Menu

Suara Pribadi Pecah Rekor 145.010, Masyarakat Berharap Mulyadi jadi Gubernur Sumbar

  Dibaca : 1622 kali
Suara Pribadi Pecah Rekor 145.010, Masyarakat Berharap Mulyadi jadi Gubernur Sumbar
IR H Mulyadi - Ketua DPD Demokrat Sumbar

PADANG, METRO–Calon anggota legislatif (Caleg) DPR RI yang bersinar pada Pemilu 2019 ini memang tak banyak. Bahkan, banyak jagoan atau elite politik Sumbar yang berguguran di kancah lima tahunan ini. Tapi, bagi sosok Ir Mulyadi, Pemilu ini seperti puncak dari dukungan masyarakat terhadapnya. Dari rekapitulasi akhir, Mulyadi mampu mengumpulkan 145.010 suara di Dapil Sumbar 2.

Meledaknya suara Mulyadi di Dapil yang diisi 8 Kabupaten/Kota itu sungguh mencengangkan. Bahkan bisa disebut pemecah rekor suara terbanyak di Sumbar sepanjang sejarah Pileg. Hal itu seperti bisa diartikan sinyal kuat dari masyarakat untuk ketua DPD Partai Demokrat Sumbar ini maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumbar 2020. Sebenarnya, pada Pilgub 2015 lalu, masyarakat sudah sangat berharap Mulyadi maju, karena banyak diunggulkan jajak pendapat.

Namun, saat dihubungi koran ini, kemarin, Mulyadi masih enggan membicarakan tentang peluangnya maju dalam Pilgub Sumbar. Dia menyebut masih terus memantau finishing rekapitulasi suara di tingkat provinsi dan memastikan Partai Demokrat kembali mendapatkan dua kursi di Sumbar, satu dari Dapil 1 dan satu di Dapil 2.

Anggota Fraksi Demokrat DPR RI ini lebih memilih bercerita tentang rekapitulasi suaranya. Menurutnya, terjadi kenaikan yang signifikan suaranya saat ini dari tahun 2014 lalu. Pemilu sebelumnya, dia mendapatkan 84.563 suara. Kini jumlah itu meningkat tajam menjadi 145.010 atau naik sebesar 60.447 suara (naik 71 persen) . “Alhamdulillah naiknya sangat signifikan,” kata Mulyadi.

Dengan jumlah suara itu, ditambah suara partai 24.847 dan gabungan 5 Caleg lain, maka total Demokrat mendapat 198.834 suara. Sayangnya, jumlah itu belum bisa membuat Demokrat mendapatkan dua kursi di Dapil 2. ”Karena saat menghitung kursi kedua, maka suara dibagi tiga menjadi 66.278 dan masih kalah dari partai lain seperti Partai Golkar dan PPP. Namun kami sangat berterima kasih kepada pemilih kami dan Partai Demokrat,” kata Mulyadi.

Menariknya, sebut Mulyadi, suaranya tersebut jika dibandingkan dengan suara sah Dapil 2 yang mencapai 1.176.244, maka persentase suara pribadinya mencapai 12.3 %. Persentase itu sebenarnya tidak mengagetkan, karena dari sejumlah survei yang digelar sebelumnya, Mulyadi diprediksi bisa mendapatkan suara pribadi 12 persen lebih.

“Dengan angka itu, baik jumlah suara atau persentase suara pribadi dari total suara sah, sudah dipastikan elektabilitas itu yang tertinggi di Sumbar. Apalagi jika dibandingkan dengan Dapil 1 yang suara sah atau pemilihnya lebih banyak dari Dapil 2,” kata Mulyadi yang mengaku suaranya naik cukup signifikan di Kota Bukittinggi dari 9.765 menjadi 20.091 (naik 10.326 suara). Dipilih 33 persen dari total suara sah 58.934.

Selain itu, kata Mulyadi, suaranya meningkat di seluruh Kabupaten/Kota di Sumbar 2. Seperti di Agam dari 25.568 menjadi 41.919, Pasaman 9.730 menjadi 13.136, Pasbar 6.447 menjadi 18.191, Payakumbuh 1.956 menjadi 6.056, Limapuluh Kota 15.352 menjadi 27.699, Kota Pariaman 1.136 menjadi 2.298 dan Padangpariaman 11.609 menjadi 15.623.

Pemilu saat ini di Sumbar bisa dikatakan milik Capres 02 Prabowo-Sandi yang memeroleh suara 87 persen. Momentum Pileg dan Pilpres yang bersamaan ini membuat Partai Gerindra sangat beruntung karena mendapat efek ekor jas (coat tail effect) yang luar biasa.

Tetapi karena personality Mulyadi sangat kuat dalam ingatan masyarakat Sumbar yang telah banyak berbuat selama ini, Demokrat tetap bisa menunjukkan kinerja. Walaupun secara partai, Gerindra menjadi juara di Dapil I dan II, tapi secara personal suara Mulyadi tetap tak terkalahkan di antara Caleg-caleg di seluruh partai yang ada.

Dengan suara yang meningkat dari Pemilu sebelumnya, Mulyadi berterima kasih kepada pemilih di Sumbar 2. Menurutnya, hal itu didapat dari begitu kuatnya tekad masyarakat di 8 Kabupaten/Kota itu agar dirinya kembali melaju ke DPR RI. ”Begitu juga dengan tim kami yang bekerja siang malam, serta kader Partai Demokrat yang begitu serius membantu kami,” kata Mulyadi.

Selain sukses secara suara pribadi, Mulyadi juga menyebut, Partai Demokrat sukses di tingkat DPRD Sumbar dan Kabupaten/Kota. Bahkan di DPRD Sumbar, Demokrat meraih 10 kursi periode 2019-2024. Naik dari Pemilu sebelumnya 8 kursi. Tentunya hal itu berkat kerja keras dari seluruh Caleg dalam meraih suara.
”Kerja keras Caleg telah membuahkan hasil maksimal, yakni meningkatnya perolehan kursi dari tahun 2014,” kata Mulyadi dalam Rapat Evaluasi Pemilu 2019 Partai Demokrat di Padang, Rabu (1/5) lalu.

Adapun dari delapan Daerah Pemilihan (Dapil) yang ada, kata Mulyadi, Demokrat berhasil meraih masing-masing dua kursi dari Dapil Sumbar 3 (Kabupaten Agam dan Kota Bukittinggi) dan Dapil Sumbar 6 (Kota Padang Panjang dan Kabupaten Dharmasraya).

Tak hanya itu, lanjut Mulyadi, kursi yang hilang dulu dari Dapil Sumbar 8 meliputi Kabupaten Pesisir Selatan dan Mentawai, kembali diraih Demokrat untuk perolehan satu kursi. “Alhamdulillah, kini kursi yang hilang tersebut berhasil diraih kembali,” ujar Mulyadi.

Mulyadi berharap, seluruh kader Demokrat mengawal proses pleno tingkat Provinsi Sumbar yang saat ini tengah berjalan, melalui saksi partai yang telah ditunjuk. ”Mari kita jaga kedamaian dan suasana pascapelaksanaan Pemilu 2019,” harap Mulyadi. (r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional