Menu

Sumbar Dikepung Bencana, 7 Tewas Dan 12 Kabupaten/Kota Terdampak

  Dibaca : 1229 kali
Sumbar Dikepung Bencana, 7 Tewas Dan 12 Kabupaten/Kota Terdampak

PADANG, METRO – Hujan deras mengguyur hampir semua wilayah di Sumbar sejak Kamis (11/10). Akibatnya, 12 Kabupaten/Kota dikepung banjir dan longsor. 7 orang meninggal dunia. Beragam bencana itu membuat warga harus ekstra waspada, karena bisa menimpa kapan saja.

Dari jumlah yang tewas, 4 orang tewas akibat terseret banjir bandang di Nagari Tanjung Bonai, Kecamatan Lintau Buo, Kabupaten Tanahdatar, pada Kamis. 3 orang lainnya tewas tertimbun longsor di Jorong Padang Toboh, Nagari Parik Malintang, Padangpariaman, pada malam sebelumnya, Rabu (10/10).

Banjir bandang Tanjung Bonai menewaskan 4 orang, dimana 3 orang korban terdiri dari ibu dan dua anak serta seorang tukang ojek. Empat orang tewas itu adalah, sang ibu, Rani (30), Moch Steve Efendi (10), Aris (2,5 dan Yusrizal Buyung (45), pengendara ojek.

”Selain korban tewas di Tanahdatar, ada satu orang ditemukan dalam keadaan luka-luka. Tiga orang dinyatakan hilang terseret banjir dan pencarian masih dilakukan, 1 unit rumah dan kedai juga terdampak. Kemudian, sebuah jembatan putus dan tidak bisa dilalui kendaraan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Sumbar, Erman Rahman, Jumat (12/10).

Menurutnya, berdasarkan laporan sementara, 12 Kabupaten/Kota itu yakni, Pesisir Selatan, Kepulauan Mentawai, Limapuluh Kota, Agam, Pasaman, Tanahdatar, Pasaman Barat, Padangpariaman, Sijunjung, Kota Sawahlunto, Kabupaten Solok, dan Kota Solok. “Artinya, hampir semua wilayah di Sumbar terkena dampak,” katanya.
Pessel

Dari Pessel, hujan lebat beberapa hari terakhir, terutama Kamis, menimbulkan bencana pada beberapa titik. Sekitar pukul 17.15 WIB, terdapat genangan air setinggi 40-50 cm di Kecamatan Lengayang, Koto Rawan. Kemudian, terjadi banjir di Aia Kulam Nagari Kambang.

Selain itu, sekira pukul 15.00 WIB, pohon tumbang di Kecamatan IV Jurai, Buah Palo Ken Bunga Pasang dan di Bundaran Bukit Putus arah masuk menuju Kota Painan, mengakibat akses Jalan Nasional Padang-Painan jadi terganggu. Kemudian juga terjadi longsor xu Batu Tembak menuju Kabupaten Batang Kapas, pada Kamis (11/10) pukul 15.30 WIB, dan banjir di Kecamatan Bayang di Lubuk Kumpai.

“Tim TRC BPBD Kabupaten Pesisir Selatan bersama TNI, Polri, dan warga sudah melakukan pembersihan jalan oleh pihak PU dengan alat berat di kejadian longsor,” kata Erman.

Kepulauan Mentawai
Dari Sipora Utara Desa Goso Oinan, juga terjadi tanah longsor pada Kamis pukul 16.40 WIB dan berdampak tertutupnya akses jalan dan terganggunya aktivitas masyarakat. “Tindakan lanjut BPBD Kabupaten Kepulauan Mentawai untuk kerugian beluk bisa diperkirakan,” ungkapnya.

Sementara dari Jorong Lompek Nagaru Halaban, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Limapuluh Kota, Kamis pukul 19.30 WIB, karena intensitas curah hujan yang tinggi sejak pukul 16.00 WIB mengakibatkan terjadinya banjir. 3 ekor kerbau dilaporkan hanyut dan terendamnya areal persawahan sekitar 1/4 hektare (ha).

Sedangkan, di Jorong Kampung Dalam Nagari Limbanang, Kecamatan Suliki, terdampak 2 unit rumah terendam banjir milik Emil dan Dasril. Lalu, Jalan di Nagari Sungai Naniang Kecamatan Bukik Barisan juga terjadi longsor.
Kabupaten Agam

Di Jorong Puduang, Nagari Bawang, Kecamatan Ampek Nagari, Agam, hujan lebat, Kamis banjir merendam 10 unit rumah warga, terdampak 50 jiwa dan 2 unit kedai. Tinggi air mencapai 50-70 CM. Untuk warga yang rumahnya terendam sudah diungsikan ke rumah tetangga.

Di Jorong Pasar Bawang terjadi longsor sehingga menutupi sebagian jalan. Jalan hanya bisa dilewati dengan sistem bukan tutup. Di Jorong Sungai Nibung, Nagari Tiku Selatan, Kecamatan Tanjung Mutiara, terjadi banjir dan merendam 1 unit rumah warga dan 1 unit peron sawit.

Di Jorong Sungai Air, Nagari Persiapan Sungai Jariang, Kecamatan Lubuk Basung dan di Kelok 12 Jorong Pasar Maninjau, Nagari Maninjau Kecamatan Tanjung Raya terjadi pohon tumbang yang menutupi akses jalan sehingga jalan tidak bisa dilewati kendaraan, namun setelah dilakukan pembersihan jalan sudah bisa dilewati masyarakat.

Pasaman Barat
Kamis pukul 19.30 WIB, di Jambak jalur 3, Jambak jalur 2, Jambak jalur 1, Kenagarian Koto Baru, Kecamatan Luhak Nanti Duo terjadi banjir. Kemudian, longsor di Taku pada 3 titik serta banjir di Batasaman, Nagari Siapa Gadang yang disebabkan karena arus deras sehingga tidak bisa dilewati kendaraan dari Simpang Empat ke Ujung Gading, 30 Unit rumah terendam banjir ke dalam air yang bervariasi.

“Untuk korban jiwa nihil, TRC Pusdalops PB Pasaman Barat, Sar TNI, Polri sudah membantu warga melakukan evakuasi, dan Dinas PU sudah menurunkan alat berat di lokasi kejadian,” ungkap Erman.

Padangpariaman
Di Kecamatan Enam Lingkung telah terjadi tanah longsor, Rabu (10/10) pukul 21.30 WIB persisnya di Jorong Padang Toboh, Nagari Parik Malintabg, Kecamatan Padang Pariaman dan menimpa 1 unit rumah masyarakat terkena dampak.

“Ada 3 orang korban meninggal dunia atas nama Nando 9 usia tahun, Restu Afandi usia 5 tahun, Raka Sapura usia 5 bulan. Selain meninggal dunia, Wisnu, usia 42 tahun (ayah korban), Ratna usia 33 tahun (ibu korban), dan Rasman usia 61 tahun (kakek korban) dinyatakan selamat,” jelasnya.

Sebagai tindak lanjut dari pihak BPBD, kata Erman, BPBD Kabupaten Padangpariaman telah menurunkan Tim TRC BPBD ke lokasi kejadian melakukan evakuasi korban dan membawa korban ke RSUD Parik Malintang, Padangpariaman. Sementara, korban dibawa ke Koti Bangko, Kecamatan Sei. Geringging. Untuk kerugian diperkirakan sekitar Rp 30 juta.

Pasaman
Di Simpang Tigo Kumpulan, Nagari Limo Koto, Nagari Ganggu Mudiak, Ganggu Hili, Nagari V Kot, Kecamatan Bonjol terjadi banjir lebih kurang dengan ketinggian 1 meter.

Di Jorong Kampung Tujuh, Nagari Tanjung Palung Timur, yakni di Kampung Pisang merendam 38 unit rumah, 1 MDA dan 1 masjid terendam sekitar 50 CM, di Kampung Tanjung Pacang banjir juga merendam 10 unit rumah dengan ketinggian 1 meter, di Kampung Tanjung Alai banjir juga merendam 60 unit rumah, dan di Kampung Pancahan Baru, 60 unit rumah dan 1 masjid terendam banjir dengan ketinggian 60 Cm.

“Korban nihil, penduduk mengungsi ke rumah saudara mereka yang tidak terdampak banjir. Sementara, Satgas BPBD Kabupaten Agak bersama Dinsos, PMI, Pemerintah Kecamatan dan Nagari telah melakukan evakuasi terhadap korban yang terdampak banjir,” sebut Erman.

Kota Sawahlunto
Di Kota Sawahlunto dilaporkan, pohon tumbang di 3 lokasi berbeda. Pohon tumbang tersebut terjadi dalam waktu hampir bersamaan sekira pukul 18.30 WIB, Kamis 11 Oktober 2018 di Jalinsum dekat Soto Pami, Silungkang, Jalinsum depan Bank Syariah Mandiri dan Jalinsum dekat Resto Alibaba di Muaro Kalaban.

Tanahdatar
Hujan deras juga melanda Jorong Ranah Batu Tanjung Bonai sekitar pukul 18.30 WIB menyebabkan banjir bandang, dan sebuah jembatan putus dan tidak bisa dilalui kendaraan, kemudian 1 unit rumah dan kedai juga terkena dampak banjir bandang.

“Ada tiga tambahan Kabupaten/Kota yang kena musibah banjir yaitu Kota Solok, Sijunjung dan Kabupaten Solok. Sementara, jumlah yang meninggal dunia itu ada 7 orang, 3 di antaranya di Padangpariaman dan 4 lagi di Kabupaten Tanahdatar,” pungkas Erman. (mil)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional