Menu

Surfing Cup Championship 2019 Berakhir, Roni Robot Tampil jadi Surfer Terbaik

  Dibaca : 327 kali
Surfing Cup Championship 2019 Berakhir, Roni Robot Tampil jadi Surfer Terbaik
JUARA SURFING— Para juara Lanal Surfing Cup Championship 2019 di Mentawai foto bersama usai menerima peringkat juara. (syahrul/posmetro)

MENTAWAI, METRO – Roni alias Robot (29) asal Kecamatan Siberut Selatan, menjadi pemenang Lanal Surfing Cup Championship 2019. Kontes surfing diselenggarakan selama 4 hari, 24 -28 September ini diikuti sebanyak 60 peserta dari lokal, nasional dan mancanegara.

Kontes tersebut dilaksanakan pada 3 titik lokasi yakni di lepas pantai Dusun Mapaddegat ombak Telescope, dilepas pantai Kampung Pulau Makakang Ombak Tikus dan di lepas Pantai Dusun Jati Pulau Awera ombak Island, Desa Tuapejat, Kecamatan Sipora Utara.

Perolehan hasil pemenang di 3 kelas yaitu Kelas Perempuan Juara 1, Sarah Danke, Juara 2, Nidar dan Juara 3 Riris Aritonang. Seterusnya Kelas Anak Juara 1, Agung Daputra, Juara 2, Jhosua, Juara 3, Dylan dan peringkat 4, Rahmat Berok.

Selanjutnya kelas terbuka juara 1, Robot, Juara 2, Doni Partop, Juara 3, Eli Hazard dan peringkat 4, Adit. “Kita sangat apresiasi Bapak Danlanal Mentawai, Anis Munandar yang telah mengagas acara ini,” ungkap Ketua Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) Sumbar, Harry Algamar usai penututupan di pelabuhan Tuapejat. Sabtu (28/09).

Menurutnya, Ivent sejenis hendaknya terus diselenggarakan untuk memunculkan bibit unggul para Surfer terbaik di Mentawai. Pihaknya akan menjembati Surfer tebaik itu untuk mewakili kabupaten, Provinsi dan Negara.

“Perlu diingat Kompetisi surfing sangat tergantung pada kondisi ombak di wilayah diadakannya Ivent. Apalagi Mentawai ini sangat banyak sekali pilihan ombak.

Harry Algamar mengakui ketiga lokasi titik ombak itu merupakan lokasi ombak yang berkelas dunia. Pasalnya telah banyak didatang oleh para Surfer Dunia.

”Pada tahun 1999, saat saya masih bekerja di kapal pesiar saya melihat ketika berkeliling di Mentawai bahwa hampir semua ombak di Mentawai Word Class,” imbuhnya.

Ia berharap, peranan pemerintah melalui Instansi terkait baik Dinas Pariwisata dan Pemuda dan Olahraga dan Komite Olahraga Nasional agar mendukung atlet Surfing di masing-masing daerah. Karena apabila tidak ada dukungan pemerintah atlet tersebut akan sulit untuk meraih cita-citanya dalam berkompetisi.

Olahraga Surfing merupakan salah satu cara menghindari pemuda dari kenakalan remaja, Narkotika dan sebagainya. Pemenang ini akan menjadi catatan di setiap Kualifikasi baik Lokal, Nasional maupun Internasional. Jadi apabila Pemenang selalu mengikuti kualifikasi di setiap tingkatan dan itulah prestasi bagi mereka.

Kemudian dikatakanya pemerintah agar menjembati potensi para surfer yang sangat luar biasa. Apabila ini tidak dijembatani berarti sama saja mengubur mimpi-mimpi para atlet surfing Indonesia.

“Harapan kita dengan sering diselenggarakan Ivent ini maka keterampilan para Surfer kita ini akan semakin terarah. Karena kita tidak kalah dengan para surfer mancanegara. Hanya saja kita kurang dukungan dan Fasilitas itu,” ujarnya.

Sementara itu, Roni alias Robot mengakui, sangat senang dan beruntung telah mendapatkan Juara 1 pada kelas open. ”Saya sangat bangga dan beruntung sekali telah mendapatkan Juara 1 ini,” ujar Roni.

Menurutnya dari ketiga lokasi titik ombak itu, ombak yang paling ia suka adalah Ombak Telescope. Pasalnya ombak telescope cocok dan sempurna baginya. Untuk persiapan kompetisi yang diselenggarakan di Provinsi Aceh nanti ia kan berupa tampil semaksimal mungkin.

“Untuk kompetisi di Aceh nanti kita berupaya tampil dengan baik sekaligus membawa harum nama Mentawai. Kalah dan Menang urusan nanti yang penting kita harus tampil,” sebutnya. (s)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional