Menu

Sumbar Kaya Komoditi Layak Ekspor, Arlinda: Cari Pasar Baru Jangan Tinggalkan Pasar Utama

  Dibaca : 91 kali
Sumbar Kaya Komoditi Layak Ekspor, Arlinda: Cari Pasar Baru Jangan Tinggalkan Pasar Utama
Dirjend— Dirjend Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Arlinda, bersama Kepala Dinas Perdagangan Sumbar, Asben Hendri serta Asisten II Setdaprov Sumbar, Benni Warlis dan jajaran Kementerian Perdagangan, Selasa (9/4) saat Forum Strategi Program Pengembangan Ekspor Nasional, di Hotel Mercure.

PADANG, METRO – Direktur Jendral Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan (Kemendag), Arlinda menyebutkan, Provinsi Sumbar memiliki banyak potensi ekspor yang dapat dikembangkan. Pasalnya, banyak daerah di Sumbar menghasilkan komoditi yang layak ekspor, seperti kelapa sawit, karet, kayu manis, minyak kasiri, gambir dan pinang.

“Kita ingin di Sumbar dengan banyak potensi komoditi yang layak ekspor. Maka, diharapkan ekspor jangan hanya disekitar negara tujuan utama saja, namun mesti mengarah ke negara lain yang tidak masuk pasar utama,” kata Arlinda, Selasa (9/4) usai membuka Forum Strategi Program Pengembangan Ekspor Nasional, di Hotel Mercure.

Dikatakannya, pasar utama yang menjadi tujuan ekspor saat ini di Indonesia, tetap didominasi lima negara besar. Yakni, Cina, Jepang, Amerika, India dan Singapura. Serta, lima negara lainnya, yakni Malaysia, Filipina, Korea Selatan, Thailand dan Belanda.

”Meskipun dilihat dari pergerakan ekspor tidak bergerak dari negara yang menjadi pasar utama kita. Tetapi, kita mesti bisa mencari pasar baru, namun tidak meninggalkan pasar utama,” ujarnya.

Untuk mencari pasar baru diluar pasar utama tujuan ekspor, seperti Sumbar memiliki komoditi kopi. Dimana, kopi itu sangat dibutuhkan di beberapa negara diluar pasar utama, seperti Mesir, Maroko, Bangladesh dan lainnya, itu yang mesti dimanfaatkan, mengenalkan potensi komoditi ke berapa negara diluar pasar utama, namun sangat dibutuhkan.

“Untuk itu perlu dilakukan misi dagang seperti promosi ke negara yang bukan menjadi pasar utama ekspor. Apalagi, Kemendag memiliki berapa perwakilan dagang di beberapa negara yang dapat membantu dalam melakukan pameran dagang ini,” ulasnya.

Dengan adanya misi dagang, maka potensi peluang peningkatan ekspor Sumbar akan melejit sebab selama ini kontribusi ekspor Sumbar secara nasional belum terlalu besar.

”Untuk itu, meningkatkan kontribusi ekspor Sumbar terhadap nasional, perlunya lakukan misi dagang ini, dari pintu ke pintu mengenalkan potensi yang dimiliki,” tukasnya.

Asisten II Setdaprov Sumbar, Benni Warlis mengakui, potensi Sumbar dalam ekspor cukup besar, tetapi belum terkoneksi dengan baik. Maka, dengan adanya sosialisasi dari Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional diharapkan ini dapat menjalin koneksi antara pelaku usaha, potensi komoditi ekspor dan pemda dalam meningkatkan jumlah ekspor ke negara tujuan.

“Untuk itu, diharapkan dengan terkoneksinya antara stakeholder terkait dalam ekspor ini dapat meningkatkan gairah ekspor Sumbar, dan ini akan berdampak juga kepada kesejahteraan petani.

Dan, Sumbar memiliki berapa komoditi menonjol seperti sawit, rempah-rempah, serta saat ini juga tengah mulai ekspor komoditi horti, seperti Manggis, serta Usaha Mikro Kecil Menengah,” pungkasnya.

Forum Strategi Program Pengembangan Ekspor Nasional menbahas terkait  program strategis  Direktorat Jendral Pengembangan Ekspor Nasional (DJPEN), kebijakan fasilitasi ekspor, optimalisasi pemanfaatan FTA (Free Trade Agreement) dan kebijakan ekspor daerah yang bisa dimanfaatkan oleh para pelaku ekspor.

Hadir sebagai narasumber Asisten II Setdaprov Sumbar Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat, Benni Warlis, Sekretaris DJPEN, Ganef Judawati, Direktur Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor, Iriana Ryacudu, Direktur Pengembangan Promosi dan Citra, Sulistyawati, Kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia, Noviani Vrisvintati, Kasubdit Amerika Direktorat Perundingan Bilateral Ditjen Perundingan Perdagangan Internasional, Dandy Iswara, Kasubdit Peningkatan Akses Pasar Direktorat Fasilitasi Ekspor Impor, Bambang Jaka Setiawan dengan moderator Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sumbar,  Asben Hendri.

Forum dihadiri oleh lebih dari seratus peserta yang terdiri dari para pelaku usaha berorientasi ekspor, asosiasi, dinas kabupaten dan kota yang menangani perdagangan, serta instansi terkait dari wilayah Padang dan sekitarnya. (fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional