Menu

Supardi, Safari Ramadhan di Masjid Tempat Mengaji Waktu Kecil

  Dibaca : 132 kali
Supardi, Safari Ramadhan di Masjid Tempat Mengaji Waktu Kecil
ARAHAN— Ketua DPRD Sumbar Supardi, menyampaikan arahan dihadapan jamaah Masjid Baitul Mukmin, Labuah Baru.

LABUAH BARU, METRO
Meski kini telah menjadi Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, tetapi Supardi, tidak lupa tempat dirinya mengaji waktu kecil. Selain itu, Supardi, juga mengenang waktu-waktu dirinya pernah berjualan rokok tidak jauh dari tempanya mengaji di Masjid Baitul Mukmin, Labuah Baru, Kelurahan Koto Kociak Kubu Tapak Rajo, Payakumbuh.

“Ambo ngaji disiko, sampai manggale Rokok disiko juo dulu Buya. Ambo kini datang bersilaturahmi kasiko, deklah 7 tahun tingga di Padang, mungkin agak jarang pulang ka kampuang,” demikian kenang Ketua DPRD Sumbar, Supardi, ketika menyampaikan arahan saat safari ramadhan bersama tim provinsi di Masjid Baitul Mukmin, Labuah Baru, Minggu (18/4).

Memberikan arahan dihadapan Etek, Mamak, Keponakan, Nenek, Kakek, Uni dan Udanyo, yang ada di Masjid Baitul Mukmin, Supardi mengaku grogi dan kehilangan kata-kata. “Kalau tadi ustad pambao acara dan Pak Ketua Pengurus Masjid, H Misral manyabuik grogi, ambo labiah grogo lo lai,” sebut Supardi dihadapan ratusan jamaah sholat tarwih malam itu.

Meski grogi, Supardi, berpesan kepada seluruh jamaah untuk bersyukur bahwa pada ramadhan 1442 H-2021 M ini masih bisa melaksnakan sholat tarwih berjamaah di masjid. Bila tahun 2020 lalu, saat wabah covid-19 baru muncul di Indonesia, semua aktivitas terganggu tidak terkecuali saat itu tidak ada sholat tarawih berjamaah dan sholat idul fitri termasuk dilarang pulang kampung.

“Tahun ini kita bisa kembali sholat tarawih bersama, bisa berjamaah. Pesan ambo tetap patuhi protokol kesehatan covid-19. Alah banyak keluarga kito di Sumbar yang maningga karano covid-19. Semoga kita terhindar dari covid-19 hendaknya, sehingga bisa kito sholat id dan berlebaran dalam keadaan sehat,” harap Supardi, yang namanya jadi perbincangan untuk jadi Wali Kota Payakumbuh mendatang.

Supardi yang dikenal atau disapa warga Nunang Daya Bangun, Pak Guru, saat datang melakukan safari ramadhan ke-Masjid Baitul Mukmin, memboyong Kabiro Hukum Sekdaprov, Masrial, Kepala Samsat Kota Bukittinggi, Zulfahmi, dan sejumlah Tim lainnya termasuk wartawan. Tidak kala penting Juga membawa Buya Baharurin Djamil, asal Padang untuk memberikan ceramah agama.

Sebelumnya, Ketua pengurus Masjid Baitul Mukmin, H. Misral, mengucapkan selamat datang kepada Ketua DPRD Sumbar, Supardi bersama Tim di Masjid Baitul Mukmin dalam rangka safari ramadhan, solat tarawih berjamaah dan penyerahan secara simbolis bantuan dari Pemerintah Provinsi Sumbar sebesar Rp 20 juta.

“Kami sangat termotivasi dengan kedatangan tim safari ramadhan dari Provinsi. Karena dengan kedatangan Ketua DPRD dapat menyampaikan harapan-harapan. Bantuan dari bapak Supardi, sudah kita gunakan untuk perbaikan jenjang, kemudian akan kami gunakan juga untuk perbaikan jendela, dan akan membangun gerbang masjid,” ungkap Ketua Masjid Baitul Mukmin.

Dia juga menyampaikan bahwa pembangunan masjid Baitul Mukmin masih banyak terkendala, terlihat dipekarangan, tangga menuju tingkat dua sesuai rencana akan diganti dengan tangga di dalam. Dan juga akan merehap bangunan yang dilantai Dua untuk TPQ.

“Di samping yang sudah ada, tentu kami berharap juga kepada bapak/ibu yang datang dapat membantu kami melalui infak dan sedekah. Yang datang saat ini bukan orang sembarangan, disamping Ketua, ada juga Badan Keuangan Daerah,” pintanya.

Sementara itu, Buya Baharudin Djamil, dalam tausiahnya menngutip Surat Al-An’am ayat 53. Dengan judul, kebenaran Islam dalam kelangsungan hidup manusia. “Titik singgung kebenaran islam pada akal. Dan berfungsi agama itu pada makhluk yang berakal. Kontribusi ajaran islam itu adalah ilmu pengetahuan. “Pandai menulis dan beritung,” ucapnya.

Buya Baharudin Djamil yang mengaku sejak tahun 70 an sudah berceramah di Payakumbuh tidak terkecuali di Masjid Baitul Mukmin. Hanya saja, kondisinya yang jauh berbeda dari saat sekarang, dimana masjidnya sudah sangat bagu.

“Ambo di siko, barang baru stok lamo. Disiko tahun 70 ambo alah bacarama disiko. Kebenaran islam itu memberikan titik singgung juga pada hati manusia. Ada iman disana. Iman itu membenarkan hati. Ada hati nurani ada hati sanubari,” sebutnya. (uus)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional