Close

Sudah tidak Miliki Nilai Guna, 1.029 Arsip Dimusnakan di Kabupaten Agam

MUSNAHKAN ARSIP— Pemkab Agam melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan, musnahkan 1029 Arsip yang sudah tidak memiliki nilai guna dengan cara dihancurkan menggunanakan mesin penghancur kertas, Selasa (20/9).

AGAM, METRO–Pemerintah Kabupaten Agam melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan melakukan pemusnahan terhadap 1029 arsip yang sudah tidak memiliki nilai guna.

Pemusnahan ini ditandai dengan menghancurkan secara simbolis berkas arsip dengan mesin penghancur kertas oleh Bupati Agam, diwakili Asisten III Setda Agam, Andrinaldi, didampingi, Kepala Badan Keuangan Daerah, Hendri G, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan, Roza Linda dan lainnya, di Depo Arsip Kabupaten Agam, Selasa (20/9).

Kadis Arsip dan Perpustakaan, Roza Linda me­ngatakan, pemusnahan arsip adalah tindakan atau kegiatan untuk menghancurkan arsip secara fisik dan identitas yang melekat pada arsip yang dilakukan secara total, sehingga tidak dapat dikenali lagi baik fisik maupun informasi terha­dap arsip tersebut.

Dikatakan, arsip yang akan dimusnahkan merupakan arsip yang berasal dari Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) dan Badan Kepegawaian dan Pe­ngem­bangan Sumber Da­ya Manusia (BKPSDM).

“Yang meliputi fungsi umum, fungsi pemerintah, fungsi keamanan dan ketertiban, fungsi kesejahteraan rakyat, fungsi perekonomian, fungsi pekerjaan umum dan ketenagaan, fungsi pengawasan, fungsi kepegawaian dan fungsi keuangan dari kurun waktu tahun 1972-2008,”ujar Roza Linda.

Arsip yang akan dimusnahkan kata Roza Linda, merupakan arsip yang su­dah tidak lagi memiliki nilai guna, telah habis retensinya dan berketerangan musnah pada Jadwal Retensi Arsip (JRA), dan tidak ada peraturan perundangan yang melarang, serta tidak terkait dengan penyelesaian proses suatu perkara.

“Dari 1067 berkas arsip yang diajukan ke Arsip Nasional Republik Indonesia untuk dimusnahkan, diantaranya sebanyak 1029 disetujui, 10 berkas arsip statis dan 28 berkas harus dinilai kembali, karena berkaitan dengan personal file pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang masih menerima hak setelah menjalani purna tugas,”je­las­nya.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan yang pertama kali dilakukan oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Agam. “Kedepannya, kegiatan ini akan menjadi program rutin tahunan Dinas Arsip dan Perpustakaan, sebagai upaya efisiensi anggaran pengelolaan arsip dengan pengurangan volume arsip yang tidak lagi bernilai guna,”pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Agam, diwakili Asisten III Setda Agam, Andrinaldi sangat mengapresiasi kegiatan pemusnahan arsip yang dilakukan oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan Agam, karena ini merupakan yang pertama kali dilakukan di kabupaten Agam. “Hal ini akan menjadi momen dan catatan sejarah penting dalam pe­nyeleng­garaan pemerintahan di Kabupaten Agam,” ujarnya.

Menurutnya, pemusnahan arsip ini merupakan salah satu upaya dalam menciptakan administrasi pemerintahan yang efektif. “Karena, tanpa adanya tindakan pemusnahan terhadap arsip yang tidak lagi memiliki nilai guna, maka administrasi pemerintahan yang efektif tidak bisa di­wujudkan,”ujarnya.

Pada kesempatan tesebut, pihaknya juga meng­imbau kepada seluruh OPD, agar dapat mengelola arsipnya dengan baik. “Karena, sesuai dengan Undang-undang Nomor 43, tahun 2009, pengelolaan Arsip merupakan tanggung jawab OPD masing-masing,”pungkasnya. (pry)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top