Close

Sudah Tahap II, Kasus Korupsi Ganti Rugi Lahan Tol Padang-Pekanbaru Segera Disidang

Fifin Suhendra Kasi Penkum Kejati Sumbar

PADANG, METRO–Penyerahan 13 ter­sangka dan barang bukti atau tahap dua kasus dugaan korupsi ganti rugi lahan tol di Taman Kehati, Padang Paria­man telah dilakukan pe­nyidik ke Jaksa Penun­tut Umum (JPU) Kejak­saan Tinggi (Kejati) Sum­bar. Tahap dua ka­sus itu dilakukan di Ru­mah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Padang, Kamis (24/2) mulai pukul 11.00 WIB.

Kasi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Sumbar, Fifin Suhendra saat dikonfirmasi membenarkan informasi tersebut. “Iya tadi (kemarin-red) langsung penyerahan tersangka dan barang bukti atau tahap dua dari penyidik ke penuntut umum. Proses tahap dua dilakukan di Rutan Kelas II B Padang mulai pukul 11.00,” kata Fifin, Kamis (24/2).

Fifin menjelaskan, tahap dua dilakukan setelah berkas perkara dinyatakan lengkap atau P21 oleh JPU. “Para tersangka tetap ditahan di Rutan Kelas IIB Padang karena prosedurnya memang begitu. Tetap di Rutan,” sebut Fifin.

Lebih lanjut dikatakan Fifin, usai tahap dua, JPU Kejati Sumbar akan segera merampungkan dakwaan. “Jika sudah selesai, berkas perkara akan dilimpahkan ke pengadilan untuk disidang,” ujar Fifin.

Terpisah, Menanggapi penyerahan tersangka dan barang bukti itu, Penasihat Hukum Tersangka RN dan J, yak­ni Suharizal meminta agar pada tingkat penuntutan di pengadilan nantinya, Ke­jati Sumbar memperhatikan hak asasi para tersangka.

“Khususnya klien kami RN dan J, karena ini nantinya akan berhadapan dengan kondisi bulan Rama­dhan. Hak ibadahnya ha­rus diperhatikan. Karena bu­lan Ramadhan nanti si­dang maraton sampai ma­lam,” kata Suharizal Kamis (24/2).

Di sisi lain, menurut Suharizal, masa penahanan tersangka dalam perkara ini sudah terlalu panjang. “Untuk itu, jangan sampai perkara ini terkesan buru-buru untuk diputus oleh majelis,” pungkas Direktur Kantor Hukum Legality itu.

Sebelumnya, 13  orang tersangka ditetapkan Kejati Sumbar  dalam kasus dugaan korupsi ini. Antara lain, BK, MR, SP, KD, AH, SY, RF, SA, SS, YW, J, RN, dan US. Ke-13 tersangka telah diperiksa awal Desember lalu dan ditahan di Rutan Anak Air Padang.

Diketahui, dugaan korupsi ini berawal dari pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tol Padang-Pekanbaru seksi Padang Sicincin. Saat itu, ternyata yang dibebaskan dan diganti rugi adalah lahan Keanekaragaman Hayati (Kehati) yang masuk dalam kawasan Ibu Kota Kabupaten Padang Pariaman di Parit Malintang.

Lahan yang sama sebelumnya telah dibebaskan dan diganti rugi oleh Pemkab Padang Pariaman pada 2014. Dan, lahan yang dibebaskan telah tercatat sebagai aset daerah. Nah, ketika pembebasan lahan untuk tol, sejumlah tersangka mengajukan surat tanda kepemilikan baru. Surat itu sempat diakui dan ganti rugi dicairkan.

Sampai akhirnya, Kejati Sum­bar kemudian melakukan penyelidikan dan pe­nyi­dikan. Setelah bukti kuat,­­ Kejati kemudian menetapkan 13 tersangka sesuai perannya. Ada yang sebagai penerima ganti rugi dan ada yang ikut membantu membuatkan surat kepemilikan baru. (hen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top