Close

Suara Petasan Ganggu Kekhusyukan Ibadah, DPRD Minta Pol PP Tertibkan Penjual

Jumadi, Anggota Komisi I DPRD Padang

SAWAHAN, METRO
Bulan Ramadhan merupakan bulan penuh berkah, bulan yang harus dihidupkan dengan kekhusyukan beribadah. Di malam-malam bulan Ramadhan, masjid-masjid ramai terisi jamaah untuk menjalankan ibadah shalat Tarawih, dan tadarus Al Quran. Namun, saat memasuki bulan Ramadhan suara petasan, mercon yang memekakkan telinga juga mulai bermunculan.

Mereka yang memainkan petasan mendatangkan kesenangan bagi pelakunya, namun dibalik perilaku tersebut terdapat hal-hal negatif yang dapat ditimbulkannya. Karena itu, DPRD Kota Padang meminta Satpol PP menertibkan penjual petasan dan mercon.

Anggota Komisi I DPRD Padang, Jumadi meminta petugas Satpol PP mengamankan barang tersebut dari pasaran, sebab petasan mengganggu kekhusyukan umat muslim menjalankan ibadah. Apalagi dibunyikan malam hari saat jamah sedang shalat tarawih.

“Jika telah ditertibkan namun pedagang masih bandel, aparat harus ambil tindakan tegas,” ujar kader Golkar ini, Rabu (14/4).

Menurut Jumadi, suara petasan yang memekakkan telinga juga berpotensi membuat terkejut orang-orang yang sedang lelap tidur ataupun beristirahat karena bunyi petasan yang tiba-tiba. Selain itu dapat mengancam keselamatan jiwa orang lain yang memiliki gangguan jantung ataupun yang tidak terbiasa mendapatkan kejutan seperti suara petasan.

“Terutama bermain petasan di jalan yang tentunya dapat mengganggu pengendara di jalan. Petugas harus cepat bertindak. Sekarang baru dua hari Ramadhan, namun suara petasan sudah banyak terdengar di malam hari. Mirisnya, anak-anak kecil juga ikut main petasan, mercon itu,” tukas Jumadi.

Ia menyampaikan jika perlu segel dan cabut izin usaha pedagwng itu. Agar mereka jera dan pedagang lainnya tak ikut-ikutan.

Ia juga meminta orangtua kontrol anaknya ealam berbelanja. Jangan dibiarkan beli mercon, sebab itu mubazir dan tak mengeyangkan perut. Lebih baik belikan ke makanan.

“Kita berharap semua unsur dapat berpartisipasi dalam hal itu. Supaya kebisingan kota dapat diminimalisir dan ibadah masyarakat tidak terganggu,” sebutnya.

Di sisi lain anggota DPRD Padang Azwar Siry mengimbau kepada para penjual petasan untuk tidak memperjual belikan barang tersebut. “Karena tidak ada ceritanya bulan Ramadhan dipakai untuk meletuskan petasan. Sudah buang buang duit, mengganggu orang, bahkan melukai diri sendiri,” tegasnya.

Menurut dia, bulan Ramadhan hendaknya dijadikan momentum untuk meningkatkan iman dan ibadah bukan malah dijadikan arena bermain petasan. “Suara petasan membuat gaduh dan mengganggu kekhusyukan ibadah terutama shalat tarawih,” katanya.

Ia menjelaskan, bulan Ramadhan seharusnya diisi dengan peningkatan ibadah sehingga kesadaran akan hal-hal yang sifatnya negatif perlu ditingkatkan untuk berubah menjadi lebih positif. Perlu adanya kesadaran bahwa memainkan petasan hanya merupakan kesenagan sesaat dan kurang bermanfaat baik bagi diri sendiri ataupun orang lain.

Tindak Tegas
Terpisah, Sekretaris Satpol PP Kota Padang, Yefri menegaskan, petugas Satpol PP siap memberikan sanksi bagi penjual petasan yang masih nekat menjualnya bila telah ditegur aparat.

“Kita akan bawa dagangan ke Mako Satpol PP dan tak ada keringanan lagi,” kata Yefri.

Ia menyampaikan, menjual petasan tentu melanggar trantibum dan mengganggu warga dalam beribadah. Apalagi dinyalakan di malam hari.

Satpol PP akan patroli rutin pada semua wilayah. Supaya keamanan warga terjamin dan ibadah Ramadhan tidak terganggu. “Kita juga minta warga pro aktif dalam hal ini dan laporkan ke Satpol PP bila mengetahui penjualnya,” ucapnya. (ade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top