Menu

Suhatri Bur: Basapa dengan Prokes Ketat

  Dibaca : 71 kali
Suhatri Bur: Basapa dengan Prokes Ketat
ARAHAN—Bupati Padangpariaman Suhatri Bur memberikan arahan saat pimpin rapat basapa kemarin.

PDG.PARIAMAN, METRO–Bupati Padang­paria­man Suhatri Bur, kemarin memimpin rapat terkait penyelenggaraan basapa di Kabupaten Padang­paria­man pada bulan Syafar 1443 H. Penyelenggaraan basapa tahun ini jatuh pada tanggal 22 September 2021 dimana masih diseleng­garakan pada masa pan­demi covid 19. “Oleh ka­renanya perlu persiapan yang lebih matang agar basapa tidak menjadi klas­ter baru dalam pengem­bangan covid-19 di Ka­bupaten Padangpariaman,” ujarnya.

Suhatri Bur menga­takan basapa merupakan ke­biasaan rutin yang dilak­sanakan setiap tahunnya juga menjadi tambahan ibadah setiap bulan syafar dimana para ziarah tidak hanya datang dari ma­sya­rakat dalam daerah saja namun juga dari luar Pa­dangpariaman hingga ke wilayah Sumatra bagian tengah. “Pandemi telah berlangsung selama 1,5 tahun oleh sebab itu ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan dalam pelak­sanaan basapa ini, me­ngingat saat ini covid-19 di Kabupaten Padang­pa­ria­man sudah melandai, jadi kita harus berhati-hati agar basapa tidak menjadi klas­ter baru dimana jamaah syatariah yang datang un­tuk melaksanakan ziarah Basapa bisa mencapai ratusan ribu, oleh kare­nanya diperlukan penga­manan juga penerapan protokol kesehatan secara ketat,” terang Bupati

Ia juga menambahkan banyak dari ulama besar yang meminta agar basapa tidak dilarang sama seperti tahun kemaren sehingga perlunya basapa dilak­sa­nakan pada masa pandemi juga namun tetap mene­rapkan protokol kesehatan secara ketat, oleh karena itu perlunya dukungan dari OPD terkait agar basapa tidak menjadi klaster baru.

Senada dengan itu pe­serta rapat yakninya bebe­rapa OPD terkait menu­yetujui jika basapa tetap dilaksanakan namun tetap dilaksanakan dengan mem­perhatikan protokol kesehatan secara ketat sehingga kasus covid-19 di Padangpariaman tidak ber­tambah. Seperti yang dika­takan oleh Perwakilan MUI basapa tidak dapat dilarang namun tetap menerapkan protokol kesehatan dengan mendirikan posko covid di dekat makam di setiap pintu masuk.

Perwakilan Kakan Ke­me­nag juga menyebutkan berdasarkan pengalaman basapa tahun kemaren bahwasanya yang datang tidak hanya peziarah yang datang dari Kabupaten Pa­dangpariaman juga banyak berasal dari luar sehingga ditakutkan akan menambah kasus positif covid-19 di Kabupaten Padang­pa­ria­man perlu dipastikan yang bisa ikut hanya yang dekat dari Padangpariaman ba­sapa dapat dijadikan mo­men untuk mempercepat vaksin demi amannya pe­nyelenggaraan basapa ini juga dapat dilakukan pen­dekatan humanis dengan melibatkan ulama agar bersedia di vaksin se­hing­ga basapa tidak menjadi klaster baru.

Dalam penyelenggaran basapa ini juga diminta agar para peziarah yang berasal dari luar Padang­pariaman dapat mem­per­lihatkan sertifikat vaksin, dan bagi peziarah yang belum mempunyai sertifikat vaksin bisa langsung vak­sin di lokasi karena Dinas Kesehatan juga akan me­nyediakan posko vaksin dan rapid antigen, se­hing­ga ini perlu disosia­lisa­sikan sebelum basapa di­lak­sanakan.(efa)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional