Menu

Sumbar Zona Merah, Virus Corona Varian Delta Diduga sudah Menyebar

  Dibaca : 505 kali
Sumbar Zona Merah, Virus Corona Varian Delta Diduga sudah Menyebar
Dr dr Andani Eka Putra

PADANG, METRO–Provinsi Sumatra Barat (Sum­bar) berada di dalam zona merah atau zona risiko penularan tinggi Covid-19 dalam sepekan ke depan. Naiknya status dari zona oranye ke zona merah berdasarkan hasil per­hitungan 15 indikator data onset pa­da minggu ke-69 pandemi Covid-19 di Sumbar oleh Satuan Tugas Perce­pa­tan Pe­­na­nga­­nan Co­vid-19 Pro­vin­si.

Juru Bicara Satuan Tu­gas Penyebaran Covid-19 Sumbar Jasman Rizal me­ngatakan, Sumbar berada di zona merah bersama Padang Pariaman. Se­dang­kan zona hijau belum ada di Sumbar.  Sumatra Barat berada di zona merah de­ngan skor 1,79. Menurun dari minggu sebelumnya pada skor 2,05.

“Pada minggu lalu, Sumbar berada di zona oranye namun adanya be­berapa indikator keseha­tan masyarakat yang me­nurun menyebabkan zona Sum­bar menjadi merah. Peng­hitungan zonasi pro­vinsi Sumbar berdasarkan 19 kabupaten dan kota di Sum­bar. Artinya secara ke­seluruhan adanya pe­nu­runan skor indikator di ka­bupaten dan kota sehing­ga berimbas pada provinsi Sumbar,” kata Jasman.

Jasman menerangkan pada minggu ini, satu-sa­tunya Kabupaten Kota yang berada di zona merah adalah Kabupaten Padang Pariaman. Ini adalah kali ketiga Kabupaten Padang Pariaman berada dizona merah. Sementara Kabu­paten  yang mendekati zona merah adalah Kabu­paten Agam yang skornya berada dibawah 1,94, dan tidak ada Kabupaten Kota yang berada di zona Hijau Kondisi zonasi sama de­ngan minggu ke-69.

“Kecenderungan Positivity Rate (PR) di Sumbar lanjut Jasman meningkat dari minggu sebelumnya. PR mingguan Sumbar pada minggu ini adalah 10,26 persen. Meningkat dari minggu sebelumnya pada angka 10,03 persen. Pe­ningkatan ini justru mem­per­lihatkan kinerja Satgas Kabupaten Kota yang telah melakukan tracking dan tracing dengan baik. Arti­nya, pola tracing dan tracking Satgas Kabupaten Kota telah berada pada jalur yang benar,” ucap Jasman.

Sampai minggu ke 68, katanya, warga Sumbar yang telah terinfeksi Covid-19 adalah 52.691. Bertam­bah 2.406 orang dari ming­gu sebelumnya pada angka 50.285 orang. Ini merupakan rekor tertinggi pertam­ba­han mingguan sejak pan­demi covid-19 di Sumbar.

Sementara, recovery rate (tingkat kesembuhan) 90,66%. Angka ini menurun dari minggu sebelumnya pada angka 91,98% atau sembuh sebanyak 47.771 dari 50.285 orang yang terinfeksi covid-19. Angka meninggal dunia akibat Covid-19 1.208 orang (2.29), menurun dari minggu se­belumnya pada angka 2,30% dari 52.691 orang yang terinfeksi.

Sedangkan kasus aktif minggu ini 3.712 orang (7,04%) naik dari minggu sebelumnya. Minggu sebe­lumnya kasus aktif berada pada angka 2.876. Presen­tase kasus covid-19 yang dirawat di RS Rujukan (hu­nian rumah sakit) menurun dari 21,28% ke atau pada angka 663 orang kasus aktif.

Untuk 19 kabupaten/kota yang ada di Sumbar ada satu daerah kategori zona merah, 11 zona ora­nye dan tujuh zona kuning. Zona merah adalah Kabu­paten Padang Pariaman. Ke 11 zona oranye adalah Kabupaten Limapuluh Ko­ta, Kota Padang Panjang, Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Pasaman Barat, Kota Padang, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Kota Sa­wah­lunto, Kabupaten Solok, Kota Bukittinggi, dan Ka­bupaten Agam.

Tujuh zona kuning yakni Kabupaten Pasaman, Ka­bupaten Kepulauan Men­tawai, Kota Pariaman, Kota Payakumbuh, Kabupaten Solok Selatan, Kota Solok, dan Kabupaten Sijunjung.

Covid-19 Varian Delta Diduga Telah Menyebar

Kepala Laboratorium Pusat Diagnostik Riset Pe­nyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Unand, Dr dr Andani Eka Putra men­duga, Covid-19 varian delta sudah menyebar di Sum­bar. Varian itulah yang berkemungkinan besar yang menyebabkan kasus infeksi Covid-19 melonjak tajam sejak empat hari terakhir di Sumbar.

“Besar dugaan di Su­matera Barat sudah dipe­nuhi oleh varian delta. Ciri khas varian ini adalah wak­tu perkembangan yang cepat, inkubasi lebih pen­dek, 3-4 hari, sehingga jumlah virus sangat tinggi di fase puncak,” mengutip tulisan dr Andani di grup Kawal Covid-19, Sabtu ma­lam, (3/7).

Dijelaskan Kepala La­boratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedok­teran Unand ini, penye­baran virus ini 6-8 kali lebih cepat dibanding D614G atau (varian Corona) Wuhan. Data ini mungkin sinkron dengan GISAID Indonesia, di mana hingga saat ini lebih dari 90% varian di Indonesia adalah Delta.

“GISAID sendiri adalah singkatan dari Global Initiative on Sharing ALL Influenza Data, merupakan inisiatif kerja sama antara peme­rintah Jerman dengan or­ga­nisasi nirlaba yang ber­tujuan untuk menyediakan akses terhadap berbagai informasi genetik virus-virus yang menyebabkan epidemi seperti flu. GI­SAID telah mengumpulkan data Covid-19 dari ber­bagai negara, termasuk Indonesia.

Dugaan kuat Andani soal menyebarnya varian Delta di Sumbar, juga ber­da­sarkan temuannya sen­diri yang memeriksa PCR (polymerase chain reaction) pasien Covid-19 di Sumbar. Beberapa hari terakhir di­rinya menemukan kasus pasien wafat dengan Covid-19 namun CT (Cycle threshold)-nya di bawah 30.

“Ini tidak biasa, karena umumnya CT value pasien kritis di atas 30 atau bahkan negatif. Jika kita lihat juga CT value awal, rerata di bawah 15, yang menggam­barkan proses infeksi yang cepat,” ungkapnya.

Semakin tinggi CT value, berarti viral load atau jumlah virus dalam tubuh pasien tersebut semakin sedikit. Sebaliknya, jika CT value rendah berarti jumlah vi­rus­nya banyak. Berda­sarkan temuannya itu, dr Andani mengimbau ma­sya­rakat untuk saling me­ngingatkan dan menjaga protokol kesehatan.

“Bapak dan ibu agar lebih waspada, ingatkan keluarga untuk di rumah saja. Jika ada salah satu anggota keluarga yang demam segera lakukan isolasi mandiri dan swab PCR. Klaster keluarga cu­kup banyak di Padang,” pungkas Andani. (*)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional