Menu

Sup Anjing Dijual Bebas, Warga Resah

  Dibaca : 1518 kali
Sup Anjing Dijual Bebas, Warga Resah
BERDISKUSI— Mahyeldi Ansharullah bersama owner Serambi Milk berdiskusi tentang cara UMKM bertahan di tengah pandemi Covid-19.

Sup Anjing

TABING, METRO–Warga Kompleks Wisma Indah VII, Kelurahan Parupuak Tabing, resah. Sejak beberapa waktu terakhir, ada warung dengan menu utama sup anjing mulai beroperasi di lingkungan tempat tinggal mereka.

Keluhan ini disampaikan warga yang meminta namanya disamarkan. Melalui pesan singkatnya yang juga diterima POSMETRO, Kamis (20/8), warga ini mengatakan bahwa, ada warung nasi sup anjing buka dari pagi hingga malam dengan intensitas tiga kali bakar anjing setiap hari. Mulai dari jam 07.00 WIB,  jam 11.00 WIB dan jam 18.00 WIB.

Di samping mengeluarkan bau yang menyengat akibat pembakaran anjing, di sekitar lokasi juga ditemui tulang-tulang anjing berserakan. Begini bunyi sms yang diterima POSMETRO.

”Assalamualaikum Wr.Wb. Selamat Bp Mahyeldi Wako Padang. Ayo Kerja!!. Kami warga Kompleks Ws Indah 7 Tabing dan warga RT 08 melapor kepada bp. Di lingkungan kami ada satu keluarga yang membuka warung nasi/nasi sup anjing  yang buka dari pagi sampai malam. Skrg intensitasnya 3x bakar anjing mulai pagi jam 7, siang jam 11 dan sore jam 18.00 Wib, maaf pak wako. Bau bakar anjing itu sangat menyengat hidung mual dan muntah, tulang dan bangkai  anjing berserakan.” Begitu bunyi penggalan isi SMS yang dikirim kepada wali kota dan juga sampai kepada POSMETRO.

Tidak hanya menjajakan sup anjing, dalam SMS itu juga disebutkan jika di dalam warung ada menjual tuak. Warga berharap warung nasi sup anjing sekaligus kedai tuak itu bisa segera ditutup karena tidak diinginkan oleh warga. ”Mohon ditertibkan/ditutup warung masakan anjing itu sebelum hal-hal yang tak diingini terjadi di masyarakat”. Begitu isi lanjutan SMS.

Kepala Sat Pol PP Padang Firdaus Ilyas saat dikonfirmasi, kemarin meminta pada warga yang ada sekitar lokasi agar mendudukkan masalah tersebut kepada ketua RT, ketua RW, LPM dan tokoh masyarakat lainnya. Sehingga bisa dicari jalan keluar terbaik. ”Silahkan bicarakan dulu dengan RR, RW atau LPM. Cari solusi terbaiknya,” kata Firdaus.

Dalam kondisi sekarang, terang Firdaus, Sat Pol PP tidak bisa bertindak, karena belum menyebabkan kegaduhan pada masyarakat. Mungkin saja, terang dia, warung nasi sup anjing itu hanya untuk kalangan tertentu saja. ”Salah satu solusinya adalah rembuk warga dengan unsur RT, RW dan LPM,” ujarnya. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional