Menu

Suami Pembunuh dan Pengubur Istri di Batang Sawit Ditangkap

  Dibaca : 1795 kali
Suami Pembunuh dan Pengubur Istri di Batang Sawit Ditangkap
Ketua DPC PPP Kota Solok Herdiyulis, perwakilan Audy Joinaldy yang menyerahkan bantuan APD untuk Tagana Kota Solok.
z, penjagal istri

Zulkarnain diamankan di Bengkalis, dan telah dibawa ke Mapolres Pariaman.

PARIAMAN, METRO–Lebih dari dua pekan diburu petugas, akhirnya Zulkarnain (20), penjagal istri dari Padangpariaman berhasil diciduk oleh polisi. Tidak tanggung-tanggung, pelaku ini diciduk di Bengkalis, Provinsi Riau, Sabtu (10/10) pagi kemarin. Saat diamankan, pelaku tampak pasrah dan manut ketika digelandang dari tempat persembunyiannya ke kantor polisi terdekat.

Zulkarnain, tersangka utama pelaku pembunuhan sadis terhadap Afrezi Arifin (23) berhasil dibekuk oleh Tim Anti Bandit Polres Pariaman di Bengkalis, Provinsi Riau. Pelaku tega menghabisi nyawa mantan istri yang sudah dikaruniai balita dua tahun itu lebih dua pekan melarikan diri. Sejak penemuan jasad Ezi (sapaan Afrezi, red) di lahan sawit pada 24 September lalu di kawasan Kukualang, Kelurahan Batang Gasan, Kabupaten Padangpariaman.

Hal itu dibenarkan oleh Kapolres Pariaman, AKBP Riko Junaldi, Sabtu siang (10/10). “Benar. Dia sudah kita amankan. Pelaku ditangkap di Bengkalis, Riau oleh anggota. Sekarang di perjalanan menuju Pariaman. Saya perintahkan ke anggota pelan-pelan saja jalannya,” kata Kapolres.

Kapolres mengatakan sudah memastikan bahwa Zulkarnain disangka sebagai pelaku utama pembunuhan Ezi, baik dari hasil olah TKP atau alat bukti maupun pengakuan AL (23) tersangka lainnya yang ikut membantu Zulkarnain saat menguburkan jasad Ezi. AL sendiri sudah dibekuk pada Sabtu (26/9) di Simpang Empat Parak Lamo, Kecamatan Bungus Teluk Kabung.

Dari penangkapan AL, sebagaimana dituturkan Kapolres, sejumlah titik terang mulai kelihatan mengarah pelarian pelaku meski AL terlihat menyembunyikan sesuatu. Pengakuan tersangka AL pada penyidik bahwa Zul menghubungi AL usai membunuh istrinya untuk dimintai tolong menguburkan jasadnya.

“Kemarin kita lacak sinyal HP dia, posisinya ada di Pekanbaru. Rupanya ponsel itu sudah dia jual saat anggota sampai disana. Kita terus lakukan pengejaran dari rangkaian informasi-informasi,” penuturan Kapolres di sela konferensi pers usai Gladi Resik persiapan Etape I Tour de Singkarak di Pantai Gandoriah (1/10) lalu.

Kapolres belum berkomentar rincian kronologis penangkapan Zulkarnain di Bengkalis. Keterangan akan diberikan kepada media setelah Tim Anti Bandit  (TAM) yang membekuk tersangka sampai di Polres Pariaman.

Sebagaimana diketahui, penemuan jasad Afrezi yang terkubur hanya sedalam satu meter itu di bawah batang sawit yang sengaja ditanam untuk menyamarkan, dua hari setelah almarhum menghilang dari rumahnya. Ada unsur sadisme dalam pembunuhan itu. Rinciannya baca disini. Motif dibalik semua peristiwa itu hingga kini belum terkuak. Masih teka-teki.

Sementara itu, Tachi Ida (49) karib disapa bunda, saudara orangtua korban yang berdomisili di Perumahan Jati Raya Indah Pariaman menuturkan bahwa pernikahan Ezi dan Z sebenarnya sempat ditentang keluarga dulunya. Keluarga memiliki firasat tidak baik pada calon menantunya ketika itu.

Dua pekan sudah kasus pembunuhan istri, yang ditemukan terkubur di bawah batang sawit, kasawan Kukualang Paingan, Kecamatan Sungai Limau, Kabupaten Padangpariaman berlalu. Selama itu pula, aktor utama pembunuhan berinisial Zulkarnain (20), yang juga suami korban, jadi buronan. Segala jurus sudah dikeluarkan polisi untuk menangkap Zulkarnain . Tapi, itu semua tak mempan. Sampai sekarang, tersangka tak kunjung diciduk.

Sejauh ini, sudah beberapa langkah dilakukan polisi. Mulai dari membentuk tim khusus, menyebarkan foto pelaku, hingga membujuk lewat keluarga tersangka. Tapi, batang hidung Zulkarnain belum jua Nampak. Dia melawan. Tak mau menyerahkan diri seperti yang diharapkan polisi. Polisi memastikan, Zulkarnain sudah jauh meninggalkan Kota Pariaman. Namun, kemana dia kabur itu tidak diketahui. Semula, ada kabar, Zulkarnain bersembunyi di Pekanbaru. Tapi, setelah dicari, dia tak ada di sana.

Kasus menggemparkan ini berawal saat Selasa (22/9) malam, Afrezi pamit kepada kakaknya untuk pergi menemui sang suami, warga Kantarok, Batang Gasan, yang memang sudah pisah ranjang dengannya. Namun, hari berganti, hingga Selasa malam. Afrezi tak kunjung pulang. Keluarganya pun ragu dan melaporkan hilangnya Afrezi ke Polsek Sungai Limau.

Tak menunggu lama, pencarian dilakukan oleh petugas. Lama mencari, pencarian tidak kunjung membuahkan hasil. Hingga Pukul 18.30 WIB, polisi menyusuri ladang sawit di Kuku Alang. Baru sebentar mencari, petugas dan warga melihat gundukan tanah yang masih merah. Didekati, rupanya ada kaki yang tersembul. Bergegas, kuburan digali. Rupanya, itu tubuh korban. Masyarakat pun gempar.
Setelah dievakuasi, jasad korban dibawa ke RS Bayangkara Polda untuk otopsi. Tidak butuh lama bagi petugas untuk menentukan penyebab kematian Afrezi, sebab secara kasat mata, di tubuhnya dipenuhi luka. Selain tiga tusukan, kepalanya juga memar.

Keluarnya hasil identifikasi, membuat pertanyaan berlanjut, siapa membunuh Afrezi sedemikian sadis? Tak jauh-jauh, polisi langsung mensinyalir kalau pelakunya adalah Z, suami korban yang sejak kejadian menghilang.
Meski demikian, dalam olah TKP, petugas berhasil menemukan pisau yang jadi senjata pembunuhan oleh pelaku. Kini, sedang pencarian cangkul yang digunakan untuk menggali korban. (age)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional