Menu

Sumbar jadi Pusat Penanggulangan Bencana Wilayah Sumatera

  Dibaca : 62 kali
Sumbar jadi Pusat Penanggulangan Bencana Wilayah Sumatera
KUNJUNGI PUSDALOPS—Sestama BNPB, Lilik Kurniawan di hadapan jajaran BPBD Sumbar, ketika berkunjung ke UPT dan Pusdalops BPBD Provinsi Sumbar, Kamis (19/8).

PADANG, METRO–Provinsi Sumatera Ba­rat (Sumbar) akan dija­dikan pusat dalam pe­nang­gulangan bencana untuk wilayah Sumatera. Dengan demikian, setiap keben­canaan wilayah Sumatera penanggulangannya ter­pusat di Sumbar.

Pernyataan tersebut disampaikan Sekretaris Utama (Sestama) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Lilik Kur­niawan di hadapan jajaran Badan Penanggulngan Ben­cana Daerah (BPBD) Sumbar, ketika berkunjung ke Unit Pelaksana Teknis (UPT) dan Pusat Pengen­dalian Operasi (Pusdalops) BPBD Provinsi Sumbar, Kamis (19/8).

“UPT ini akan kita jadi­kan Balai Besar Logistik dan Peralatan BNPB. Nan­tinya dijadikan Pusdalog Regional, pusat pendidikan dan pelatihan kebenca­naan, atau lainnya untuk memperkuat SDM,” kata Lilik.

Menurut Lilik, dengan adanya Balai Besar Logistik dan Peralatan Regional ini, nantinya kesiapan SDM penanggulangan bencana di wilayah Sumatera akan lebih memadai dan pro­fesional. Tentu juga mem­persingkat jarak ketika terjadinya bencana di wila­yah Sumatera.

“Contohnya, bila ter­jadi bencana di Aceh, pusat bantuannya bisa langsung dari Sumbar, dan bisa jalan darat. Lalu, kalau pelatihan relawan, cukup di Sumbar, tak perlu ke Sentul lagi,” terangnya.

Terkait kapan beralih status Balai Besar Logistik dan Peralatan BNPB ini, kata Lilik, pihaknya tengah menunggu sertifikat tanah UPT Pusdalops saat ini dihibahkan ke BNPB. Pihak­nya berharap sertifikat hibah tanah ini cepat dise­lesaikan, agar Balai Besar ini tidak dialihkan ke pro­vinsi lain.

Selain di Sumbar untuk Sumatera, Balai Besar Lo­gistik dan Peralatan BNPB ini juga dibangun di 12 provinsi lainnya. Seperti di Sidoarjo Jawa Timur, Go­rontalo, Sulawesi, Kali­mantan, dan beberapa da­erah lainnya. Apabila se­mua ini selesai, penang­gulangan bencana di se­tiap daerah bisa ditangani lebih cepat.

Dikatakan Lilik, setidak­nya ada 5300 desa dan 500 kabupaten dan kota di se­luruh Indonesia yang ra­wan bencana. Beberapa di antaranya berada di wila­yah Sumbar, terutama di wilayah pesisir pantai. De­ngan demikian, kelem­ba­gaan kebencanaan di dae­rah harus semakin diper­kuat dalam menghadapi segala bencana yang akan terjadi.

Kendati begitu, kata Sestama BNPB ini, penang­gulangan bencana di dae­rah tetap penanggujawab utamanya bupati atau wali kota. Sementara pihak pro­vinsi termasuk BNPB dan BPBD hanya memberikan dukungan. Salah satunya dalam bentuk kesiap­sia­gaan secara dini yang me­libatkan TNI dan Polri.

“Semakin cepat per­soalan hibah tanah ini selesai, semakin baik. Nan­tinya Pusdalops Provinsi dan Regional ini mana­jemennya dipisahkan, tapi kegiatan tetap koordinasi dan disinergikan,” sebut­nya.

Menanggapi itu, Wakil Gubernur (Wagub) Sum­bar, Audy Joinaldy yang sempat menyambut keda­tangan Sestama BNPB itu ikut mengapresiasi akan dialihkannya UPT menjadi Balai Besar Logistik dan Peralatan Regional Su­matera. Dengan ha­ra­pan, penanggulangan ben­cana di Sumatera, khususnya di Sumbar se­makin cepat.

“Nanti, Balai Besar ini juga bisa untuk tempat penanganan atau isolasi pasien Covid-19. Apalagi, kita belum tahu kapan pan­demi ini berakhir. Tapi kita berharap semuanya cepat pulih,” sebutnya.(fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional