Close

Supardi Apresiasi Proyek Pengelolaan Sampah di Sungai Antuan

Pengelolaan Sampah Skala Nagari di Sungai Antuan, Kabupaten 50Kota.

PAYAKUMBUH, METRO–Ketua Dewan Perwa­kilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Barat Supardi mengapresiasi pro­­yek percontohan pe­ngelolaan sampah skala nagari yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumbar di Nagari Sungai Antuan, Kecamatan Mungka, Kabupaten 50kota.

Menurut Supardi, pilot project yang dimulai sejak Mei tersebut telah mampu menggerakkan usaha peternakan masyarakat, khu­susnya peternak ikan de­ngan pendapatan tinggi namun berbiaya murah.

Hal itu disampaikannya usai meninjau langsung kelompok budidaya perikanan “RAHMAT” di Jo­rong Lubuak Simato, Kecamatan Mungka, bersama Kadis DLH Siti Aisyah, wali nagari dan camat, Kamis (28/10).

Kelompok ini, mene­rapkan bioteknologi untuk mengurai sampah organik memanfaatkan lalat maggot Black Soldier Fly (BSF) dan hasilnya berupa ulat maggot BSF yang digu­nakan sebagai pakan alternatif berbiaya murah untuk budidaya ikan.

Kunjungan tersebut dimanfaatkan Ketua DPRD Sumbar untuk mengisi ma­sa reses, mulai 25 November sampai 1 Oktober.

Supardi mengatakan sangat mendukung pemanfaatan ulat maggot untuk dikelola menjadi pupuk. Ia juga memberikan semangat kepada masya­rakat atas inovasinya da­lam pengelolaan sampah menjadi produktif.

Katanya, ulat maggot berasal dari lalat, disaat berusia 21 hari akan menjadi pupa dan akhirnya menjadi lalat. Bekas kulit atau cangkangnya yang mengering ini bisa dimanfaatkan menjadi pupuk organik.

“Kita melakukan pertemuan dengan masyarakat dan sekaligus melakukan peninjauan tempat pembuangan akhir sampah (TPA),” kata Supardi.

Katanya, sekitar 75% sampah di TPS berasal dari organik.  “Ketika saya diminta untuk membantu  mendukung pengadaan alat pengelolaan sampah, mes­kipun saya tidak paham, saya langsung  respon dan mengontak bu Ica untuk bisa memberikan ketera­ngan, ketika diminta 1 unit, kita berikan 2 bila perlu 3 unit,” ulas.

Alat yang diminta ma­syarakat tersebut dibuat langsung putra daerah Payakumbuh dan masih belajar yakni siswa SMK 2, saat ini sudah selesai 1 unit, sekitar 14 hari mendatang akan selesai 1 unit lagi.

“Meskipun suara saya tidak ada di Mungka ini, namun karena ada inovasi terbaru langsung kita dukung, dan alat tersebut sudah selesai 1 unit saat ini, dan akan selesai 1 unit lagi 14 hari mendatang, saya akan dukung inovasi pengelolaan ulat magot yang berasal dari sampah ini,” kata Supardi diselingi candaan dan disambut gelak tawa masyarakat, Jumat (29/10).

Ica, dari OPD Pengelola Lingkungan merasa kalau ketua DPRD Sumbar sangat respon terhadap kebutuhan masyarakat, dan mendukung program unggulan gubernur, yakni pertanian.

“Saya bangga dengan ketua DPRD Sumbar pak Supardi ini, ketika mendapat usulan dari masya­rakat, beliau langsung kontak saya dan bertanya, saya terangkan dan beliau langsung bilang, kalau ma­syarakat minta 1 unit kasih 2 unit Bu, bagus itu inova­sinya,” kata Ica.

Ditegaskan Ica, ketua DPRD Sumbar, selalu siap memperjuangkan kebutuhan masyarakat, termasuk juga dalam pengelolaan sampah menghasilkan mo­got untuk pupuk organik.

“Jika sudah berkaitan dengan kepentingan ma­syarakat, pak Ketua DPRD ini tidak berhenti mengontak saya, agar segera direalisasikan, demi produktifitas kelompok masyarakat, yang notabene bisa me­ngangkat perekonomian masyarakat,” ulas Ica la­gi. (hsb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top