Menu

Sumbar Jajaki Pengusulan Dua Geopark ke Unesco 

  Dibaca : 50 kali
Sumbar Jajaki Pengusulan Dua Geopark ke Unesco 
KONFERENSI PERS— Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumbar, Anwarudin Sulistiyono saat konferensi pers terkait penyidikan kasus penyimpangan pembayaran ganti rugi lahan pembangunan jalan tol Padang-Sicincin.

PADANG, METRO–Sumatera Barat men­jajaki kemungkinan penga­juan dua Geopark di da­erah itu masing-masing Ngarai Sianok dan Sing­karak untuk diajukan se­bagai Geopark Dunia atau Unesco Global Geopark (UGG).

“Kita sudah punya tiga Geopark nasional, seka­rang kita coba jajaki untuk jadi UGG,” kata Gubernur Sumbar, Mahyeldi usai menghadiri Rapat Koor­dinasi Penyiapan Geopark Ranah Minang menjadi U­GG di Ruang Rapat Is­tana Gubernur, Minggu (27/6).

Menurut Gubernur, tim persiapan sudah mem­pre­sentasikan potensi Geo­park Ranah Minang dan langkah-langkah yang mung­kin diambil untuk menja­dikannya Geopark Dunia. “Hasilnya nanti akan se­gera kita tindaklanjuti de­ngan pembentukan Badan Pengelola Geopark serta berkoordinasi dengan bu­pati/ wali kota,” ujarnya.

Ketua Tim Persiapan Geopark Ranah Minang menjadi UGG, Dr. Febrian mengatakan untuk bisa menjadi Geopark Dunia memang perlu langkah-langkah percepatan ka­rena biasanya utuk bisa menyandang status itu Geopark harus jadi Geo­park Nasional dulu. “Kita juga harus punya tema yang kuat secara geologi untuk bersaing secara in­ter­nasional. Kita memiliki tema itu yaitu Patahan Sumatera,” katanya.

Ia merinci Geopark di patahan Sumatera itu se­benarnya cukup banyak yang berada dalam satu garis mulai dari Sianok, Singkarak, Danau Diatas dan Danau Dibawah, Suliti Solok Selatan hingga Geo­park di Pasaman.

Namun kalau disiapkan seluruhnya, akan sangat berat kerja yang harus dilakukan. Oleh sebab itu ada kemungkinan akan di­ambil dua geopark sebagai langkah awal yaitu Sianok dan Singkarak. Tetapi un­tuk jangka panjang, semua akan diajukan karena me­miliki potensi yang sama.

Menurutnya cukup ba­nyak persiapan yang harus dilakukan karena geopark basisnya adalah ma­sya­rakat sementara objeknya geologi, biologi dan bu­daya. Kemudian cara pe­nge­lolaannya juga ada tiga diantaranya melalui kon­servasi, edukasi dan sum­ber daya ekonomi lokal. “Persiapan untuk semua aspek ini yang kita coba lakukan percepatan dian­taranya dengan penyiapan infrastruktur, masyarakat dan program,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Balitbang Sumbar, Reti Wafda menyebut rapat yang digelar merupakan tindaklanjut dari kunjungan Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenko Marves, Rustam Effendi seminggu sebelumnya.

“Dalam pertemuan itu disebutkan Kemenko Mar­ves siap untuk menfa­sili­tasi pengajuan Geopark Ranah Minang untuk jadi Geopark Nasional atau UGG. Syarat­nya kita me­mang sudah benar-benar siap dalam segala aspek,” katanya.

Dalam kesempatan itu juga dijajaki kemungkinan Geopark Sianok dan Sing­karak sama-sama diajukan jadi UGG.  “Jalur sebe­narnya untuk bisa jadi UGG, harus jadi Geopark Nasional dulu. Sianok su­dah Geopark Nasional se­mentara Singkarak masih belum. Namun karena se­benarnya yang berada pada inti patahan Suma­tera adalah Geopark Sing­karak, kita coba jajaki apa­kah mungkin Sianok dan Singkarak diajukan jadi UGG bersamaan dengan catatan kita akan meleng­kapi semua dokumen ten­tang Singkarak,” jelasnya.

Ia menyebut data ka­jian geologi, bilogi dan budaya sudah selesai di­ker­jakan di Balitbang Sum­bar. Tahun ini akan dibantu kelengkapan dokumen dari Dinas Pari­wisata. Tahun depan bisa dibuatkan mas­ter­plannya. “Tapi infor­masinya untuk masterplan bisa sambil jalan. Karena itu ada po­tensi bisa diper­cepat tahun ini,” ujarnya Reti. (fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional