Menu

Sumbar Ubah Pola Pelayanan Vaksinasi Rubella dan Covid-19

  Dibaca : 62 kali
Sumbar Ubah Pola Pelayanan Vaksinasi Rubella dan Covid-19
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi.

BUKITTINGGI, METRO–Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengubah pola pelayanan untuk vak­si­nasi rubella dan COVID-19 guna menjangkau ma­sya­rakat yang lebih luas tanpa meninggalkan pene­rapan protokol kesehatan. “Bila sebelumnya pola p­e­la­yanan vaksinasi adalah dengan mengumpulkan masyarakat di satu tem­pat maka ke depan po­lanya diubah yaitu tenaga kese­hatan yang turun ke ma­sya­rakat,” kata Gu­bernur Sumatera Barat Mahyeldi saat meng­ha­diri orientasi persiapan bulan imunisasi campak rubella di Bu­kit­tinggi, Ju­m­at (3/9).

Gubernur mengatakan dengan mendatangi lang­sung masyarakat maka cakupan pelaksanaan vak­sinasi akan jauh lebih luas apalagi jika memanfaatkan sumber daya manusia ka­der dari berbagai lembaga. “Kita punya banyak kader PKK, Dasawisma, kader Keluarga Berencana, Po­syandu dan lembaga lain yang jumlahnya puluhan ribu. Kalau semua diturunkan maka akan sangat besar manfaatnya dalam u­pa­ya peningkatan capaian vaksinasi baik campak rubella maupun COVID-19,” ujarnya.

Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dilibatkan tidak hanya Dinas Ke­sehatan tetapi juga dinas lain seperti Dinas Perempuan dan Anak, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan dinas lain yang terkait.

Sementara untuk sosialisasi juga harus dilibatkan tokoh masyarakat dan lembaga keagamaan se­per­ti Majelis Ulama Indonesia (MUI) sehingga kepercayaan masyarakat terhadap vaksinasi bisa meningkat dan bersedia untuk ikut serta. “Bisa juga dibuat lomba-lomba yang berkaitan dengan sosiali­sasi vaksinasi misalnya lomba video pendek. Nan­ti pemenang akan diberikan apresiasi. Namun yang pasti tujuannya adalah untuk sosia­lisasi pada ma­syarakat,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Su­matera Barat Arry Yus­wandi mengatakan imunisasi cam­pak rubella terakhir kali dilaksanakan di Su­mate­ra Barat pada 2019.

Capaian pada saat itu masih sangat rendah jauh dari target yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan. Sumatera Barat berada pada posisi 33 dari 34 provinsi.

Ia menyebut rendahnya capaian vaksinasi atau imunisasi rubella itu dise­babkan faktor kehalalan vaksin yang baru keluar saat program sudah berjalan sehingga banyak penolakan dari masyarakat. “Sekarang vaksin sudah dinyatakan halal oleh MUI Pusat sehingga kendala itu diharapkan tidak terjadi lagi pada program yang akan dilaksanakan April 2022,” ujarnya.

Sedangkan untuk vaksinasi covid-19, Sumbar telah mendapatkan kiriman 1,5 juta dosis vaksin dari Kementerian Kesehatan dan 1,4 juta telah didistribusikan ke kabupaten kota. “Kita berharap capaian imunisasi dan vaksinasi bisa semakin tinggi demi menjaga kesehatan ma­syarakat,” ujarnya. Ikut hadir dalam acara tersebut Dr. Yun Efiantina MM (Kabid P2P prov Sumbar), dan seksi survelen se-Sumate­ra Barat. (fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional