Close

Sumando Bantai Mamak Rumah di Kabu­paten Tanahdatar, Kojek Tewas, Ateng Koma, Sempat Cekcok di Warung Kopi

PELAKU DITANGKAP— Pelaku Jalius Efendi (49) yang tega menikam dua mamak rumahnya diamankan di Mapolres Tanahdatar dengan barang bukti sebilah pisau.

TANAHDATAR, METRO–Sempat dikeroyok saat sedang duduk santai, seo­rang pria paruh baya mem­bacok dua mamak rumah­nya (adik ipar) secara brutal di warung kopi Jorong Gu­run, Nagari Gurun, Keca­matan Sungai Tarab, Kabu­paten Tanahdatar, Selasa (23/11) sekitar pukul 20.30 WIB.

Akibat perkelahian maut itu, korban Jefri panggilan Kojek (35) tewas bersimbah darah dengan luka tusukan di bagian perutnya. Sedang­kan abangnya, Silya pang­gilan Ateng (43) yang me­ngalami luka tusuk pada perut dan tangan hingga membuatnya kritis dan tak sadarkan diri.

Warga setempat yang melihat kejadian itu berda­tangan ke lokasi untuk mele­rai. Namun, kedua korban sudah keburu kena tikam berulang kali hingga mem­buat kedua korban terkapar bersimbah darah. Warga pun langsung membawa kedua korban ke RSUD Ali Hanafiah Batusangkar.

Sementara, pelaku ber­nama Jalius Efendi (49) panggilan Lubuak, yang sehari-hari bekerja seba­gai tukang panjat kelapa, sempat langsung mela­rikan diri usai membantai dua mamak rumahnya ter­se­but ke rumah kerabat­nya yang masih berada di Kecamatan Sungai Tarab.

Parahnya, pelaku me­larikan diri dengan meng­hadang pengendara sepe­da motor yang melintas dan mengancam pengen­dara itu menggunakan pi­sau yang masih berlumu­ran darah mamak rumah­nya. Karena takut, pengen­dara itupun menuruti per­mintaan pelaku dan me­ngantarkannya.

Tak lama berselang, Polisi yang mendapatkan laporan adanya peristiwa pembunuhan itu, langsung datang ke lokasi dan me­mintai keterangan saksi-saksi serta melakukan olah TKP. Berkat informasi dari pengendara yang mengan­tarkan pelaku itulah, Polisi pun berhasil menangkap pelaku yang bersembunyi di rumah kerabatnya.

Kapolres Tanahdatar AKBP Rokhmad Hari Pur­nomo, melalui Kasatres­krim Iptu Syafril SH didam­pingi Kasubag Humas AKP Desfiarta mengatakan, per­kelahian yang melibatkan sumando dengan mamak rumah itu, menewaskan satu orang dan satu kritis karena ditikam meng­gu­nakan senjata tajam.

“Korban yang kritis dirawat di rumah sakit. Sedangkan korban yang meninggal sudah dijemput oleh pihak keluarga untuk dimakamkan. Sementara pelaku ditangkap enam jam setelah kejadian,” ungkap AKP Desfiarta, Rabu (24/11) di Mapolres Tanahdatar.

Dijelaskan AKP Desfiar­ta, pelaku memang sudah berniat melarikan diri dari Kabupaten Tanahdatar, tapi sebelum kabur, sudah kebu­ru ditangkap di kedia­man ke­ra­batnya. Selain me­nang­kap pelaku, pihak­nya juga menyita barang bukti beru­pa sebilah pisau yang digu­nakan untuk me­nganiaya korban serta pa­kaian yang digunakan saat kejadian.

“Saking brutalnya pela­ku ini menikamkan pisau­nya ke tubuh korban, pela­ku juga sempat terke­na pisaunya sendiri hingga mengalami luka pada ta­ngannya. Terkait motif dari perkelahian antara mamak rumah dengan rang su­mando ini masih dalam penyelidikan,” ujarnya.

Dicerikan AKP Des­fiar­ta, kasus ini berawal ketika pelaku Lubuak sedang du­duk di warung milik David. Tiba tiba dari belakang datang korban Ateng dan Jefri yang emosi. Saat itu, korban Jefri alias Kojek langsung  men­cekik leher Lubuak, se­dang­kan korban Silya alias Ateng menen­dang.

“Tak terima dikeroyok, pelaku Lubuak langsung mencabut pisau yang me­mang selalu diselipkannya di pinggangnya. Setelah itu, pelaku yang emosinya juga sudah memuncak, langsung menikamkan pi­sau itu ke tubuh korban Kojek,” ujar AKP Desfiarta.

AKP Desfiarta me­nu­turkan, korban Jefri seke­tika tersungkur bersimbah darah akibat ditikam seca­ra brutal oleh pelaku. Tak puas sampai disitu saja, tersangka yang sudah ge­lap mata langsung menge­jar korban Ateng. Perke­lahian keduanya ber­lang­sung sengit.

“Orang-orang yang be­ra­da di dalam warung se­mat bersorak agar mereka menyudahi perkelahian itu. Warga takut mendekat karena pelaku mengayun-ayunkan pisau. Perla­wa­nan Ateng pun berhasil dia­tasi pelaku Lubuak.  Ateng mengalami banyak luka tusukan,” kata AKP Desfiarta.

Melihat Ateng tak ber­daya, dijelaskan AKP Des­fi­rarta, pelaku Lubuak be­rusaha melarikan diri. Na­mun, di perjalanan ia ber­papasan dengan saksi Ak­bar yang mengendarai mo­tor. Tersangka Lubuak me­ngancam Akbar de­ngan pisau dan meminta diantar ke rumah kera­batnya di Kecamatan Su­ngai Tarab.

“Kedua korban oleh warga dilarikan ke RSUD Ali Hanafiah Batusangkar untuk menjalani perawa­tan, korban Jefri meninggal di RSUD. Berbekal kete­rangan saksi Akbar ini, akhirnya tersangka Lubuak berhasil ditangkap. Untuk sementara, tersangka Lu­buak akan dijerat dengan pasal penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang, dengan ancaman pidana penjara di atas lima tahun,” pung­kasnya. (ant)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top