Menu

Sumbar Bersiap jadi Sentral Bawang Putih, 2021, Target Tanam 6 Ribu Ha

  Dibaca : 119 kali
Sumbar Bersiap jadi Sentral Bawang Putih, 2021, Target Tanam 6 Ribu Ha
Ilustrasi Bawang Putih

LUBEG, METRO – Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Sumbar optimis persoalan bawang putih dapat dituntaskan pada 2021 mendatang. Pasalnya, Ranah Minang akan menjadi salah satu sentral bawang putih dengan target tanam seluas 6.000 hektare (Ha).

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Sumbar, Candra mengatakan, Sumbar akan kembali mengejar ketertinggal dan menjadi sentral bawang putih seperti beberapa dekade lalu, dengan budidaya benih di lahan seluas 580 hektare 2019 ini.

”Ditargetkan 2021, bawang putih tidak lagi diimpor dengan menghidupkan kembali daerah-daerah sentral melalui program budidaya,” ujar Chandra, Selasa (21/5).

Candra menyebutkan, budidaya benih seluas 580 hektare merupakan gabungan antara lahan wajib tanam importir dari 5 perusahaan dan APBN. Nanti, kata dia, hasil panen akan diproses dan dijadikan benih untuk ditanam lagi tahun 2020 dengan target tanam seluas 2.000 hektare.

”Lalu, panennya akan dijadikan benih lagi untuk ditanam tahun 2021, dengan target tanam 6.000 hektare,” sebut Candra.

Candra berharap, permasalahan bawang putih di Sumbar mampu terselesaikan dengan budidaya benih tahun ini seluas 580 hektare, yang tersebar di Kabupaten Solok seluas 275 hektare, Tanahdatar 125 hektare, Agam 100 hektare, dan Solok Selatan 80 hektare.

”Hitungan kita secara teknis, produksinya lebih kurang mencapai 6.000 ton. Tahun selanjutnya dijadikan bibit lagi sebanyak 2.000 ton untuk ditanam di lahan seluas 4.000 hektare, dengan jumlah produksi mencapai 15.000 ton,” jelas Candra.

Mengenai luas lahan secara keseluruhan, menurut Candra, total lahan yang berpotensi untuk ditanami bawang putih tersebar di empat wilayah dengan luas 27.500 hektar. Di Kabupaten Solok luas lahannya 13.000 hektar, sementara di luar Solok, seperti Kabupaten Agam 11.000 hektar, Tanah Datar 3.000 hektar dan Solok Selatan 500 hektar.

Menurut Candra lagi, program pembiayaan simulasi pengembangan bibit bawang putih sebetulnya sudah dimulai sejak 2017 silam di Kabupaten Solok seluas 122 hektare dengan jumlah produksi sebesar 590 ton, dan 100 hektar 2018.

”Namun, simulasi dua tahun ini tidak sepenuhnya berhasil, karena masa panen yang bersamaan dengan musim hujan. Tahun 2019 ini ingin dipercepat tetapi malapetakanya bibit belum tersedia,” tukasnya. (mil)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional