Close

Sultan Dorong Investasi Lebih Banyak Didistribusikan ke Daerah

Sultan B Najamudin

JAKARTA, METRO–Wakil ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan B Najamudin mengapresiasi kinerja apik dan capaian positif kementerian investasi atau BKPM RI yang sukses meningkatkan nilai investasi dan menarik lebih banyak investor asing pada awal tahun ini.

Merujuk data Kemen­terian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), total nilai investasi pada triwulan I-2022 mencetak rekor pertumbuhan tertinggi sepanjang 10 tahun terakhir, atau tumbuh 28,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 219,7 triliun. Realisasi investasi triwulan I-2022 tersebut telah mencapai 23,5% dari target yang diamanahkan Presiden Joko Widodo se­besar Rp 1.200 triliun pada tahun ini.

”Kita patut bersyukur dengan segala capaian positif investasi di masa pemulihan ekonomi nasional yang begitu luar biasa ini,” kata ungkap man­tan ketua HIPMI Beng­­kulu itu melalui ke­terangan res­minya pada Rabu (4/5).

Menurut Sultan, hal itu tidak terlepas dari pendekatan kebijakan pemerintah dalam melakukan pengendalian terhadap pandemi Covid-19 secara efektif dan kelihaian para Menteri terkait, khususnya men­teri BKPM Bahlil Lahadalia dalam melakukan diplomasi investasi dan penyesuaian mekanisme perizinan usaha yang le­bih ramah investasi.

Menurut Sultan, dengan Pemulihan Pandemi yang lebih cepat, Indonesia mendapatkan bonus kepercayaan dan percepatan pemulihan ekonomi yang tidak banyak dimiliki oleh negara lain, setelah mampu meningkatkan ekspor komoditi dan bahan baku seperti Sawit dan batu bara juga pada sektor jasa pariwisata secara signifikan.

Di saat yang sama, Indonesia juga merupakan pasar yang sangat penting bagi dunia bisnis dan pe­laku industri berskala global. ”Saya kira ini menjadi point penting yang harus diperhatikan oleh pemerintah dalam mendongkrak eko­nomi nasional dengan me­lakukan inovasi ekspansi investasi khususnya di sek­tor rill dan manufaktur ke semua daerah sesuai kebutuhan dan trend pa­sar ekspor. Dengan modal infrastruktur yang sudah cukup memadai, Investasi tidak boleh terkonsentrasi hanya di wilayah tertentu saja,” tegas mantan Wakil Gubernur Bengkulu itu.

Oleh karena itu, kata Sultan, dibutuhkan kolaborasi ekstra, antara pemerintah pusat dan daerah juga pelaku industri khu­susnya UMKM lokal dalam membuka peluang inves­tasi di daerah-daerah secara proporsional. Tentunya dengan pendekatan bisnis yang ramah, profi­table dan berkelanjutan berbasiskan kemitraan.

”Kami selalu mengatakan bahwa, secara empiris semua daerah kita memiliki potensi yang bisa ditingkatkan nilai jualnya untuk ditawarkan ke pasar ekspor. Hasil alam kita, khususnya biodiversitas, sangat dibutuhkan di luar sana, hanya dibutuhkan sedikit inovasi dan investasi yang cukup da­lam proses pengembangannya,” kata Sultan. (jpnn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top