Menu

Sumbar Kekurangan Dokter Anestesi

  Dibaca : 106 kali
Sumbar Kekurangan Dokter Anestesi
ILUSTRASI Dokter anestesi adalah dokter spesialis yang memiliki tanggung jawab memberikan pembiusansebelum pasien menjalani operasi atau prosedur medis lainnya. ( IST)

PADANG, METRO – Sumbar masih kekurangan dokter spesialis anestesi untuk ditempatkan di berbagai rumah sakit. Padahal dokter dengan spesialisasi itu sangat dibutuhkan di dunia kesehatan, karena sangat krusial dalam proses operasi – terutama saat membius pasien.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Sumbar, Narul Abit. Katanya, jumlah dokter spesial anetesi di daerah ini masih sangat minim. Di Sumbar hanya 135 Penata Anestesi, dan 35 Dokter Anestesi. Padahal jumlah rumah sakit mencapai 75 yang tersebar di Kabupaten dan Kota.

“Sumbar sebenarnya membutuhkan 1.080 Penata Anestesi, harusnya setiap rumah sakit minimal memiliki satu perawat anestesi, dan minimal empat dokter anestesi,” kata Nasrul Abit usia membuka Seminar dan Workshop Nasional dalam Mukernas XII Ikatan Penata Anestesi Indonesia (IPAI) di Hotel Inna Muara, Jumat (23/8).

Terkait kekurangan ini, Nasrul menyebutkan, untungnya bisa disiasati dengan rencana Universitas Baiturrahmah membuka jurusan Anestesi, infromasinya Universitas Negeri Padang juga akan membuka.

Untuk membantu program kerja Penata Anestesi ini, pemerintah daerah tetap harus bekerja sesuai kewenangan daerah. Sesuai Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014. Dengan harapan ada pembenahan sektor kesehatan di daerah masing-masing sehingga tenaga anestesi dapat dipenuhi.

“Sekarang ini sektor kesehatan sudah diutamakan, 20 persen sudah dimasukkan RPJM 2020-2024, demi mencapai SDM unggul dan untuk Indonesia maju,” ujar Nasrul Abit.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI, Oscar Primadi mengharapkan, pemerintah daerah dan organisasi IPAI mampu merangkul segala komponen Penata Keanestesian yang ada. Kemudian, upaya itu juga bisa dilakukan dengan mengadakan pelatihan, workshop, dan memberdayakan SDM yang memiliki kompetensi.

“Tentunya saling mendukung dan memberikan penguatan dalam pelayanan kesehatan yang lebih baik. Kalau di Kota Padang sepertinya tidak kekurangan, tapi di daerah-daerah memang kekurangan. Tapi kita berharap, SDM saling mengharmoniskan. Semua komponen betul-betul penata keanestesian yang baik,” kata Oscar Primadi.

Dengan harapan itu, menurut Oscar Primadi, untuk mendukung kesehatan di Indonesia, Penata Anestesi tidak hanya pembenahan di hilir. Upaya itu juga dengan memberikan pelayanan dan mutu yang berkualitas kepada masyarakat.

Selain itu, IPAI juga menata regulasi segala aturan dan acuan. Pembinaan organisasi juga lebih solid. Bukan hanya tentang pembiusan saja, tapi juga harus mampu menjadi promotor dan agent of change mengubah perilaku masyarakat.

“Penataan Anestesi harus meningkatkan kualitas dan profesionalisme, serta mengubah perilaku masyarakat hidup ke arah lebih sehat,” pesan Oscar Primadi.

Sementara, Ketua DPP IPAI, Dorce Tandung menyampaikan, sampai saat ini beberapa regulasi yang dibuat Kemenkes RI sudah mengkoomodir kebutuhan anggota IPAI. Namun terkait kinerja Penata Anestesi belum ada keseragaman di setiap daerah. Secara berkala setiap anggota wajib hukumnya mencapai lisensi peningkatan mutu.

Terakhir, Dorce juga berharap ada Perda yang menguatkan program kerja Penata Anestesi, termasuk di daerah Sumbar. Apalagi, berbagai daerah juga perlu dilakukan untuk Penataan Anestesi. Melalui peraturan yang diterbitkan belum menyeluruh soal pengembangan keprofesiannya.

“Saya harus mengadvokasi, agar ke depan mendapat dukungan anggaran untuk pengembangan keprofesian, seperti pelatihan, seminar, workshop, untuk meningkatkan mutu penata anestesi,” pungkasnya. (mil)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional