Menu

Suhatri Bur jadi Narasumber Warisan Unesco

  Dibaca : 156 kali
Suhatri Bur jadi Narasumber Warisan Unesco
BERSAMA—Narasumber Warisan Unesco1 Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur SE MM bersama peserta sosialisasi. (efa nurza/posmetro)

PDG.PARIAMAN, METRO – Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur,SE MM kemarin, menjadi narasumber sosialisasi warisan dunia Unesco warisan Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto (Ombilin Coal Mining Heritage Of Sawahlunto).

“Pertambangan batu bara era kolonial Belanda, Ombilin, di Sawahlunto saat ini ditetapkan sebagai warisan dunia kategori budaya. Adapun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memperjuangkan pengakuan ini sejak 2016. Sekarang sosialisasikan,” kata Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur, kemarin, yang dilaksanakan Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar

. Katanya, Kota Sawahlunto dimasukkan ke daftar sementara warisan dunia kategori budaya sejak 2015. Setelah itu, proses pengumpulan data, penyusunan dokumen pendukung, dan diskusi panjang para ahli serta akademisi dari dalam dan luar negeri makin intensif dilakukan.

“Adapun pengajuan kriteria Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto yang menjadi Nilai Universal Luar Biasa adalah kriteria dua dan empat,” ujarnya.

Keunikan tambang Ombilin menunjukkan adanya pertukaran informasi dan teknologi lokal dengan teknologi Eropa terkait dengan eksplorasi batu bara di masa akhir Abad ke-19 sampai masa awal abad ke-20 di dunia, khususnya di Asia Tenggara.

Sedangkan kriteria empat adalah tentang contoh luar biasa dari tipe bangunan, karya arsitektur, dan kombinasi teknologi atau lanskap yang menggambarkan tahapan penting dalam sejarah manusia. Pertambangan batu bara Ombilin punya keunikan tersendiri.

“Keunikan tambang batu bara Ombilin di Sawahlunto menunjukkan contoh rangkaian kombinasi teknologi dalam suatu lanskap kota pertambangan yang dirancang untuk efisiensi sejak tahap ekstraksi batubara, pengolahan, dan transportasi, sebagaimana yang ditunjukkan dalam organisasi perusahaan, pembagian pekerja, sekolah pertambangan, dan penataan kota pertambangan yang dihuni oleh sekitar 7.000 penduduk,” ujarnya. (efa)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional