahu.

“Mulyadi-Ali Mukhni unggul secara popularitas karena punya alat peraga kampanye (APK) seperti spanduk dan baliho yang lebih banyak dibanding pasangan lainnya. Keberadaan APK itu membuat masyarakat lebih mudah untuk mengakses informasi tentang pasangan calon,” jelas Jajat.

Sementara itu menurut Jajat, terjadi perubahan drastis dalam raihan tingkat elektabilitas pasangan Mulyadi-Ali Mukhni yang hanya mencapai 18,37 persen, disusul pasangan Nasrul Abit-Indra Catri 12,29 persen, sementara itu pasangan Mahyeldi-Audy berada di urutan ketiga dengan hasil 10,72 persen, sedangkan Fakhrizal-Genius Umar hanya 6,66 persen. Sisanya menjawab rahasia dan masih belum menentukan pilihan.

“Tingkat elektabilitas kandidat paslon Pilgub Sumbar menghadapi kendala yang sama, yakni masih minimnya informasi yang didapatkan masyarakat terutama tentang visi misi, serta akibat keterbatasan penyebaran APK, dan terbatasnya ruang sosialisasi di tengah pandemi,” ujar Jajat. (rel)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

<span class="blue2 bdrblue">Fanpage</span> <span class="red">Facebook<span>

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional