Menu

Sumbar Miliki Modal Kuat Kembangkan Pariwisata, Wahyu: Majukan Wisata, Investor Datang Tanpa Diundang

  Dibaca : 456 kali
Sumbar Miliki Modal Kuat Kembangkan Pariwisata, Wahyu: Majukan Wisata, Investor Datang Tanpa Diundang
ACARA DISEMINASI— Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sumbar, Wahyu Purnama berfoto bersama dengan puluhan wartawan dalam acara Diseminasi LPP dan Kajian Pariwisata Sumbar di Batusangkar.

BATUSANGKAR, METRO- Sumatera Barat kaya akan keindahan alamnya dan budaya yang masih terjaga. Hal itu tentunya bisa menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Sumatera Barat. Kekayaan sektor wisata itu, tentunya menjadi modal kuat untuk dikembangkan sebagai salah satu sumber ekonomi baru untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Hal itu diungkap Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sumbar, Wahyu Purnama saat pertemuan diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi dan Kajian Pariwisata Sumatera Barat di Batusangkar, Sabtu (7/12) yang dihadiri 25 wartawan media cetak, online dan televisi.

“Sumbar itu punya modal kuat. Buktinya berbagai penghargaan yang diraih di tingkat internasional seperti World Best Halal Culinary Destination dan Best Halal Destination. Pesona alam Ranah Minang yang masih asri dengan nilai budaya yang kenal juga menjadi daya tarik kuat dikalangan wisatawan domestik maupun mancanegara,” kata Wahyu.

Wahyu menambahkan, selain memiliki keindahan alam, Sumbar juga dikenal dengan segudang kuliner yang dikenal sangat lezat. Salah satu yang paling terkenal dan mendunia merupakan rendang. Tidak hanya itu di Mentawai ombaknya dikenal sebagai terbaik untuk berselancar di kalangan wisatawan asing.

“Kemudian untuk infrastruktur secara umum kondisi jalan 82 persen masuk kategori baik dan saat ini sedang dilakukan pembenahan infrastruktur penunjang lainnya. Saat ini sedang dibangun kembali Pasar Atas Bukittinggi, pedesterian di Padang hingga perluasan ruang tunggu di Bandara Minangkabau,” ungkap Wahyu.

Namun, dengan modal kuat tersebut, Wahyu menyarankan modal yang sudah dimiliki itu perlu dioptimalkan melalui sinergi dan kerja sama yang kuat. Pertama harus ada peta jalan pengembangan pariwisata Sumbar. Kemudian terkait dengan tingginya kunjungan wisatawan asal Malaysia perlu dicari tahu apa kebutuhan mereka dan disediakan sebaik mungkin.

“Selanjutnya, karena ada label wisata halal objek wisata perlu memperhatikan kebersihan, menyediakan tempat shalat yang nyaman. Setelah itu, perlu ada iven-iven yang menjadi agenda tahunan pariwisata Sumbar, sehingga menjadi daya tarik wisatawan untuk datang ke Sumbar,” jelas Wahyu.

Wahyu menuturkan, berdasarkan hasil riset yang dilakukan BI bekerja sama dengan Universitas Andalas Padang ditemukan kendala yang menghambat sektor pariwisata. Antara lain kepemilikan lahan, belum ada aktraksi yang berbasis aktivitas dan masalah higienitas produk kuliner.

“Kemudian kendala koordinasi antara pemangku kepentingan terkait serta ketersediaan SDM pariwisata yang andal. Berbagai persoalan tersebut, bisa diatasi jika semua pihak bersinergi. Salah satunya menciptakan masyarakat yang sadar wisata,” ujarnya.

Wahyu menegaskan, selama ini Sumbar masih belum optimal belum optimal mengembankan dan mempromosikan keunggulannya. Misalnya, songket yang selama ini dikenal hanya sebagai kain sarung, ternyata bisa bertransformasi dijadikan sebagai baju-baju pria dan wanita yang sangat bagus.

“Songket itu asli produk lokalnya Sumbar. Kalau batik, itu nasional. Kita harus bantu UMKM-nya untuk kreatif. Jati diri Sumbar ya songket. Dengan mengembangkan songket, UMKM akan terus tumbuh dan berkonstibusi banyak untuk pertumbuhan ekonomi,” pungkasnya.

Ia menjelaskan, songket ini bisa menjadi ikonnya Sumbar. Dengan berkembangnya wisata, akan banyak investor lokal yang berpartisipasi. Jika sudah berkembang, investor luar tanpa diundang pasti akan datang dengan sendirinya. (rgr)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional