Menu

Suami Tewas Ditembak, Istri Lanjutkan Bisnis Berjualan Sabu di Payakumbuh

  Dibaca : 560 kali
Suami Tewas Ditembak, Istri Lanjutkan Bisnis Berjualan Sabu di Payakumbuh
PENGEDAR DITANGKAP-Jajaran Polres Payakumbuh menangkap enam orang pengedar dan pemakai narkoba. Salah satunya merupakan wanita yang melanjutkan bisnis haram suaminya setelah tewas ditembak Polisi.

PAYAKUMBUH, METRO–Meski suaminya yang menjadi pengedar narkoba sudah meninggal ditembak Polisi gegera berusaha kabur saat ditangkap, ternyata tak membuat wanita berinisial FA (26) ini jera. Parahnya, ia malah nekat melanjutkan bisnis haram yang sebelumnya dilakoni sang suami.

Namun, ulah FA yang mengedarkan sabu pun akhirnya terendus oleh Tim Satresnarkoba Polres Payakumbuh. FA diringkus bersama rekannya berinisial F (29) di sebuah salon di Jorong Koto Baru, Nagari Koto Baru Simalanggang, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Lima Puluh Kota, Minggu malam (23/5) sekitar pukul 20.00 WIB.

Saat dilakukan penangkapan di dalam salon milik F tersebut,  petugas menemukan barang bukti berupa dua paket  narkotika jenis sabu yang dibungkus dengan plastik bening, dua unit timbangan digital warna hitam, satu unit handphone dan uang tunai Rp 200 ribu hasil penjualan sabu.

Sementara, ketika dilakukan penggeledahan terhadap FA, petugas menemukan satu sabu yang dibungkus dengan plastik bening yang disimpan FA dalam kantong baju sebelah kiri. Setelah menemukan bukti tersebut, FA dan rekannya pun langsung digiring ke Mapolres Payakumbuh untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

Tidak sampai disitu, Tim Satresnarkoba Polres Payakumbuh, juga menggulung MG (20), warga Tigo Koto Dibaruah Kecamatan Payakumbuh Utara, Kota Payakumbuh. MG diamankan sekitar pukul 22.00 Wib di Jorong Koto Baru, Nagari Koto Baru Simalanggang, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Lima puluh Kota.

Bersama MG, diamankan 20 paket  narkotika jenis sabu dalam saku celananya yang dibungkus dengan plastik bening, satu unit handphone, satu unit timbangan digital, dan uang hasil penjualan sabu sebanyak Rp 600 ribu.

Tidak beberapa lama, setelah penangkapan MG, petugas melanjutkan penangkapan terhadap MF (17) asal Jorong Koto Baru, Nagari Koto Baru Simalanggang, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota. Dari tangan MF, petugas menyita satu paket sabu siap edar.

Selanjutnya, petugas juga mengamankan HOF (16) warga Koto Baru Simalanggang. Bersamanya diamankan 27 paket kecil  narkotika jenis daun ganja yg dibungkus dengan plastik bening, satu paket sedang narkotika jenis daun ganja, dan uang hasil penjualan sebayak Rp 100 ribu. Narkoba itu disimpan dalam lemari kain di rumahnya.

Dari hasil pengembangan, tim kembali berhasil mengamankan seorang tersangka lagi, MI (19). Dari tangan MI berhasil diamankan satu paket kecil  narkotika jenis daun ganja yang dibungkus dengan plastik bening yang  ditemukan di lipatan kakinya.

“Dalam semalam, kita menangkap enam orang pengedar dan pemakai narkoba jenis sabu dan ganja. Mereka ditangkap di beberapa lokasi berbeda,” jelas Kapolres Payakumbuh AKBP Alex Prawira, melalui Kasat Resnarkona Iptu Desneri, Senin (24/5) kepada wartawan.

Dijelaskan Iptu Desneri, khusus untuk tersangka FA, merupakan seorang wanita. Sebelumnya, suami FA juga terlibat dalam peredaran narkotika, namun suaminya itu meninggal dunia setelah ditembak gara-gara berusaha melarikan diri ketika dilakukan penangkapan.

“Hanya saja FA ini malah melanjutkan bisnis haram dari suaminya yang sudah meninggal. FA ditangkap di sebuah salon bersama rekannya. Saat ini FA dengan lima tersangka lainnya sudah diamankan di sel tahanan Polres Payakumbuh untuk menjalani proses hukum,” pungkasnya. (uus)

Editor:
Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional