Menu

Sumbar Terancam Tak Ikut Porwil 2019

  Dibaca : 145 kali
Sumbar Terancam Tak Ikut Porwil 2019
TERANCAM— Ketua KONI Sumbar Syaiful meyebutkan Sumbar terancam tidak dapat mengikuti ajang multi iven Porwil X Bengkulu yang dilaksanakan November mendatang. ( ISt)

PADANG,METRO – Sumbar terancam tidak bisa mengikuti ajang multi iven Porwil X di Bengkulu pada November mendatang. Karena anggaran untuk pengiriman atlet ke Porwill yang dianggarkan pada APBD Perubahan 2019 belum dibahas. Sementara, KONI telah mengusulkan anggaran ke DPRD Sumbar, sebesar Rp30 miliar. “Sedangkan anggaran APBD Perubahan untuk agenda epmpat tahunan tersebut akan dibahas anggota DPRD Sumbar yang baru, hasil pemilihan Pemilu 2019 ini,” ujar Ketum KONI Sumbar Syaiful SH, Senin (20/5).

Maka jelas Syaiful, hingga saat ini KONI tidak berani membantu dan membentuk pelatihan terhadap atlet ke Porwil ajang multi iven empat tahunan tersebut. Karena KONI ketiadaan anggaran untuk membentuk pelatihan atau TC tersebut. Maka bicara Porwil setelah ada anggaran di APBD Perubahan nanti dari yang diusulkan sebesar Rp30 miliar. Sebelumnya jelas angka-angka anggaran KONI belum berani bicara Pelatda maupun pengiriman atlet ke Bengkulu nanti.

Dikatakan Syaiful, maka, saat ini KONI lebih fokus membantu melakukan pembinaan atlet berprestasi ke Kejurnas Pra PON masing masing cabor. Dalam hal ini KONI hanya membantu memberangkatkan atlet berprestasi ke Pra PON bukan mengirimkan. Namun, di Porwil KONI sebagai pengirim karena ajang multi iven.

Karena dalam waktu dekat ini KONI Sumbar akan menghadapinya dua agenda Porwil X Bengkulu dan Kejuarnas Pra PON sebanyak 47 Cabor. Pra PON untuk ajang kualifikasi atlet menghadapi ajang PON yang dilaksanakan di Papua tahun 2020 mendatang. sedangkan di Porwil mempertandingkan 11 Cabor dan 36 Cabor pada Pra PON.

Namun, KONI akan mewanti wanti tidak semua atlet Cabor yang bisa dibantu pemberangkatannya untuk Pra PON dan Porwil. “Namun atlet dari Cabor yang dikirim ke Kejurnas Pra ON benar-benar atlet yang berprestasi tingkat regional dan nasional yang dibantu keberangkatanya. Sedangkan, atlet Porprov bukan levelnya di ajang Porwil maupun Pra PON ini,” ujar Syaiful.

Dikatakan Syaiful, dalam hal ini KONI akan berani bersikap menentukan dalam memberangkatan atlet yang berprestasi. Artinya biar diberangkatan atlet yang benar-benar berprestasi sehingga melahirkan prestasi yang jelas. Dari pada memberangkatan banyak atlet dengan prestasinya sedikit dengan padat anggaran. Bisa-bisa nanti berefek hukum karena tak tepat sasaran. Sementara KONI dalam keterbatasan anggaran.

Maka KONI akan membentuk 5 orang Tim Monev yang dikomandoi Togi P Tobing yang untuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap atlet setiap yang yang berpotensi untuk diikutkan ke Porwil dan pra PON.Tim Monev ini terdiri dari Elvis Martin Andi Luthan Yosrizal dan Raymond. Maka tim Monev inilah yang bertugas melakukan tugas Monev setiap atlet yang berada di Cabor.

Apakah Cabor yang bersangkutan rutin melakukan latihan, atau hanya seminggu jelang berangkat mereka melakukan latihan. Maka dengan berat hati KONI tidak akan membantu atlet yang bersangkutan ke Pra PON. Dan KONI siap menerima konsekwensi dari kebijakan KONI atau atlet yang tidak serius tersebut. Sedangkan atlet yang telah dibantu atletik dan menembak ke Pra PON.

Dan bantuan terhadap atlet ke Pra PON hanya bersifat bantuan latihan dari anggaran KONI Sumbar tahun 2019 .Namun tidak semua anggaran tahun 2019 sebesar Rp5 miliar ini untuk bantuan atlet disitu juga ada dana operasional sekretariat KONI yang terdiri dari administrasi, ATK dan honor pegawai sekretariat. (boy)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional